24 Sya'ban 1445 H | Selasa, 5 Maret 2024
×
Pembangunan IKN Ditargetkan Tuntas Akhir Tahun 2024, Meskipun Investor Asing Nol dan 30 Persen APBN Telah Terpakai
supernews | Selasa, 2 Januari 2024 | 12:55:24 WIB
Editor : Budi Harjo | Penulis : edyson
Ilustrasi Istana Nusantara di kawasan IKN

Jakarta, (Supernews)- Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengaku masih tetap optimis, bahwa pembangunan IKN akan tuntas sesuai rencana yakni akhir tahun 2024 mendatang untuk pembangunan infrastruktur dasar. Sekalipun hingga saat ini masih tidak ada atau Nol investor asing yang telah menanamkan modolnya di kawasan IKN.

Meski demikian, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi, Otorita Ibu Kota Nusantara, Agung Wicaksono, mengatakan saat ini tercatat 23 investor lokal telah melakukan investasi terhadap pembangunan pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahanan, dengan nilai investasi mencapai Rp41 Triliun.

"Saat ini tercatat ada 23 investor domestik (lokal) yang telah mengawali pembangunan di IKN dengan total investasi senilai Rp41 Triliun. Tidak hanya perusahaan berskala nasional, investor lokal dari Kalimantan Timur juga turut andil dalam proyek pembangunan IKN ini," ujarnya.

Sementara terhadap kepastian ada atau tidaknya investor asing yang akan berinvestasi di IKN, dirinya menegaskan awal tahun 2024 ini, sekitar 15 investor asing dipastikan akan mulai ikut berinvestasi dan berpartisipasi terhadap pembangunan IKN.

“Mengenai investor asing yang langsung groundbreaking, seperti disampaikan Bapak Presiden, kita utamakan untuk investor dalam negeri dulu, karena tadi, bisa dilihat, semua bisa dilakukan investor dalam negeri, dan mereka pun bermitra, investor asing bisa masuk sebagai mitra. Ya, jadi, buat saya ini tidak menjadi suatu prioritas, dibandingkan dengan investor dalam negeri," ujarnya.

Investor asing yang saat ini menyatakan berminat untuk terlibat dalam pembangunan IKN khususnya untuk hunian, kata Agung, ada tiga negara melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Bandan Usaha (KPBU).

“Hunian itu, KPBU yang ikut perusahaan-perusahaan dari negara, pertama tetap Indonesia yang paling banyak, tapi kemudian juga ada dari China, dari China walaupun satu tapi ini minat jumlah (membangun) huniannya paling banyak, mereka berminat membangun 60 tower. Kemudian juga terdapat dua perusahaan asal Malaysia," paparnya.

Tidak hanya hunian, Agung menyebut sudah ada negara-negara asing yang akan mengambil bagian dalam pembangunan technology smart city di IKN, yang menyangkut sistem perkotaan, layanan pemerintah, akses dan mobilitas, keselamatan dan keamanan, lingkungan dan keberlanjutan, serta kelayakan hidup dan kehidupan perkotaan.

“Smart city peminatnya juga banyak, negara-negaranya, kalau boleh ditanya lima, disitu ada Korea, ada Amerika Serikat, ada China, ada Prancis, kemudian ada Finlandia, itu contohnya. Dan mengenai besarnya (investasi) nanti akan sangat tergantung, karena sektornya cukup banyak smart city,” katanya.

Sebelumnya dari total Rp 466 Triliun anggaran yang dibutuhkan untuk membangun keseluruhan IKN, awalnya pemerintah menargetkan hanya 20 persen anggaran yang akan disubsidi dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Namun saat ini realisasinya 30 persen APBN telah terpakai untuk pembangunan insfrastruktur dasar IKN. Hal itu terjadi akibat belum adanya investor asing yang berinvestasi di kawasan IKN.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pembiayaan dalam pembangunan IKN akan berlanjut hingga 2045 dengan mengandalkan porsi non-anggaran pendapatan dan belanja negara. Untuk tahun 20204 ini saja, Pemerintah berencana akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 40,6 triliun untuk pembangunan infrastruktur dasar IKN Nusantara pada 2024. 

Penggunaan anggaran tersebut akan disalurkan untuk menyelesaikan pekerjaan prioritas kemajuan infrastruktur dasar yakni kantor pemerintahan dan perumahan terutama untuk aparatur sipil negara (ASN) tahap pertama.

"IKN tahun depan akan mencapai Rp 40,6 triliun, termasuk yang PUPR Rp 35 triliun. Jadi, prioritas 2024 dalam rangka perpindahan yang layak, kita bisa melihat pusat dari pemerintahan dan supporting-nya ditargetkan bisa selesai 2024," ujarnya saat konferensi pers, Rabu (17/8/2023).

Menurutnya, anggaran IKN mencakup pembangunan Bandara VVIP yang dianggarkan melalui Kementerian Perhubungan. Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menambahkan, pihaknya telah membelanjakan anggaran IKN Nusantara sebesar Rp 54,69 triliun dalam periode 2020-2023. Adapun jumlah paket fisik dalam periode tersebut sebanyak 78 paket dengan total pagu anggaran pekerjaan fisik terkontrak sebesar Rp 54,69 triliun, dengan progres fisik sebesar 17,74 persen.

“Anggaran total IKN sejak 2022-2024 mencapai Rp 56,58 triliun. Jadi anggaran IKN dialokasikan 2022 Rp 5,24 triliun, 2023 Rp 26,67 triliun, dan 2024 Rp 35,7 triliun. Jadi totalnya ada Rp 65,58 triliun," ucapnya.

Secara rinci, kontrak batch I dari 2020 sampai Maret 2023 terdapat 39 paket, dengan total pagu terkontrak atau yang sudah masuk ke konstruksi senilai Rp 24,16 triliun. Saat ini progres fisiknya mencapai 40 persen.

Kemudian, batch II atau paket terkontrak Maret 2023-2024, terdiri dari 39 paket konstruksi dengan total pagu anggaran Rp 30,53 triliun. Saat ini progres fisik untuk batch II ini mencapai 0,11 persen.

Secara umum, progres fisik pembangunan telah mencapai lebih dari 30 persen, termasuk Bendungan Sepaku Semoi yang akhir tahun selesai dan dilakukan impounding atau pengisian. Selain itu, Intake Sepaku Semoi untuk air baku sudah selesai. Lalu, pembangunan rumah ASN/TNI/Polri sebanyak 47 tower akan dimulai pembangunannya September 2023.

"Kita rencanakan Juli 2024, 12 tower akan selesai dan furnish dan akan segera ditempati oleh ASN," ucapnya.

Sementara itu, progres pembangunan jalan tol IKN akan selesai sebagian pada 2024. Kemudian, masjid negara sedang mulai dibangun dan kantor pemerintahan mencakup empat kantor kemenko dan beberapa kementerian lainnya akan selesai pada 2024. **


Index
Ada Nama Windy Idol, KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Hasbi Hasan Tersangka Pencucian Uang
Keras! Anggota DPR ini Teriak Desak Hak Angket Kecurangan Pemilu di Hadapan Anak Buah Prabowo
Prabowo Berjanji Dibawah Kepemimpinannya Kelak Akan Banyak Investasi Masuk ke Indonesia
Lima Prajurit TNI Pelaku Penyerangan Polres Jayawijaya Ditetapkan Sebagai Tersangka
Demo di Depan DPR Ribuan Massa Teriak 'Jokowi Mundur! Allahu Akbar!'
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Diduga Terlibat Korupsi Rumah Dinas, KPK Cegah Sekjen DPR Indra Iskandar dan 6 Orang Lainnya ke Luar Negeri
DPR Setujui Badan Legislasi Bahas RUU Daerah Khusus Jakarta
Polisi Periksa Rektor Universitas Pancasila Selama 3 Jam Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Stafnya

supernews
Lonjakan Harga Pangan, Banyak Rumah Tangga di Indonesia Jatuh ke Garis Kemiskinan
Korup dan Berwatak Dinasti, Jokowi Terancam Dimakzulkan Dari Jabatan Presiden
Pembangunan IKN Ditargetkan Tuntas Akhir Tahun 2024, Meskipun Investor Asing Nol dan 30 Persen APBN Telah Terpakai
Mengenal Tumbuhan Kratom Bahan Herbal Yang Disebut Sebagai 'Narkotika Baru' dan Kontroversi di Indonesia
Index
Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto Dinilai Mengurangi Mutu Pendidikan
Pangdam XVII/Cenderawasih: Pembebasan Sandera di Papua Masih Berproses
Sekalipun Tanpa PDI-Perjuangan, 21 Maret Mendatang Fraksi NasDem DPR RI Akan Usulkan Hak Angket
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Silaturahmi ke MUI, Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2024
Rapat Paripurna DPR RI Hanya Dihadiri 164 Anggota
Rapat Paripurna DPR RI Hanya Dihadiri 164 Anggota
Selasa, 5 Maret 2024 | 12:30:00 WIB
10 Anggota Gegana Dinyatakan Jadi Korban Ledakan di Mako Brimob Polda Jatim
Sidang Paripurna DPR, Dasco Bacakan Pidato Puan Soal Kenaikan Harga dan Gagalnya Food Estate
Pidato Puan Diwakili Dasco di Sidang Paripurna DPR RI, Singgung Etika Politik
Rapat Paripurna DPR RI, Dasco Pimpin Sidang, Puan Tak Hadir
Desakan Hak Angket Kian Menguat, Puan dan Cak Imin Tidak Hadir di Paripurna DPR Hari ini
pemerintahan
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Bahasa Indonesia Resmi Digunakan di  Sidang UNESCO, Nadiem Dorong Para Profesional Juga Menggunakannya
Jokowi Groundbreaking Telkom Smart Office di IKN: Transformasi Digital Menuju Kota World-Class ICT
Mendagri Minta Percepatan Transpormasi Identitas Kependudukan Digital Seluruh Warga Indonesia
Image Show
 
Pesawat Latih TNI AU Jatuh di Gunung Bromo
Kamis, 16 November 2023 | 23:42:18 WIB
Kabaharkam Bahas Netralitas Polri
Kamis, 16 November 2023 | 00:40:53 WIB
daerah
Lima Prajurit TNI Pelaku Penyerangan Polres Jayawijaya Ditetapkan Sebagai Tersangka
10 Anggota Gegana Dinyatakan Jadi Korban Ledakan di Mako Brimob Polda Jatim
Cegah Banjir Kembali Genangi Jakarta, Pemprov DKI Bentuk Satgas Sungai Ciliwung
Ledakan Hebat di Mako Brimob Polda Jatim Guncang Surabaya, Diduga Menyebabkan Korban
Politik
Demo di Depan DPR Ribuan Massa Teriak 'Jokowi Mundur! Allahu Akbar!'
Sekalipun Tanpa PDI-Perjuangan, 21 Maret Mendatang Fraksi NasDem DPR RI Akan Usulkan Hak Angket
Desakan Hak Angket Kian Menguat, Puan dan Cak Imin Tidak Hadir di Paripurna DPR Hari ini
Ambang Batas Parlemen 4% Dinilai Tak Adil untuk Partai Kecil

ekonomi
Prabowo Berjanji Dibawah Kepemimpinannya Kelak Akan Banyak Investasi Masuk ke Indonesia
Harga Eceran LPG 3Kg Dibandrol Rp 20 Ribu Hingga Rp 25 Ribu per Tabung,  Pertamina Jamin Stok Aman saat Ramadhan 2024
Program Mudik Gratis Bus Lebaran 2024 Resmi Dibuka: Daftar Kota Tujuan, Jadwal Pendaftaran, dan Syarat Terbaru
Badan Pangan Desak Para Kepala Daerah Terus Lakukan Gerakan Pangan Murah
Hukum
Ada Nama Windy Idol, KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Hasbi Hasan Tersangka Pencucian Uang
Diduga Terlibat Korupsi Rumah Dinas, KPK Cegah Sekjen DPR Indra Iskandar dan 6 Orang Lainnya ke Luar Negeri
Polisi Periksa Rektor Universitas Pancasila Selama 3 Jam Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Stafnya
Polisi Tangkap Mafia Beras Yang Jual 2.000 Ton Beras Bulog Dengan Dokumen Palsu
Nasional
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto Dinilai Mengurangi Mutu Pendidikan
Pangdam XVII/Cenderawasih: Pembebasan Sandera di Papua Masih Berproses
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Silaturahmi ke MUI, Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2024

internasional
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Paus Fransiskus Minta Perang Palestina Dihentikan, 'Tolong, Sudah Cukup'
Joe Biden: Militer AS Akan Mengirimkan Makanan dan Persediaan ke Gaza
Thailand Perketat Penggunaan Ganja Rekreasional hingga Akhir Tahun, Utamakan Untuk Medis
olahraga
Jelang Liga Champion Manchester City Vs FC Copenhagen: Dominasi City Tak Terkalahkan
Tapanuli Utara Berhasil Juarai Lomba Solu Bolon
Tapanuli Utara Berhasil Juarai Lomba Solu Bolon
Senin, 4 Maret 2024 | 05:18:00 WIB
Balapan final F1 Powerboat Danau Toba 2024 dimulai
Balapan final F1 Powerboat Danau Toba 2024 dimulai
Minggu, 3 Maret 2024 | 12:17:00 WIB
Al Nassr vs Al Hazm: Ronaldo Jadi Penonton, Pertandingan Berakhir 4-4


News Popular
Politik
Ekonomi
Hukum
Nasional
Super News
Daerah
CARI BERITA
Pembangunan IKN Ditargetkan Tuntas Akhir Tahun 2024, Meskipun Investor Asing Nol dan 30 Persen APBN Telah Terpakai
supernews | Selasa, 2 Januari 2024 | 12:55:24 WIB
Editor : Budi Harjo | Penulis : edyson
Ilustrasi Istana Nusantara di kawasan IKN
Pilihan Redaksi

Jakarta, (Supernews)- Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengaku masih tetap optimis, bahwa pembangunan IKN akan tuntas sesuai rencana yakni akhir tahun 2024 mendatang untuk pembangunan infrastruktur dasar. Sekalipun hingga saat ini masih tidak ada atau Nol investor asing yang telah menanamkan modolnya di kawasan IKN.

Meski demikian, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi, Otorita Ibu Kota Nusantara, Agung Wicaksono, mengatakan saat ini tercatat 23 investor lokal telah melakukan investasi terhadap pembangunan pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahanan, dengan nilai investasi mencapai Rp41 Triliun.

"Saat ini tercatat ada 23 investor domestik (lokal) yang telah mengawali pembangunan di IKN dengan total investasi senilai Rp41 Triliun. Tidak hanya perusahaan berskala nasional, investor lokal dari Kalimantan Timur juga turut andil dalam proyek pembangunan IKN ini," ujarnya.

Sementara terhadap kepastian ada atau tidaknya investor asing yang akan berinvestasi di IKN, dirinya menegaskan awal tahun 2024 ini, sekitar 15 investor asing dipastikan akan mulai ikut berinvestasi dan berpartisipasi terhadap pembangunan IKN.

“Mengenai investor asing yang langsung groundbreaking, seperti disampaikan Bapak Presiden, kita utamakan untuk investor dalam negeri dulu, karena tadi, bisa dilihat, semua bisa dilakukan investor dalam negeri, dan mereka pun bermitra, investor asing bisa masuk sebagai mitra. Ya, jadi, buat saya ini tidak menjadi suatu prioritas, dibandingkan dengan investor dalam negeri," ujarnya.

Investor asing yang saat ini menyatakan berminat untuk terlibat dalam pembangunan IKN khususnya untuk hunian, kata Agung, ada tiga negara melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Bandan Usaha (KPBU).

“Hunian itu, KPBU yang ikut perusahaan-perusahaan dari negara, pertama tetap Indonesia yang paling banyak, tapi kemudian juga ada dari China, dari China walaupun satu tapi ini minat jumlah (membangun) huniannya paling banyak, mereka berminat membangun 60 tower. Kemudian juga terdapat dua perusahaan asal Malaysia," paparnya.

Tidak hanya hunian, Agung menyebut sudah ada negara-negara asing yang akan mengambil bagian dalam pembangunan technology smart city di IKN, yang menyangkut sistem perkotaan, layanan pemerintah, akses dan mobilitas, keselamatan dan keamanan, lingkungan dan keberlanjutan, serta kelayakan hidup dan kehidupan perkotaan.

“Smart city peminatnya juga banyak, negara-negaranya, kalau boleh ditanya lima, disitu ada Korea, ada Amerika Serikat, ada China, ada Prancis, kemudian ada Finlandia, itu contohnya. Dan mengenai besarnya (investasi) nanti akan sangat tergantung, karena sektornya cukup banyak smart city,” katanya.

Sebelumnya dari total Rp 466 Triliun anggaran yang dibutuhkan untuk membangun keseluruhan IKN, awalnya pemerintah menargetkan hanya 20 persen anggaran yang akan disubsidi dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Namun saat ini realisasinya 30 persen APBN telah terpakai untuk pembangunan insfrastruktur dasar IKN. Hal itu terjadi akibat belum adanya investor asing yang berinvestasi di kawasan IKN.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pembiayaan dalam pembangunan IKN akan berlanjut hingga 2045 dengan mengandalkan porsi non-anggaran pendapatan dan belanja negara. Untuk tahun 20204 ini saja, Pemerintah berencana akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 40,6 triliun untuk pembangunan infrastruktur dasar IKN Nusantara pada 2024. 

Penggunaan anggaran tersebut akan disalurkan untuk menyelesaikan pekerjaan prioritas kemajuan infrastruktur dasar yakni kantor pemerintahan dan perumahan terutama untuk aparatur sipil negara (ASN) tahap pertama.

"IKN tahun depan akan mencapai Rp 40,6 triliun, termasuk yang PUPR Rp 35 triliun. Jadi, prioritas 2024 dalam rangka perpindahan yang layak, kita bisa melihat pusat dari pemerintahan dan supporting-nya ditargetkan bisa selesai 2024," ujarnya saat konferensi pers, Rabu (17/8/2023).

Menurutnya, anggaran IKN mencakup pembangunan Bandara VVIP yang dianggarkan melalui Kementerian Perhubungan. Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menambahkan, pihaknya telah membelanjakan anggaran IKN Nusantara sebesar Rp 54,69 triliun dalam periode 2020-2023. Adapun jumlah paket fisik dalam periode tersebut sebanyak 78 paket dengan total pagu anggaran pekerjaan fisik terkontrak sebesar Rp 54,69 triliun, dengan progres fisik sebesar 17,74 persen.

“Anggaran total IKN sejak 2022-2024 mencapai Rp 56,58 triliun. Jadi anggaran IKN dialokasikan 2022 Rp 5,24 triliun, 2023 Rp 26,67 triliun, dan 2024 Rp 35,7 triliun. Jadi totalnya ada Rp 65,58 triliun," ucapnya.

Secara rinci, kontrak batch I dari 2020 sampai Maret 2023 terdapat 39 paket, dengan total pagu terkontrak atau yang sudah masuk ke konstruksi senilai Rp 24,16 triliun. Saat ini progres fisiknya mencapai 40 persen.

Kemudian, batch II atau paket terkontrak Maret 2023-2024, terdiri dari 39 paket konstruksi dengan total pagu anggaran Rp 30,53 triliun. Saat ini progres fisik untuk batch II ini mencapai 0,11 persen.

Secara umum, progres fisik pembangunan telah mencapai lebih dari 30 persen, termasuk Bendungan Sepaku Semoi yang akhir tahun selesai dan dilakukan impounding atau pengisian. Selain itu, Intake Sepaku Semoi untuk air baku sudah selesai. Lalu, pembangunan rumah ASN/TNI/Polri sebanyak 47 tower akan dimulai pembangunannya September 2023.

"Kita rencanakan Juli 2024, 12 tower akan selesai dan furnish dan akan segera ditempati oleh ASN," ucapnya.

Sementara itu, progres pembangunan jalan tol IKN akan selesai sebagian pada 2024. Kemudian, masjid negara sedang mulai dibangun dan kantor pemerintahan mencakup empat kantor kemenko dan beberapa kementerian lainnya akan selesai pada 2024. **


Artikel Terbaru
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Selasa, 5 Maret 2024 | 12:30:00 WIB