24 Sya'ban 1445 H | Selasa, 5 Maret 2024
×
Fokus Pada Pendidikan Hingga Pemberdayaan Masyarakat, Ima Mahdiah : Saya Ingin Berbuat Lebih Banyak Lagi
daerah | Minggu, 4 Februari 2024 | 13:51:33 WIB
Editor : Budi Harjo | Penulis : Edison
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah bersama sejumlah warga

Jakarta, (Supernews)- Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah, mengaku tengah fokus mempersiapkan masyarakat Jakarta khususnya yang berada di daerah pemilihannya  (Dapil) meliputi Kecamatan Palmerah, Tamansari, Grogol, Petamburan, Kebon Jeruk, dan Kembangan.

Untuk mapan dan mampu menghadapi perubahan kedepan, terlebih dalam menyambut transformasi daerah administrasi DKI Jakarta menjadi Daerah Khusus Jakarta, seiring berlangsungnya perpindahan Ibukota Negara ke Ibukota Nusantara.

"Tidak lama lagi Jakarta akan menjadi kota pusat jasa, bisnis dan pendidikan. Tentu akan semakin banyak peluang bagi masyarakat Jakarta untuk meningkatkan taraf hidup, karena itu kesiapan masyarakat harus terus dipersiapkan mulai dari pendidikan anak, seharusnya untuk masyarakat Jakarta standar pendidikan satu keluarga satu sarjana sudah harus bisa direalisasikan hingga angka 80 persen," ujar Ima dalam diskusi bersama supernews.co.id di Jakarta.  

Menurutnya sejumlah persiapan mulai dari dukungan terhadap peningkatan pendidikan anak di tingkat Sekolah dan Universitas, peningkatan layanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat dalam ekonomi kreatif khususnya kaum ibu dan terlebih masalah jaminan perlindungan terhadap anak, harus terus dilakukan.

"Karenanya pembanguan SDM menjadi prioritas saya, agar bagaimana ketika peluang yang menjanjikan baik itu di dunia pekerjaan, usaha dan lain sebagainya. Masyarakat Jakarta sudah siap menyambutnya. Kita bisa bayangkan ketika pendidikan anak sudah S1, kesehatan keluarga terlindungi dan kaum ibu-ibu kretaif dengan berbagai UMKM. Betapa siapnya kita menyambut setiap pelung yang ditawarkan oleh kemajuan di depan nanti," paparnya.

Sebaliknya, wanita kelahiran tahun 1991 ini mengaku sangat miris ketika mendapati ada anak-anak yang putus sekolah dan tersandung hukum. Baginya hal-hal tersebut sampai saat ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang tak kunjung dapat di tuntaskan tanpa dukungan dari para orang tua dan lingkungan.

"Perih hati saya, kalau ada anak di dapil yang tiba-tiba putus sekolah dan misalnya terlibat tawuran atau kenakalan lainnya. Terkadang sampai termenung mikirinnya, kok bisa ya? kenapa gitu? bicara tidak mampu sementara bantuan pendidikan ada disediakan Pemerintah DKI Jakarta melalui program KJP. Sampai saya sadari, kuncinya adalah orang tua yang harus terus didorong untuk memastikan anak-anaknya tidak putus sekolah, ya dengan kita motivasi bahwa pendidikan itu penting," katanya.

Lebih lanjut, Ima Mahdiah yang pada pemilu legeslatif tahun 2019 lalu berhasil memperoleh sebanyak 30.591 suara itu.  Mengaku hingga saat ini, merasa apa yang telah diperbuatnya kepada masyarakat di Kecamatan Palmerah, Tamansari, Grogol, Petamburan, Kebon Jeruk, dan Kembangan, masih belum cukup. Untuk mengantarkan para konstituennya itu menghadapi tantangan kehidupan di Kota Jakarta ke depannya.

"Dengan semua program yang sudah kita jalankan selama satu periode terakhir, untuk mengatakan kalau masyarakat yang menjadi konstituen saya di dapil sudah siap menghadapi tantangan dan menyambut semua peluang kedepan, saya akui belum. Karena itu, saya ingin berbuat lebih banyak lagi kepada mereka, agar mereka benar-benar siap," tegas politisi PDI-Perjuangan itu.

Dibalik itu Ima Mahdiah yang juga kembali ikut mencalonkan diri sebagai calon legeslatif (Caleg) untuk DPRD DKI Jakarta dari dapil yang sama pada Pemilu 14 Februari 2024 mendatang. Mengaku optimis program kerjanya terkait pembangunan sumber daya manusia menuju Daerah Khusus Jakarta sebagai pusat jasa dan bisnis, akan terealisasi dengan minimal pencapaian di satu keluarga konstituennya terdapat satu orang anak sarjana.

"Kita harus berani mengatakan Covid-19 yang beberapa tahun lalu mengunci masyarakat Jakarta, bukan alasan untuk realisasi program kerja. Tetapi kita harus mengakui kalau Covid-19 telah menciptakan banyak masalah baru di tengah masyarakat yang juga harus kita selesaikan, artinya ada penambahan program kerja pada saat itu. Dan sekarang sudah kembali normal, saya optimis program ini bisa tuntas, satu keluarga, satu sarjana," tandas caleg nomor urut 1 itu.** 


Index
Ada Nama Windy Idol, KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Hasbi Hasan Tersangka Pencucian Uang
Keras! Anggota DPR ini Teriak Desak Hak Angket Kecurangan Pemilu di Hadapan Anak Buah Prabowo
Prabowo Berjanji Dibawah Kepemimpinannya Kelak Akan Banyak Investasi Masuk ke Indonesia
Lima Prajurit TNI Pelaku Penyerangan Polres Jayawijaya Ditetapkan Sebagai Tersangka
Demo di Depan DPR Ribuan Massa Teriak 'Jokowi Mundur! Allahu Akbar!'
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Diduga Terlibat Korupsi Rumah Dinas, KPK Cegah Sekjen DPR Indra Iskandar dan 6 Orang Lainnya ke Luar Negeri
DPR Setujui Badan Legislasi Bahas RUU Daerah Khusus Jakarta
Polisi Periksa Rektor Universitas Pancasila Selama 3 Jam Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Stafnya

supernews
Lonjakan Harga Pangan, Banyak Rumah Tangga di Indonesia Jatuh ke Garis Kemiskinan
Korup dan Berwatak Dinasti, Jokowi Terancam Dimakzulkan Dari Jabatan Presiden
Pembangunan IKN Ditargetkan Tuntas Akhir Tahun 2024, Meskipun Investor Asing Nol dan 30 Persen APBN Telah Terpakai
Mengenal Tumbuhan Kratom Bahan Herbal Yang Disebut Sebagai 'Narkotika Baru' dan Kontroversi di Indonesia
Index
Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto Dinilai Mengurangi Mutu Pendidikan
Pangdam XVII/Cenderawasih: Pembebasan Sandera di Papua Masih Berproses
Sekalipun Tanpa PDI-Perjuangan, 21 Maret Mendatang Fraksi NasDem DPR RI Akan Usulkan Hak Angket
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Silaturahmi ke MUI, Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2024
Rapat Paripurna DPR RI Hanya Dihadiri 164 Anggota
Rapat Paripurna DPR RI Hanya Dihadiri 164 Anggota
Selasa, 5 Maret 2024 | 12:30:00 WIB
10 Anggota Gegana Dinyatakan Jadi Korban Ledakan di Mako Brimob Polda Jatim
Sidang Paripurna DPR, Dasco Bacakan Pidato Puan Soal Kenaikan Harga dan Gagalnya Food Estate
Pidato Puan Diwakili Dasco di Sidang Paripurna DPR RI, Singgung Etika Politik
Rapat Paripurna DPR RI, Dasco Pimpin Sidang, Puan Tak Hadir
Desakan Hak Angket Kian Menguat, Puan dan Cak Imin Tidak Hadir di Paripurna DPR Hari ini
pemerintahan
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Bahasa Indonesia Resmi Digunakan di  Sidang UNESCO, Nadiem Dorong Para Profesional Juga Menggunakannya
Jokowi Groundbreaking Telkom Smart Office di IKN: Transformasi Digital Menuju Kota World-Class ICT
Mendagri Minta Percepatan Transpormasi Identitas Kependudukan Digital Seluruh Warga Indonesia
Image Show
 
Pesawat Latih TNI AU Jatuh di Gunung Bromo
Kamis, 16 November 2023 | 23:42:18 WIB
Kabaharkam Bahas Netralitas Polri
Kamis, 16 November 2023 | 00:40:53 WIB
daerah
Lima Prajurit TNI Pelaku Penyerangan Polres Jayawijaya Ditetapkan Sebagai Tersangka
10 Anggota Gegana Dinyatakan Jadi Korban Ledakan di Mako Brimob Polda Jatim
Cegah Banjir Kembali Genangi Jakarta, Pemprov DKI Bentuk Satgas Sungai Ciliwung
Ledakan Hebat di Mako Brimob Polda Jatim Guncang Surabaya, Diduga Menyebabkan Korban
Politik
Demo di Depan DPR Ribuan Massa Teriak 'Jokowi Mundur! Allahu Akbar!'
Sekalipun Tanpa PDI-Perjuangan, 21 Maret Mendatang Fraksi NasDem DPR RI Akan Usulkan Hak Angket
Desakan Hak Angket Kian Menguat, Puan dan Cak Imin Tidak Hadir di Paripurna DPR Hari ini
Ambang Batas Parlemen 4% Dinilai Tak Adil untuk Partai Kecil

ekonomi
Prabowo Berjanji Dibawah Kepemimpinannya Kelak Akan Banyak Investasi Masuk ke Indonesia
Harga Eceran LPG 3Kg Dibandrol Rp 20 Ribu Hingga Rp 25 Ribu per Tabung,  Pertamina Jamin Stok Aman saat Ramadhan 2024
Program Mudik Gratis Bus Lebaran 2024 Resmi Dibuka: Daftar Kota Tujuan, Jadwal Pendaftaran, dan Syarat Terbaru
Badan Pangan Desak Para Kepala Daerah Terus Lakukan Gerakan Pangan Murah
Hukum
Ada Nama Windy Idol, KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Hasbi Hasan Tersangka Pencucian Uang
Diduga Terlibat Korupsi Rumah Dinas, KPK Cegah Sekjen DPR Indra Iskandar dan 6 Orang Lainnya ke Luar Negeri
Polisi Periksa Rektor Universitas Pancasila Selama 3 Jam Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Stafnya
Polisi Tangkap Mafia Beras Yang Jual 2.000 Ton Beras Bulog Dengan Dokumen Palsu
Nasional
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto Dinilai Mengurangi Mutu Pendidikan
Pangdam XVII/Cenderawasih: Pembebasan Sandera di Papua Masih Berproses
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Silaturahmi ke MUI, Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2024

internasional
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Paus Fransiskus Minta Perang Palestina Dihentikan, 'Tolong, Sudah Cukup'
Joe Biden: Militer AS Akan Mengirimkan Makanan dan Persediaan ke Gaza
Thailand Perketat Penggunaan Ganja Rekreasional hingga Akhir Tahun, Utamakan Untuk Medis
olahraga
Jelang Liga Champion Manchester City Vs FC Copenhagen: Dominasi City Tak Terkalahkan
Tapanuli Utara Berhasil Juarai Lomba Solu Bolon
Tapanuli Utara Berhasil Juarai Lomba Solu Bolon
Senin, 4 Maret 2024 | 05:18:00 WIB
Balapan final F1 Powerboat Danau Toba 2024 dimulai
Balapan final F1 Powerboat Danau Toba 2024 dimulai
Minggu, 3 Maret 2024 | 12:17:00 WIB
Al Nassr vs Al Hazm: Ronaldo Jadi Penonton, Pertandingan Berakhir 4-4


News Popular
Politik
Ekonomi
Hukum
Nasional
Super News
Daerah
CARI BERITA
Fokus Pada Pendidikan Hingga Pemberdayaan Masyarakat, Ima Mahdiah : Saya Ingin Berbuat Lebih Banyak Lagi
daerah | Minggu, 4 Februari 2024 | 13:51:33 WIB
Editor : Budi Harjo | Penulis : Edison
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah bersama sejumlah warga
Pilihan Redaksi

Jakarta, (Supernews)- Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah, mengaku tengah fokus mempersiapkan masyarakat Jakarta khususnya yang berada di daerah pemilihannya  (Dapil) meliputi Kecamatan Palmerah, Tamansari, Grogol, Petamburan, Kebon Jeruk, dan Kembangan.

Untuk mapan dan mampu menghadapi perubahan kedepan, terlebih dalam menyambut transformasi daerah administrasi DKI Jakarta menjadi Daerah Khusus Jakarta, seiring berlangsungnya perpindahan Ibukota Negara ke Ibukota Nusantara.

"Tidak lama lagi Jakarta akan menjadi kota pusat jasa, bisnis dan pendidikan. Tentu akan semakin banyak peluang bagi masyarakat Jakarta untuk meningkatkan taraf hidup, karena itu kesiapan masyarakat harus terus dipersiapkan mulai dari pendidikan anak, seharusnya untuk masyarakat Jakarta standar pendidikan satu keluarga satu sarjana sudah harus bisa direalisasikan hingga angka 80 persen," ujar Ima dalam diskusi bersama supernews.co.id di Jakarta.  

Menurutnya sejumlah persiapan mulai dari dukungan terhadap peningkatan pendidikan anak di tingkat Sekolah dan Universitas, peningkatan layanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat dalam ekonomi kreatif khususnya kaum ibu dan terlebih masalah jaminan perlindungan terhadap anak, harus terus dilakukan.

"Karenanya pembanguan SDM menjadi prioritas saya, agar bagaimana ketika peluang yang menjanjikan baik itu di dunia pekerjaan, usaha dan lain sebagainya. Masyarakat Jakarta sudah siap menyambutnya. Kita bisa bayangkan ketika pendidikan anak sudah S1, kesehatan keluarga terlindungi dan kaum ibu-ibu kretaif dengan berbagai UMKM. Betapa siapnya kita menyambut setiap pelung yang ditawarkan oleh kemajuan di depan nanti," paparnya.

Sebaliknya, wanita kelahiran tahun 1991 ini mengaku sangat miris ketika mendapati ada anak-anak yang putus sekolah dan tersandung hukum. Baginya hal-hal tersebut sampai saat ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang tak kunjung dapat di tuntaskan tanpa dukungan dari para orang tua dan lingkungan.

"Perih hati saya, kalau ada anak di dapil yang tiba-tiba putus sekolah dan misalnya terlibat tawuran atau kenakalan lainnya. Terkadang sampai termenung mikirinnya, kok bisa ya? kenapa gitu? bicara tidak mampu sementara bantuan pendidikan ada disediakan Pemerintah DKI Jakarta melalui program KJP. Sampai saya sadari, kuncinya adalah orang tua yang harus terus didorong untuk memastikan anak-anaknya tidak putus sekolah, ya dengan kita motivasi bahwa pendidikan itu penting," katanya.

Lebih lanjut, Ima Mahdiah yang pada pemilu legeslatif tahun 2019 lalu berhasil memperoleh sebanyak 30.591 suara itu.  Mengaku hingga saat ini, merasa apa yang telah diperbuatnya kepada masyarakat di Kecamatan Palmerah, Tamansari, Grogol, Petamburan, Kebon Jeruk, dan Kembangan, masih belum cukup. Untuk mengantarkan para konstituennya itu menghadapi tantangan kehidupan di Kota Jakarta ke depannya.

"Dengan semua program yang sudah kita jalankan selama satu periode terakhir, untuk mengatakan kalau masyarakat yang menjadi konstituen saya di dapil sudah siap menghadapi tantangan dan menyambut semua peluang kedepan, saya akui belum. Karena itu, saya ingin berbuat lebih banyak lagi kepada mereka, agar mereka benar-benar siap," tegas politisi PDI-Perjuangan itu.

Dibalik itu Ima Mahdiah yang juga kembali ikut mencalonkan diri sebagai calon legeslatif (Caleg) untuk DPRD DKI Jakarta dari dapil yang sama pada Pemilu 14 Februari 2024 mendatang. Mengaku optimis program kerjanya terkait pembangunan sumber daya manusia menuju Daerah Khusus Jakarta sebagai pusat jasa dan bisnis, akan terealisasi dengan minimal pencapaian di satu keluarga konstituennya terdapat satu orang anak sarjana.

"Kita harus berani mengatakan Covid-19 yang beberapa tahun lalu mengunci masyarakat Jakarta, bukan alasan untuk realisasi program kerja. Tetapi kita harus mengakui kalau Covid-19 telah menciptakan banyak masalah baru di tengah masyarakat yang juga harus kita selesaikan, artinya ada penambahan program kerja pada saat itu. Dan sekarang sudah kembali normal, saya optimis program ini bisa tuntas, satu keluarga, satu sarjana," tandas caleg nomor urut 1 itu.** 


Artikel Terbaru
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Selasa, 5 Maret 2024 | 12:30:00 WIB