24 Sya'ban 1445 H | Selasa, 5 Maret 2024
×
DPR Minta Jangan Ada Pihak Yang Membungkam Seruan Para Sivitas Akademika
dpr | Senin, 5 Februari 2024 | 14:19:03 WIB
Editor : Budi Harjo | Penulis : Prabaswara
Ketua Dewan Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Harkristuti Harkrisnowo (kedua kanan depan) serta sejumlah jajaran Sivitas Akademika UI saat menyampaikan deklarasi kebangsaan kampus perjuangan di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Jumat (2/2/2024)

Jakarta, (Supernews)- Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Ketua Komisi X Syaiful Huda yang membidangi masalah pendidikan, meminta kepada siapapun yang merasa terganggu atas ramainya seruan Sivitas Akademika dari berbagai perguruan tinggi terkait ketidak netralan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pemilu 2024 ini. Agar tidak melakukan tindakan yang membungkan gerakan tersebut.

“Seruan sivitas akademika perguruan tinggi dalam beberapa hari terakhir harusnya ditempatkan sebagai pesan keprihatinan para cendikiawan atas berbagai fenomena di Tanah air jelang pelaksanaan Pemilu 2024. Bukan berusaha membungkam mereka dengan berbagai stigma politis atau tudingan berpihak ke calon tertentu,” ujar Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, Senin (5/2/2024).

Dirinya berpendapat terkait sejumlah kalangan yang menuding seruan moral sivitas akademika itu bersifat politis, menurutnya hal itu pendapat yang lumrah. Namun tidak bagi dirinya yang memandang suara sivitas akademika itu sebagai kritik dari kaum cerdik pandai yang tentunya tidak mungkin ditunggangi oleh kepentingan politis.

“Mereka ini para guru besar, rata-rata doktor, dosen senior sehingga mempunyai legitimasi secara akademis menyuarakan keprihatinan atas fenomena yang mengancam masa depan bangsa,” katanya.

Seruan, petisi, pernyataan sikap, dari para civitas akademika ini, lanjut Huda tentu didasarkan pada kondisi objektif yang terjadi jelang Pemilu 2024. Fenomena keberpihakkan aparat pemerintah kepada calon tertentu, munculnya dugaan intimadasi aparat kepada konstetan lain, hingga mobilisasi perangkat desa memenangkan calon tertentu merupakan kondisi yang harus disikapi oleh semua elemen bangsa termasuk kalangan kampus.

“Kita tentu tidak bisa menutup mata dengan situasi politik saat ini di mana salah satu kontestan Pilpres adalah keluarga inti Presiden. Maka sudah sewajarnya jika ada seruan agar semua stakeholder menjaga agar Pemilu kali ini berjalan jujur dan adil,” katanya.

Huda berharap agar semua pihak menempatkan seruan civitas akademika ini sebagai lonceng peringatan agar semua pihak menjaga kualitas dan legitimasi Pemilu. Menurutnya harga yang harus dibayar bangsa ini terlalu mahal jika Pemilu diwarnai kecurangan.

“Pemilu tidak hanya butuh konstitusional tetapi juga butuh legitimasi. Jika diwarnai kecurangan mungkin hasilnya tetap konstitusional karena sesuai prosedur tetapi pasti tidak akan legimate dan itu pasti berbahaya karena pemerintah yang dihasilkan juga tidak akan mendapat dukungan mayoritas rakyat,” tandasny.**


Index
Ada Nama Windy Idol, KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Hasbi Hasan Tersangka Pencucian Uang
Keras! Anggota DPR ini Teriak Desak Hak Angket Kecurangan Pemilu di Hadapan Anak Buah Prabowo
Prabowo Berjanji Dibawah Kepemimpinannya Kelak Akan Banyak Investasi Masuk ke Indonesia
Lima Prajurit TNI Pelaku Penyerangan Polres Jayawijaya Ditetapkan Sebagai Tersangka
Demo di Depan DPR Ribuan Massa Teriak 'Jokowi Mundur! Allahu Akbar!'
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Diduga Terlibat Korupsi Rumah Dinas, KPK Cegah Sekjen DPR Indra Iskandar dan 6 Orang Lainnya ke Luar Negeri
DPR Setujui Badan Legislasi Bahas RUU Daerah Khusus Jakarta
Polisi Periksa Rektor Universitas Pancasila Selama 3 Jam Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Stafnya

supernews
Lonjakan Harga Pangan, Banyak Rumah Tangga di Indonesia Jatuh ke Garis Kemiskinan
Korup dan Berwatak Dinasti, Jokowi Terancam Dimakzulkan Dari Jabatan Presiden
Pembangunan IKN Ditargetkan Tuntas Akhir Tahun 2024, Meskipun Investor Asing Nol dan 30 Persen APBN Telah Terpakai
Mengenal Tumbuhan Kratom Bahan Herbal Yang Disebut Sebagai 'Narkotika Baru' dan Kontroversi di Indonesia
Index
Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto Dinilai Mengurangi Mutu Pendidikan
Pangdam XVII/Cenderawasih: Pembebasan Sandera di Papua Masih Berproses
Sekalipun Tanpa PDI-Perjuangan, 21 Maret Mendatang Fraksi NasDem DPR RI Akan Usulkan Hak Angket
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Silaturahmi ke MUI, Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2024
Rapat Paripurna DPR RI Hanya Dihadiri 164 Anggota
Rapat Paripurna DPR RI Hanya Dihadiri 164 Anggota
Selasa, 5 Maret 2024 | 12:30:00 WIB
10 Anggota Gegana Dinyatakan Jadi Korban Ledakan di Mako Brimob Polda Jatim
Sidang Paripurna DPR, Dasco Bacakan Pidato Puan Soal Kenaikan Harga dan Gagalnya Food Estate
Pidato Puan Diwakili Dasco di Sidang Paripurna DPR RI, Singgung Etika Politik
Rapat Paripurna DPR RI, Dasco Pimpin Sidang, Puan Tak Hadir
Desakan Hak Angket Kian Menguat, Puan dan Cak Imin Tidak Hadir di Paripurna DPR Hari ini
pemerintahan
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Bahasa Indonesia Resmi Digunakan di  Sidang UNESCO, Nadiem Dorong Para Profesional Juga Menggunakannya
Jokowi Groundbreaking Telkom Smart Office di IKN: Transformasi Digital Menuju Kota World-Class ICT
Mendagri Minta Percepatan Transpormasi Identitas Kependudukan Digital Seluruh Warga Indonesia
Image Show
 
Pesawat Latih TNI AU Jatuh di Gunung Bromo
Kamis, 16 November 2023 | 23:42:18 WIB
Kabaharkam Bahas Netralitas Polri
Kamis, 16 November 2023 | 00:40:53 WIB
daerah
Lima Prajurit TNI Pelaku Penyerangan Polres Jayawijaya Ditetapkan Sebagai Tersangka
10 Anggota Gegana Dinyatakan Jadi Korban Ledakan di Mako Brimob Polda Jatim
Cegah Banjir Kembali Genangi Jakarta, Pemprov DKI Bentuk Satgas Sungai Ciliwung
Ledakan Hebat di Mako Brimob Polda Jatim Guncang Surabaya, Diduga Menyebabkan Korban
Politik
Demo di Depan DPR Ribuan Massa Teriak 'Jokowi Mundur! Allahu Akbar!'
Sekalipun Tanpa PDI-Perjuangan, 21 Maret Mendatang Fraksi NasDem DPR RI Akan Usulkan Hak Angket
Desakan Hak Angket Kian Menguat, Puan dan Cak Imin Tidak Hadir di Paripurna DPR Hari ini
Ambang Batas Parlemen 4% Dinilai Tak Adil untuk Partai Kecil

ekonomi
Prabowo Berjanji Dibawah Kepemimpinannya Kelak Akan Banyak Investasi Masuk ke Indonesia
Harga Eceran LPG 3Kg Dibandrol Rp 20 Ribu Hingga Rp 25 Ribu per Tabung,  Pertamina Jamin Stok Aman saat Ramadhan 2024
Program Mudik Gratis Bus Lebaran 2024 Resmi Dibuka: Daftar Kota Tujuan, Jadwal Pendaftaran, dan Syarat Terbaru
Badan Pangan Desak Para Kepala Daerah Terus Lakukan Gerakan Pangan Murah
Hukum
Ada Nama Windy Idol, KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Hasbi Hasan Tersangka Pencucian Uang
Diduga Terlibat Korupsi Rumah Dinas, KPK Cegah Sekjen DPR Indra Iskandar dan 6 Orang Lainnya ke Luar Negeri
Polisi Periksa Rektor Universitas Pancasila Selama 3 Jam Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Stafnya
Polisi Tangkap Mafia Beras Yang Jual 2.000 Ton Beras Bulog Dengan Dokumen Palsu
Nasional
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto Dinilai Mengurangi Mutu Pendidikan
Pangdam XVII/Cenderawasih: Pembebasan Sandera di Papua Masih Berproses
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Silaturahmi ke MUI, Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2024

internasional
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Paus Fransiskus Minta Perang Palestina Dihentikan, 'Tolong, Sudah Cukup'
Joe Biden: Militer AS Akan Mengirimkan Makanan dan Persediaan ke Gaza
Thailand Perketat Penggunaan Ganja Rekreasional hingga Akhir Tahun, Utamakan Untuk Medis
olahraga
Jelang Liga Champion Manchester City Vs FC Copenhagen: Dominasi City Tak Terkalahkan
Tapanuli Utara Berhasil Juarai Lomba Solu Bolon
Tapanuli Utara Berhasil Juarai Lomba Solu Bolon
Senin, 4 Maret 2024 | 05:18:00 WIB
Balapan final F1 Powerboat Danau Toba 2024 dimulai
Balapan final F1 Powerboat Danau Toba 2024 dimulai
Minggu, 3 Maret 2024 | 12:17:00 WIB
Al Nassr vs Al Hazm: Ronaldo Jadi Penonton, Pertandingan Berakhir 4-4


News Popular
Politik
Ekonomi
Hukum
Nasional
Super News
Daerah
CARI BERITA
DPR Minta Jangan Ada Pihak Yang Membungkam Seruan Para Sivitas Akademika
dpr | Senin, 5 Februari 2024 | 14:19:03 WIB
Editor : Budi Harjo | Penulis : Prabaswara
Ketua Dewan Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Harkristuti Harkrisnowo (kedua kanan depan) serta sejumlah jajaran Sivitas Akademika UI saat menyampaikan deklarasi kebangsaan kampus perjuangan di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Jumat (2/2/2024)
Pilihan Redaksi

Jakarta, (Supernews)- Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Ketua Komisi X Syaiful Huda yang membidangi masalah pendidikan, meminta kepada siapapun yang merasa terganggu atas ramainya seruan Sivitas Akademika dari berbagai perguruan tinggi terkait ketidak netralan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pemilu 2024 ini. Agar tidak melakukan tindakan yang membungkan gerakan tersebut.

“Seruan sivitas akademika perguruan tinggi dalam beberapa hari terakhir harusnya ditempatkan sebagai pesan keprihatinan para cendikiawan atas berbagai fenomena di Tanah air jelang pelaksanaan Pemilu 2024. Bukan berusaha membungkam mereka dengan berbagai stigma politis atau tudingan berpihak ke calon tertentu,” ujar Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, Senin (5/2/2024).

Dirinya berpendapat terkait sejumlah kalangan yang menuding seruan moral sivitas akademika itu bersifat politis, menurutnya hal itu pendapat yang lumrah. Namun tidak bagi dirinya yang memandang suara sivitas akademika itu sebagai kritik dari kaum cerdik pandai yang tentunya tidak mungkin ditunggangi oleh kepentingan politis.

“Mereka ini para guru besar, rata-rata doktor, dosen senior sehingga mempunyai legitimasi secara akademis menyuarakan keprihatinan atas fenomena yang mengancam masa depan bangsa,” katanya.

Seruan, petisi, pernyataan sikap, dari para civitas akademika ini, lanjut Huda tentu didasarkan pada kondisi objektif yang terjadi jelang Pemilu 2024. Fenomena keberpihakkan aparat pemerintah kepada calon tertentu, munculnya dugaan intimadasi aparat kepada konstetan lain, hingga mobilisasi perangkat desa memenangkan calon tertentu merupakan kondisi yang harus disikapi oleh semua elemen bangsa termasuk kalangan kampus.

“Kita tentu tidak bisa menutup mata dengan situasi politik saat ini di mana salah satu kontestan Pilpres adalah keluarga inti Presiden. Maka sudah sewajarnya jika ada seruan agar semua stakeholder menjaga agar Pemilu kali ini berjalan jujur dan adil,” katanya.

Huda berharap agar semua pihak menempatkan seruan civitas akademika ini sebagai lonceng peringatan agar semua pihak menjaga kualitas dan legitimasi Pemilu. Menurutnya harga yang harus dibayar bangsa ini terlalu mahal jika Pemilu diwarnai kecurangan.

“Pemilu tidak hanya butuh konstitusional tetapi juga butuh legitimasi. Jika diwarnai kecurangan mungkin hasilnya tetap konstitusional karena sesuai prosedur tetapi pasti tidak akan legimate dan itu pasti berbahaya karena pemerintah yang dihasilkan juga tidak akan mendapat dukungan mayoritas rakyat,” tandasny.**


Artikel Terbaru
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Selasa, 5 Maret 2024 | 12:30:00 WIB