20 Sya'ban 1445 H | Jumat, 1 Maret 2024
×
Sembilan Tahun Memimpin Jokowi Gagal Realisasikan Janjinya Pertumbuhan Ekonomi di Atas 7 Persen
ekonomi | Selasa, 6 Februari 2024 | 11:48:03 WIB
Editor : Budi Harjo | Penulis : Budi Harjo
Ilustrasi neraca pertumbuhan ekonomi

Jakarta, (Supernews)- Jauh panggang dari api. Peribahasa tersebut nampaknya paling pas untuk menggambarkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama hampir satu dekade.  

Berdasarkan data yang dikutip dari bisnis.com, pada 2014, ketika dia maju sebagai Calon Presiden bersama Jusuf Kalla, Jokowi mengumbar janji bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat tumbuh di atas 7 persen, dengan catatan terdapat perombakan iklim investasi dan peningkatan ekspor. 

Sembilan tahun duduk di kursi Istana, janji Jokowi tak kunjung terealisasi. Ekonomi Indonesia stagnan di angka 5% selama hampir satu dekade. 

Mimpi Jokowi agar ekonomi meroket di atas 7% hanya berakhir menjadi angan-angan belaka?  Kenyataannya, Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk periode 2023 tumbuh sebesar 5,05% pada 2023. 

Untuk diketahui, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2023 pun meleset dari target pemerintah yang ditetapkan dalam APBN tahun anggaran 2023, yaitu sebesar 5,3%. Pertumbuhan ekonomi tahun lalu juga melambat atau lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada 2022 (year-on-year/yoy) yang mencapai 5,31%.

Jika melihat data historis pertumbuhan ekonomi di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) atau 2014-2023, realisasi pertumbuhan ekonomi hampir selalu meleset dari target yang ditentukan. 

Pertumbuhan ekonomi pada 2018 di periode pertama pemerintahan Jokowi tercatat sebesar 5,17%, lebih tinggi dari proyeksi sebesar 5,1%. 

Mengawali pemerintahannya di periode pertama, pertumbuhan ekonomi terealisasi pada level 5,04%, di bawah proyeksi pemerintah di 5,4%. Pada 2016 dan 2017, realisasi angka pertumbuhan ekonomi juga berada di bawah proyeksi, yaitu masing-masingnya mencapai 5,02% dan 5,19%, dengan proyeksi masing-masing 5,1% dan 5,3%. 

Pemerintahan Jokowi pada periode kedua juga sulit mengejar pertumbuhan ekonomi sesuai dengan target, apalagi dengan adanya pandemi Covid-19 yang berdampak sangat besar bagi perekonomian Tanah Air. 

Situasi pandemi Covid-19 menyebabkan aktivitas perekonomian harus terhenti. Hal ini guna meredam penyebaran Covid-19. Pada 2020, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,3%. 

Namun demikian, konsekuensi dari pandemi Covid-19, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi, turun -2,07% dan merupakan level terendah sejak 1998 saat krisis moneter terjadi.  

Perekonomian Indonesia perlahan pulih dengan pertumbuhan sebesar 3,69% pada 2021, tapi masih jauh di bawah target 5,5%. Pertumbuhan pada 2022 dan 2023 di mana ekonomi Indonesia sudah mulai pulih pun belum mampu terkerek sesuai dengan proyeksi pemerintah.

Plt. Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan perlambatan ekonomi Indonesia pada 2024 lebih disebabkan oleh faktor perlambatan ekonomi global dan El Nino yang berkepanjangan. 

“Perlambatan ekonomi RI tidak banyak jika dibandingkan dengan tahun lalu, salah satunya didorong perlambatan ekonomi global dan fenomena El Nino yang berdampak pada pertumbuhan lapangan usaha pertanian," katanya. 

Namun demikian, menurut Amalia, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 tetap solid meski ada tantangan pelemahan ekonomi global dan turunnya harga komoditas unggulan Indonesia. 

Dari sisi lapangan usaha, penopang utama pertumbuhan ekonomi pada 2023 yaitu berasal dari sektor industri pengolahan, perdagangan, pertanian, pertambangan, dan konstruksi. 

Sementara berdasarkan pengeluaran, konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) masih menjadi penyumbang utama PDB pada periode tersebut.**


Index
Ahmad Doli Sebut Putusan MK Terkait Penghapusan Parliamentary Threshold Sejalan Dengan Semangat Komisi II DPR
Kasus DBD Mulai Meningkat di Jakarta, Pemerintah Pastikan Seluruh Faskes Siap Melayani
Jokowi Groundbreaking Telkom Smart Office di IKN: Transformasi Digital Menuju Kota World-Class ICT
Al Nassr vs Al Hazm: Ronaldo Jadi Penonton, Pertandingan Berakhir 4-4
Polisi Tetapkan 13 Warga Sebagai Tersangka Penyerangan Personil Polres Jayapuara di Acara Ulang Tahun
Massa FRS-BEM AMIN Demo di Depan Gedung DPR, Lalu Lintas Gatot Subroto Macet
Mobil Listrik Citroen Direncanakan Mulai Perakitan di Indonesia Pada Juli Mendatang
Belasan Pembalap F1 Powetboat Lakukan Uji Coba Lintasan Mulia Raja Napitupulu Balige
Ribuan Warga Geruduk Gedung DPR RI, Tuntut Makzulkan Jokowi dan Turunkan Harga Sembako
Ratusan Emak-emak Demo di KPU Lampung: Pemilu Penuh Kecurangan

supernews
Lonjakan Harga Pangan, Banyak Rumah Tangga di Indonesia Jatuh ke Garis Kemiskinan
Korup dan Berwatak Dinasti, Jokowi Terancam Dimakzulkan Dari Jabatan Presiden
Pembangunan IKN Ditargetkan Tuntas Akhir Tahun 2024, Meskipun Investor Asing Nol dan 30 Persen APBN Telah Terpakai
Mengenal Tumbuhan Kratom Bahan Herbal Yang Disebut Sebagai 'Narkotika Baru' dan Kontroversi di Indonesia
Index
Polisi Ungkap Modus Pemalsuan Data Pemilih PPLN di Kuala Lumpur
MK Hapus Ambang Batas Parlemen, Begini Respons Mahfud
MK Hapus Ambang Batas Parlemen, Begini Respons Mahfud
Jumat, 1 Maret 2024 | 13:00:00 WIB
Jokowi: Upacara HUT RI ke-79 Digelar di IKN Nusantara
Jokowi: Upacara HUT RI ke-79 Digelar di IKN Nusantara
Jumat, 1 Maret 2024 | 12:00:00 WIB
MK Hapus Ambang Batas Parlemen, DPR Diminta Segera Bertindak
Ditanya Soal Rujuk dengan Prabowo, Titiek Soeharto: Kalau Kemauan Publik, Ya Balik ke Pribadi
Buruan Urus, Per Hari ini BPJS Kesehatan Jadi Syarat Untuk Mendapatkan SKCK
Sikap Pemerintah Terkait UU Pilkada Dipertanyakan, Firman Soebagyo : Jika Ingin Memajukan Pilkada Harus Segera
Kata Jokowi Pembangunan IKN Karena Indonesia Ingin Punya Istana Yang Bukan Peninggalan Kolonial
Jokowi: Saya Ingin Bangun Istana Baru, Bukan Pakai Warisan Kolonial
Jadi Tujuan Investasi Baru, Pertumbuhan Ekonomi di Sumbar Semakin Membaik
pemerintahan
Jokowi Groundbreaking Telkom Smart Office di IKN: Transformasi Digital Menuju Kota World-Class ICT
Mendagri Minta Percepatan Transpormasi Identitas Kependudukan Digital Seluruh Warga Indonesia
Bantah Terjadi Kenaikan Harga Beras, Jokowi Minta Wartawan Cek Sendiri Harga di Pasar
Tahun ini Pemerintah Akan Rekrut 2,3 juta CASN Baru, Formasi Guru Diberi Kuota Jumbo
Image Show
 
Pesawat Latih TNI AU Jatuh di Gunung Bromo
Kamis, 16 November 2023 | 23:42:18 WIB
Kabaharkam Bahas Netralitas Polri
Kamis, 16 November 2023 | 00:40:53 WIB
daerah
Kasus DBD Mulai Meningkat di Jakarta, Pemerintah Pastikan Seluruh Faskes Siap Melayani
Polisi Tetapkan 13 Warga Sebagai Tersangka Penyerangan Personil Polres Jayapuara di Acara Ulang Tahun
Polisi Amankan 31 Warga Pelaku Penyerangan Terhadap 1 Perwira dan 6 Personil Polri di Acara Ulang Tahun
45 Kepala Sekolah dan 1 Pengawas di Lingkungan Pemkab Sintang Dilantik
Politik
Jokowi: Saya Ingin Bangun Istana Baru, Bukan Pakai Warisan Kolonial
Belum Kembalikan KTA, PDIP Tak Bahas Status Jokowi dan Gibran
Data Terbaru Real Count Pileg 2024: PPP di Bawah Ambang Batas
TPDI dan Perekat Kirim Surat ke DPR: Dukung Hak Angket untuk Solusi Pemakzulan Jokowi

ekonomi
Mobil Listrik Citroen Direncanakan Mulai Perakitan di Indonesia Pada Juli Mendatang
Jadi Tujuan Investasi Baru, Pertumbuhan Ekonomi di Sumbar Semakin Membaik
Ingin Lebih Responsif dan Inovatif, Bank KB Bukopin Lakukan Transformasi Strategis
Bank Dunia Soroti Program Makan Siang Gratis Indonesia
Bank Dunia Soroti Program Makan Siang Gratis Indonesia
Rabu, 28 Februari 2024 | 11:03:01 WIB
Hukum
Kapolri : Sinergitas TNI-Polri Harga Mati yang Tidak Bisa Digoyahkan oleh Kelompok Manapun
Selama Menjadi Mentri Syahrul Yasin Limpo Didakwa Terima Rp44,5 Miliar Uang Hasil Korupsi
Keluarga Brigadir J Menggugat Ferdy Sambo Rp 7,5 Miliar
Keluarga Brigadir J Menggugat Ferdy Sambo Rp 7,5 Miliar

Rabu, 28 Februari 2024 | 10:39:02 WIB
KPK Segera Tetapkan Tersangka Korupsi Pengadaan Furnitur Rumah Dinas DPR
Nasional
Massa FRS-BEM AMIN Demo di Depan Gedung DPR, Lalu Lintas Gatot Subroto Macet
Ribuan Warga Geruduk Gedung DPR RI, Tuntut Makzulkan Jokowi dan Turunkan Harga Sembako
Ratusan Emak-emak Demo di KPU Lampung: Pemilu Penuh Kecurangan
Polisi Ungkap Modus Pemalsuan Data Pemilih PPLN di Kuala Lumpur

internasional
Thailand Perketat Penggunaan Ganja Rekreasional hingga Akhir Tahun, Utamakan Untuk Medis
Hakim Illinois Larang Donald Trump Ikut Pemilu Pendahuluan Partai Republik
Biden Berharap Gencatan Senjata Israel-Hamas Dimulai Pekan Depan!
AS Kecam Pemukiman Baru Israel di Tepi Barat sebagai Pelanggaran Hukum Internasional
olahraga
Al Nassr vs Al Hazm: Ronaldo Jadi Penonton, Pertandingan Berakhir 4-4
Belasan Pembalap F1 Powetboat Lakukan Uji Coba Lintasan Mulia Raja Napitupulu Balige
Dani Alves Dihapus dari Daftar Legenda Barcelona
Dani Alves Dihapus dari Daftar Legenda Barcelona
Rabu, 28 Februari 2024 | 10:50:38 WIB
MotoGP 2024: Tiket Sudah Bisa Dipesan! Saksikan Aksi Seru di Sirkuit Mandalika


News Popular
Politik
Ekonomi
Hukum
Nasional
Super News
Daerah
CARI BERITA
Sembilan Tahun Memimpin Jokowi Gagal Realisasikan Janjinya Pertumbuhan Ekonomi di Atas 7 Persen
ekonomi | Selasa, 6 Februari 2024 | 11:48:03 WIB
Editor : Budi Harjo | Penulis : Budi Harjo
Ilustrasi neraca pertumbuhan ekonomi
Pilihan Redaksi

Jakarta, (Supernews)- Jauh panggang dari api. Peribahasa tersebut nampaknya paling pas untuk menggambarkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama hampir satu dekade.  

Berdasarkan data yang dikutip dari bisnis.com, pada 2014, ketika dia maju sebagai Calon Presiden bersama Jusuf Kalla, Jokowi mengumbar janji bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat tumbuh di atas 7 persen, dengan catatan terdapat perombakan iklim investasi dan peningkatan ekspor. 

Sembilan tahun duduk di kursi Istana, janji Jokowi tak kunjung terealisasi. Ekonomi Indonesia stagnan di angka 5% selama hampir satu dekade. 

Mimpi Jokowi agar ekonomi meroket di atas 7% hanya berakhir menjadi angan-angan belaka?  Kenyataannya, Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk periode 2023 tumbuh sebesar 5,05% pada 2023. 

Untuk diketahui, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2023 pun meleset dari target pemerintah yang ditetapkan dalam APBN tahun anggaran 2023, yaitu sebesar 5,3%. Pertumbuhan ekonomi tahun lalu juga melambat atau lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada 2022 (year-on-year/yoy) yang mencapai 5,31%.

Jika melihat data historis pertumbuhan ekonomi di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) atau 2014-2023, realisasi pertumbuhan ekonomi hampir selalu meleset dari target yang ditentukan. 

Pertumbuhan ekonomi pada 2018 di periode pertama pemerintahan Jokowi tercatat sebesar 5,17%, lebih tinggi dari proyeksi sebesar 5,1%. 

Mengawali pemerintahannya di periode pertama, pertumbuhan ekonomi terealisasi pada level 5,04%, di bawah proyeksi pemerintah di 5,4%. Pada 2016 dan 2017, realisasi angka pertumbuhan ekonomi juga berada di bawah proyeksi, yaitu masing-masingnya mencapai 5,02% dan 5,19%, dengan proyeksi masing-masing 5,1% dan 5,3%. 

Pemerintahan Jokowi pada periode kedua juga sulit mengejar pertumbuhan ekonomi sesuai dengan target, apalagi dengan adanya pandemi Covid-19 yang berdampak sangat besar bagi perekonomian Tanah Air. 

Situasi pandemi Covid-19 menyebabkan aktivitas perekonomian harus terhenti. Hal ini guna meredam penyebaran Covid-19. Pada 2020, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,3%. 

Namun demikian, konsekuensi dari pandemi Covid-19, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi, turun -2,07% dan merupakan level terendah sejak 1998 saat krisis moneter terjadi.  

Perekonomian Indonesia perlahan pulih dengan pertumbuhan sebesar 3,69% pada 2021, tapi masih jauh di bawah target 5,5%. Pertumbuhan pada 2022 dan 2023 di mana ekonomi Indonesia sudah mulai pulih pun belum mampu terkerek sesuai dengan proyeksi pemerintah.

Plt. Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan perlambatan ekonomi Indonesia pada 2024 lebih disebabkan oleh faktor perlambatan ekonomi global dan El Nino yang berkepanjangan. 

“Perlambatan ekonomi RI tidak banyak jika dibandingkan dengan tahun lalu, salah satunya didorong perlambatan ekonomi global dan fenomena El Nino yang berdampak pada pertumbuhan lapangan usaha pertanian," katanya. 

Namun demikian, menurut Amalia, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 tetap solid meski ada tantangan pelemahan ekonomi global dan turunnya harga komoditas unggulan Indonesia. 

Dari sisi lapangan usaha, penopang utama pertumbuhan ekonomi pada 2023 yaitu berasal dari sektor industri pengolahan, perdagangan, pertanian, pertambangan, dan konstruksi. 

Sementara berdasarkan pengeluaran, konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) masih menjadi penyumbang utama PDB pada periode tersebut.**


Artikel Terbaru
Jumat, 1 Maret 2024 | 13:00:00 WIB
Jumat, 1 Maret 2024 | 12:00:00 WIB