24 Sya'ban 1445 H | Selasa, 5 Maret 2024
×
Sudah Ada Bansos Presiden, Bapanas Hentikan Penyaluran Beras Selama Masa Tenang Pemilu
nasional | Rabu, 7 Februari 2024 | 08:27:07 WIB
Editor : Alvin | Penulis : Alvin
Sudah ada bansos presiden, Bapanas hentikan penyaluran bantuan beras selama masa tenang pemilu. (Foto: Biro Pers Sekretariat Peesiden).

Jakarta, (Supernews) - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menyatakan pihaknya sedang mempertimbangkan untuk menghentikan sementara penyaluran bantuan pangan beras saat hari tenang hingga pencoblosan Pemilu pada tanggal 11-14 Februari 2024.

"Sedang dipertimbangkan untuk dihentikan sementara di hari tenang tanggal 11 Februari sampai dengan pencoblosan 14 Februari 2024," kata Arief Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Rabu (7/2/2024).

Arief menegaskan keputusan mengenai penyaluran bantuan pangan beras ini akan segera diinformasikan kembali karena Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) telah merencanakan distribusi ke Indonesia.

Menurut Arief, bantuan pangan beras telah terbukti sangat efektif dalam menahan kenaikan harga akibat turunnya produksi beras.

Program ini telah direncanakan jauh-jauh hari dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat berpenghasilan rendah.

“Bantuan pangan beras ini sangat efektif menahan kenaikan harga akibat turunnya produksi beras," ujar Arief.

Penyaluran bantuan pangan beras oleh Bapanas dilakukan sesuai dengan amanat UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Perpres 66 Tahun 2021 di mana Badan Pangan Nasional bertugas menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan.

Bantuan pangan beras merupakan program pemerintah yang melibatkan penyaluran beras kepada masyarakat berpendapatan rendah yang termasuk dalam keluarga penerima manfaat (KPM).

Program ini merupakan bagian dari pemanfaatan cadangan beras pemerintah sesuai dengan amanat Perpres 125 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan rencana penyaluran bantuan sosial beras sebanyak 10 kilogram yang direncanakan akan dilakukan pada bulan Februari 2024. Pengumuman ini disampaikan saat kunjungan Presiden ke Gudang Bulog di Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, pada Senin (29/1/2024).

Bantuan ini dijadwalkan akan diberikan kepada masyarakat hingga bulan Juni 2024, dengan kemungkinan untuk diperpanjang tergantung pada ketersediaan anggaran pemerintah.

"Yang paling penting, Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, akan diberikan bantuan (beras). Sampai bulan Juni, jika anggaran negara dianggap mencukupi, kemungkinan bisa dilanjutkan lagi," kata Jokowi.


Index
Ada Nama Windy Idol, KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Hasbi Hasan Tersangka Pencucian Uang
Keras! Anggota DPR ini Teriak Desak Hak Angket Kecurangan Pemilu di Hadapan Anak Buah Prabowo
Prabowo Berjanji Dibawah Kepemimpinannya Kelak Akan Banyak Investasi Masuk ke Indonesia
Lima Prajurit TNI Pelaku Penyerangan Polres Jayawijaya Ditetapkan Sebagai Tersangka
Demo di Depan DPR Ribuan Massa Teriak 'Jokowi Mundur! Allahu Akbar!'
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Diduga Terlibat Korupsi Rumah Dinas, KPK Cegah Sekjen DPR Indra Iskandar dan 6 Orang Lainnya ke Luar Negeri
DPR Setujui Badan Legislasi Bahas RUU Daerah Khusus Jakarta
Polisi Periksa Rektor Universitas Pancasila Selama 3 Jam Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Stafnya

supernews
Lonjakan Harga Pangan, Banyak Rumah Tangga di Indonesia Jatuh ke Garis Kemiskinan
Korup dan Berwatak Dinasti, Jokowi Terancam Dimakzulkan Dari Jabatan Presiden
Pembangunan IKN Ditargetkan Tuntas Akhir Tahun 2024, Meskipun Investor Asing Nol dan 30 Persen APBN Telah Terpakai
Mengenal Tumbuhan Kratom Bahan Herbal Yang Disebut Sebagai 'Narkotika Baru' dan Kontroversi di Indonesia
Index
Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto Dinilai Mengurangi Mutu Pendidikan
Pangdam XVII/Cenderawasih: Pembebasan Sandera di Papua Masih Berproses
Sekalipun Tanpa PDI-Perjuangan, 21 Maret Mendatang Fraksi NasDem DPR RI Akan Usulkan Hak Angket
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Silaturahmi ke MUI, Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2024
Rapat Paripurna DPR RI Hanya Dihadiri 164 Anggota
Rapat Paripurna DPR RI Hanya Dihadiri 164 Anggota
Selasa, 5 Maret 2024 | 12:30:00 WIB
10 Anggota Gegana Dinyatakan Jadi Korban Ledakan di Mako Brimob Polda Jatim
Sidang Paripurna DPR, Dasco Bacakan Pidato Puan Soal Kenaikan Harga dan Gagalnya Food Estate
Pidato Puan Diwakili Dasco di Sidang Paripurna DPR RI, Singgung Etika Politik
Rapat Paripurna DPR RI, Dasco Pimpin Sidang, Puan Tak Hadir
Desakan Hak Angket Kian Menguat, Puan dan Cak Imin Tidak Hadir di Paripurna DPR Hari ini
pemerintahan
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Bahasa Indonesia Resmi Digunakan di  Sidang UNESCO, Nadiem Dorong Para Profesional Juga Menggunakannya
Jokowi Groundbreaking Telkom Smart Office di IKN: Transformasi Digital Menuju Kota World-Class ICT
Mendagri Minta Percepatan Transpormasi Identitas Kependudukan Digital Seluruh Warga Indonesia
Image Show
 
Pesawat Latih TNI AU Jatuh di Gunung Bromo
Kamis, 16 November 2023 | 23:42:18 WIB
Kabaharkam Bahas Netralitas Polri
Kamis, 16 November 2023 | 00:40:53 WIB
daerah
Lima Prajurit TNI Pelaku Penyerangan Polres Jayawijaya Ditetapkan Sebagai Tersangka
10 Anggota Gegana Dinyatakan Jadi Korban Ledakan di Mako Brimob Polda Jatim
Cegah Banjir Kembali Genangi Jakarta, Pemprov DKI Bentuk Satgas Sungai Ciliwung
Ledakan Hebat di Mako Brimob Polda Jatim Guncang Surabaya, Diduga Menyebabkan Korban
Politik
Demo di Depan DPR Ribuan Massa Teriak 'Jokowi Mundur! Allahu Akbar!'
Sekalipun Tanpa PDI-Perjuangan, 21 Maret Mendatang Fraksi NasDem DPR RI Akan Usulkan Hak Angket
Desakan Hak Angket Kian Menguat, Puan dan Cak Imin Tidak Hadir di Paripurna DPR Hari ini
Ambang Batas Parlemen 4% Dinilai Tak Adil untuk Partai Kecil

ekonomi
Prabowo Berjanji Dibawah Kepemimpinannya Kelak Akan Banyak Investasi Masuk ke Indonesia
Harga Eceran LPG 3Kg Dibandrol Rp 20 Ribu Hingga Rp 25 Ribu per Tabung,  Pertamina Jamin Stok Aman saat Ramadhan 2024
Program Mudik Gratis Bus Lebaran 2024 Resmi Dibuka: Daftar Kota Tujuan, Jadwal Pendaftaran, dan Syarat Terbaru
Badan Pangan Desak Para Kepala Daerah Terus Lakukan Gerakan Pangan Murah
Hukum
Ada Nama Windy Idol, KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Hasbi Hasan Tersangka Pencucian Uang
Diduga Terlibat Korupsi Rumah Dinas, KPK Cegah Sekjen DPR Indra Iskandar dan 6 Orang Lainnya ke Luar Negeri
Polisi Periksa Rektor Universitas Pancasila Selama 3 Jam Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Stafnya
Polisi Tangkap Mafia Beras Yang Jual 2.000 Ton Beras Bulog Dengan Dokumen Palsu
Nasional
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto Dinilai Mengurangi Mutu Pendidikan
Pangdam XVII/Cenderawasih: Pembebasan Sandera di Papua Masih Berproses
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Silaturahmi ke MUI, Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2024

internasional
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Paus Fransiskus Minta Perang Palestina Dihentikan, 'Tolong, Sudah Cukup'
Joe Biden: Militer AS Akan Mengirimkan Makanan dan Persediaan ke Gaza
Thailand Perketat Penggunaan Ganja Rekreasional hingga Akhir Tahun, Utamakan Untuk Medis
olahraga
Jelang Liga Champion Manchester City Vs FC Copenhagen: Dominasi City Tak Terkalahkan
Tapanuli Utara Berhasil Juarai Lomba Solu Bolon
Tapanuli Utara Berhasil Juarai Lomba Solu Bolon
Senin, 4 Maret 2024 | 05:18:00 WIB
Balapan final F1 Powerboat Danau Toba 2024 dimulai
Balapan final F1 Powerboat Danau Toba 2024 dimulai
Minggu, 3 Maret 2024 | 12:17:00 WIB
Al Nassr vs Al Hazm: Ronaldo Jadi Penonton, Pertandingan Berakhir 4-4


News Popular
Politik
Ekonomi
Hukum
Nasional
Super News
Daerah
CARI BERITA
Sudah Ada Bansos Presiden, Bapanas Hentikan Penyaluran Beras Selama Masa Tenang Pemilu
nasional | Rabu, 7 Februari 2024 | 08:27:07 WIB
Editor : Alvin | Penulis : Alvin
Sudah ada bansos presiden, Bapanas hentikan penyaluran bantuan beras selama masa tenang pemilu. (Foto: Biro Pers Sekretariat Peesiden).
Pilihan Redaksi

Jakarta, (Supernews) - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menyatakan pihaknya sedang mempertimbangkan untuk menghentikan sementara penyaluran bantuan pangan beras saat hari tenang hingga pencoblosan Pemilu pada tanggal 11-14 Februari 2024.

"Sedang dipertimbangkan untuk dihentikan sementara di hari tenang tanggal 11 Februari sampai dengan pencoblosan 14 Februari 2024," kata Arief Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Rabu (7/2/2024).

Arief menegaskan keputusan mengenai penyaluran bantuan pangan beras ini akan segera diinformasikan kembali karena Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) telah merencanakan distribusi ke Indonesia.

Menurut Arief, bantuan pangan beras telah terbukti sangat efektif dalam menahan kenaikan harga akibat turunnya produksi beras.

Program ini telah direncanakan jauh-jauh hari dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat berpenghasilan rendah.

“Bantuan pangan beras ini sangat efektif menahan kenaikan harga akibat turunnya produksi beras," ujar Arief.

Penyaluran bantuan pangan beras oleh Bapanas dilakukan sesuai dengan amanat UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Perpres 66 Tahun 2021 di mana Badan Pangan Nasional bertugas menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan.

Bantuan pangan beras merupakan program pemerintah yang melibatkan penyaluran beras kepada masyarakat berpendapatan rendah yang termasuk dalam keluarga penerima manfaat (KPM).

Program ini merupakan bagian dari pemanfaatan cadangan beras pemerintah sesuai dengan amanat Perpres 125 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan rencana penyaluran bantuan sosial beras sebanyak 10 kilogram yang direncanakan akan dilakukan pada bulan Februari 2024. Pengumuman ini disampaikan saat kunjungan Presiden ke Gudang Bulog di Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, pada Senin (29/1/2024).

Bantuan ini dijadwalkan akan diberikan kepada masyarakat hingga bulan Juni 2024, dengan kemungkinan untuk diperpanjang tergantung pada ketersediaan anggaran pemerintah.

"Yang paling penting, Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, akan diberikan bantuan (beras). Sampai bulan Juni, jika anggaran negara dianggap mencukupi, kemungkinan bisa dilanjutkan lagi," kata Jokowi.


Artikel Terbaru
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Selasa, 5 Maret 2024 | 12:30:00 WIB