24 Sya'ban 1445 H | Selasa, 5 Maret 2024
×
Mengenang Detik-detik Penting di Wisma Habibie-Ainun: Sejarah dan Pembelajaran Politik
nasional | Rabu, 7 Februari 2024 | 19:58:26 WIB
Editor : Alvin | Penulis : Alvin
Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud, Hasto Kristiyanto saat diskusi "Pilpres dan Memulihkan Distorsi Kompetisi Menjadi Kompromi" yang digelar FDN di Kuningan, Jakarta, Rabu (7/2/2024). (Foto: Dok. PDIP)

Jakarta, (Supernews) - Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud MD, Hasto Kristiyanto, berbagi pengalaman menarik dalam diskusi "Pilpres dan Memulihkan Distorsi Kompetisi Menjadi Kompromi" yang diselenggarakan Forum Dialog Nusantara (FDN) di Perpustakaan Habibie-Ainun, Kuningan, Rabu lalu (7/2/2024).

Hasto mengungkapkan kedatangannya yang lebih awal ke acara tersebut, bertujuan untuk merenung sejenak mengenai situasi yang tengah terjadi di Wisma Habibie-Ainun.

"Dalam momen refleksi itu, saya teringat dengan kisah menarik dalam buku Detik-detik Yang Menentukan yang ditulis oleh Pak Habibie. Khususnya mengenai kejadian kritis menjelang Pengumuman Kabinet Reformasi Pembangunan, di mana Pak Habibie mendapat laporan adanya gerakan Pasukan Kostrad tanpa persetujuan Panglima ABRI saat itu, Jenderal Wiranto. Gerakan tersebut tidak hanya sekadar bentuk ketidakpatuhan. Terlebih lagi, hal itu berpotensi membahayakan keamanan Pak Habibie dan keluarga," ungkap Hasto.

Berdasarkan laporan tersebut, sejarah mencatat bahwa Presiden Habibie mengambil langkah tegas dengan memecat Pangkrostrad saat itu, yaitu Prabowo Subianto.

"Pada saat menjelang senja, Pangkostrad harus diganti dan jabatannya dialihkan kepada Panglima ABRI," kata Hasto, mengutip isi buku karya Habibie.

Menurut Hasto, pelajaran berharga dari kisah tersebut menunjukkan bahwa ketidakpatuhan politik itu berkaitan erat dengan karakter seseorang dalam menghadapi situasi yang rumit.

"Dalam situasi krisis seperti pada masa krisis moneter, ekonomi, sosial, dan politik, sejarah mencatat bagaimana Pak Prabowo justru berupaya memanfaatkan situasi tersebut. Beruntunglah Presiden Habibie menunjukkan sikap yang tegas dengan menolak melantik Prabowo sebagai KSAD seperti yang diusulkan oleh Jenderal Besar AH Nasution. Sebaliknya, Prabowo diberhentikan dan pada saat yang sama, gerakan pasukan ABRI yang tidak terkendali langsung ditindak tegas," paparnya.

Dalam diskusi yang dipandu oleh Ketua Dewan Penasihat FDN, Ilham Akbar Habibie, perwakilan dari tim pemenangan ketiga pasangan calon presiden juga diajak untuk membahas situasi jelang Pilpres 2024.


Index
Ada Nama Windy Idol, KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Hasbi Hasan Tersangka Pencucian Uang
Prabowo Berjanji Dibawah Kepemimpinannya Kelak Akan Banyak Investasi Masuk ke Indonesia
Lima Prajurit TNI Pelaku Penyerangan Polres Jayawijaya Ditetapkan Sebagai Tersangka
Demo di Depan DPR Ribuan Massa Teriak 'Jokowi Mundur! Allahu Akbar!'
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Diduga Terlibat Korupsi Rumah Dinas, KPK Cegah Sekjen DPR Indra Iskandar dan 6 Orang Lainnya ke Luar Negeri
DPR Setujui Badan Legislasi Bahas RUU Daerah Khusus Jakarta
Polisi Periksa Rektor Universitas Pancasila Selama 3 Jam Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Stafnya
Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto Dinilai Mengurangi Mutu Pendidikan

supernews
Lonjakan Harga Pangan, Banyak Rumah Tangga di Indonesia Jatuh ke Garis Kemiskinan
Korup dan Berwatak Dinasti, Jokowi Terancam Dimakzulkan Dari Jabatan Presiden
Pembangunan IKN Ditargetkan Tuntas Akhir Tahun 2024, Meskipun Investor Asing Nol dan 30 Persen APBN Telah Terpakai
Mengenal Tumbuhan Kratom Bahan Herbal Yang Disebut Sebagai 'Narkotika Baru' dan Kontroversi di Indonesia
Index
Pangdam XVII/Cenderawasih: Pembebasan Sandera di Papua Masih Berproses
Sekalipun Tanpa PDI-Perjuangan, 21 Maret Mendatang Fraksi NasDem DPR RI Akan Usulkan Hak Angket
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Silaturahmi ke MUI, Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2024
Rapat Paripurna DPR RI Hanya Dihadiri 164 Anggota
Rapat Paripurna DPR RI Hanya Dihadiri 164 Anggota
Selasa, 5 Maret 2024 | 12:30:00 WIB
10 Anggota Gegana Dinyatakan Jadi Korban Ledakan di Mako Brimob Polda Jatim
Sidang Paripurna DPR, Dasco Bacakan Pidato Puan Soal Kenaikan Harga dan Gagalnya Food Estate
Pidato Puan Diwakili Dasco di Sidang Paripurna DPR RI, Singgung Etika Politik
Rapat Paripurna DPR RI, Dasco Pimpin Sidang, Puan Tak Hadir
Desakan Hak Angket Kian Menguat, Puan dan Cak Imin Tidak Hadir di Paripurna DPR Hari ini
DPR Desak KPK Periksa Bahlil Yang Jadikan Satgas Penataan Lahan Sebagai Mesin Pencetak Uang
pemerintahan
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Bahasa Indonesia Resmi Digunakan di  Sidang UNESCO, Nadiem Dorong Para Profesional Juga Menggunakannya
Jokowi Groundbreaking Telkom Smart Office di IKN: Transformasi Digital Menuju Kota World-Class ICT
Mendagri Minta Percepatan Transpormasi Identitas Kependudukan Digital Seluruh Warga Indonesia
Image Show
 
Pesawat Latih TNI AU Jatuh di Gunung Bromo
Kamis, 16 November 2023 | 23:42:18 WIB
Kabaharkam Bahas Netralitas Polri
Kamis, 16 November 2023 | 00:40:53 WIB
daerah
Lima Prajurit TNI Pelaku Penyerangan Polres Jayawijaya Ditetapkan Sebagai Tersangka
10 Anggota Gegana Dinyatakan Jadi Korban Ledakan di Mako Brimob Polda Jatim
Cegah Banjir Kembali Genangi Jakarta, Pemprov DKI Bentuk Satgas Sungai Ciliwung
Ledakan Hebat di Mako Brimob Polda Jatim Guncang Surabaya, Diduga Menyebabkan Korban
Politik
Demo di Depan DPR Ribuan Massa Teriak 'Jokowi Mundur! Allahu Akbar!'
Sekalipun Tanpa PDI-Perjuangan, 21 Maret Mendatang Fraksi NasDem DPR RI Akan Usulkan Hak Angket
Desakan Hak Angket Kian Menguat, Puan dan Cak Imin Tidak Hadir di Paripurna DPR Hari ini
Ambang Batas Parlemen 4% Dinilai Tak Adil untuk Partai Kecil

ekonomi
Prabowo Berjanji Dibawah Kepemimpinannya Kelak Akan Banyak Investasi Masuk ke Indonesia
Harga Eceran LPG 3Kg Dibandrol Rp 20 Ribu Hingga Rp 25 Ribu per Tabung,  Pertamina Jamin Stok Aman saat Ramadhan 2024
Program Mudik Gratis Bus Lebaran 2024 Resmi Dibuka: Daftar Kota Tujuan, Jadwal Pendaftaran, dan Syarat Terbaru
Badan Pangan Desak Para Kepala Daerah Terus Lakukan Gerakan Pangan Murah
Hukum
Ada Nama Windy Idol, KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Hasbi Hasan Tersangka Pencucian Uang
Diduga Terlibat Korupsi Rumah Dinas, KPK Cegah Sekjen DPR Indra Iskandar dan 6 Orang Lainnya ke Luar Negeri
Polisi Periksa Rektor Universitas Pancasila Selama 3 Jam Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Stafnya
Polisi Tangkap Mafia Beras Yang Jual 2.000 Ton Beras Bulog Dengan Dokumen Palsu
Nasional
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto Dinilai Mengurangi Mutu Pendidikan
Pangdam XVII/Cenderawasih: Pembebasan Sandera di Papua Masih Berproses
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Silaturahmi ke MUI, Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2024

internasional
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Paus Fransiskus Minta Perang Palestina Dihentikan, 'Tolong, Sudah Cukup'
Joe Biden: Militer AS Akan Mengirimkan Makanan dan Persediaan ke Gaza
Thailand Perketat Penggunaan Ganja Rekreasional hingga Akhir Tahun, Utamakan Untuk Medis
olahraga
Jelang Liga Champion Manchester City Vs FC Copenhagen: Dominasi City Tak Terkalahkan
Tapanuli Utara Berhasil Juarai Lomba Solu Bolon
Tapanuli Utara Berhasil Juarai Lomba Solu Bolon
Senin, 4 Maret 2024 | 05:18:00 WIB
Balapan final F1 Powerboat Danau Toba 2024 dimulai
Balapan final F1 Powerboat Danau Toba 2024 dimulai
Minggu, 3 Maret 2024 | 12:17:00 WIB
Al Nassr vs Al Hazm: Ronaldo Jadi Penonton, Pertandingan Berakhir 4-4


News Popular
Politik
Ekonomi
Hukum
Nasional
Super News
Daerah
CARI BERITA
Mengenang Detik-detik Penting di Wisma Habibie-Ainun: Sejarah dan Pembelajaran Politik
nasional | Rabu, 7 Februari 2024 | 19:58:26 WIB
Editor : Alvin | Penulis : Alvin
Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud, Hasto Kristiyanto saat diskusi "Pilpres dan Memulihkan Distorsi Kompetisi Menjadi Kompromi" yang digelar FDN di Kuningan, Jakarta, Rabu (7/2/2024). (Foto: Dok. PDIP)
Pilihan Redaksi

Jakarta, (Supernews) - Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud MD, Hasto Kristiyanto, berbagi pengalaman menarik dalam diskusi "Pilpres dan Memulihkan Distorsi Kompetisi Menjadi Kompromi" yang diselenggarakan Forum Dialog Nusantara (FDN) di Perpustakaan Habibie-Ainun, Kuningan, Rabu lalu (7/2/2024).

Hasto mengungkapkan kedatangannya yang lebih awal ke acara tersebut, bertujuan untuk merenung sejenak mengenai situasi yang tengah terjadi di Wisma Habibie-Ainun.

"Dalam momen refleksi itu, saya teringat dengan kisah menarik dalam buku Detik-detik Yang Menentukan yang ditulis oleh Pak Habibie. Khususnya mengenai kejadian kritis menjelang Pengumuman Kabinet Reformasi Pembangunan, di mana Pak Habibie mendapat laporan adanya gerakan Pasukan Kostrad tanpa persetujuan Panglima ABRI saat itu, Jenderal Wiranto. Gerakan tersebut tidak hanya sekadar bentuk ketidakpatuhan. Terlebih lagi, hal itu berpotensi membahayakan keamanan Pak Habibie dan keluarga," ungkap Hasto.

Berdasarkan laporan tersebut, sejarah mencatat bahwa Presiden Habibie mengambil langkah tegas dengan memecat Pangkrostrad saat itu, yaitu Prabowo Subianto.

"Pada saat menjelang senja, Pangkostrad harus diganti dan jabatannya dialihkan kepada Panglima ABRI," kata Hasto, mengutip isi buku karya Habibie.

Menurut Hasto, pelajaran berharga dari kisah tersebut menunjukkan bahwa ketidakpatuhan politik itu berkaitan erat dengan karakter seseorang dalam menghadapi situasi yang rumit.

"Dalam situasi krisis seperti pada masa krisis moneter, ekonomi, sosial, dan politik, sejarah mencatat bagaimana Pak Prabowo justru berupaya memanfaatkan situasi tersebut. Beruntunglah Presiden Habibie menunjukkan sikap yang tegas dengan menolak melantik Prabowo sebagai KSAD seperti yang diusulkan oleh Jenderal Besar AH Nasution. Sebaliknya, Prabowo diberhentikan dan pada saat yang sama, gerakan pasukan ABRI yang tidak terkendali langsung ditindak tegas," paparnya.

Dalam diskusi yang dipandu oleh Ketua Dewan Penasihat FDN, Ilham Akbar Habibie, perwakilan dari tim pemenangan ketiga pasangan calon presiden juga diajak untuk membahas situasi jelang Pilpres 2024.


Artikel Terbaru
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Selasa, 5 Maret 2024 | 12:30:00 WIB