20 Sya'ban 1445 H | Jumat, 1 Maret 2024
×
Bermula Dari Masalah Kotoran Kucing, Seorang Anak Tega Penjarakan Ayahnya Yang Telah Berusia 70 Tahun
hukum | Kamis, 8 Februari 2024 | 09:58:00 WIB
Editor : Budi Harjo | Penulis : Yoyok
Ilustrasi Kakek 70 tahun ditahan

Tegal, (Supernews)- KT (40) seorang anak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng), tega memenjarakan ayah kandungya sendiri yang telah berusia 70 tahun atas nama Zaenal Arifin. Lantaran sang ayah yang kesal oleh kotoran kucing milik KT, terlanjur menganiayanya.

Fery Junaedi selaku kuasa hukum KT mengungkapkan bahwa pihak keluarga telah berupaya menyelesaikan masalah ini secara damai namun tak kunjung mencapai kesepakatan. Hingga akhirnya ditempuh jalur hukum.

"Namun, tak pernah ada titik damai," katanya.

Lebih lanjut Fery mengungkap, berdasarkan pengakuan KT, penganiayaan dilakukan ayahnya tidak hanya sekali, namun sudah berulang kali. Karena itu, KT bersikeras memenjarakan ayahnya. Padahal ketiga kakak KT sudah berusaha mendamaikannya dengan Zaenal sejak laporan masih dalam proses penyidikan di Polres Tegal hingga di sidang perdana di pengadilan.

"Pada dasarnya, tidak ada niatan anak untuk melaporkan bapaknya atau memenjarakan ayahnya sendiri. Namun, karena keseringan (melakukan penganiayaan), maka anak itu melaporkan," jelas Fery.

Pada akhirnya, kasus ini naik ke pengadilan dengan perkara Nomor 2/Pid.Sus/2024/PN TGL dan telah memasuki sidang dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tegal, Senin (5/2/2024) lalu.

Pasal yang disangkakan adalah Pasal 44 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2024 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Meski demikian, KT justru tidak hadir dalam persidangan. Sedangkan Zaenal keluar dari ruang sidang dengan mengenakan rompi oranye dan dikawal oleh petugas kejaksaan.

"Meskipun laporannya tentang KDRT, tapi di dalam persidangan, KDRT nggak pernah diungkap. Latar belakang kalau yang terungkap di fakta persidangan itu lebih, karena cekcok karena kotoran kucing yang tidak dibersihkan," ungkap Penasihat Hukum Zaenal dari LBH Jalan Menuju Matahari, David Surya.

Menurut David, telah terjadi kriminalisasi dalam kasus kliennya. Karena itu, dia berharap aparat penegak hukum, baik dari Polres, Polda, Kejari, hingga Kejati dapat mencermati perkara dan menghentikan tuntutan.

"Kami sebagai penasehat hukum terdakwa dari LBH Jalan Menuju Matahari, meminta agar masyarakat tetap ikut memperhatikan perkembangan kasus ini. Kami menilai kasus seperti ini tidak seharusnya sampai di persidangan," tulisnya.**


Index
Ada Demo Tandingan di Depan DPR RI, Pecah Suara Massa dan Tolak Hak Angket
Ahmad Doli Sebut Putusan MK Terkait Penghapusan Parliamentary Threshold Sejalan Dengan Semangat Komisi II DPR
Kasus DBD Mulai Meningkat di Jakarta, Pemerintah Pastikan Seluruh Faskes Siap Melayani
Jokowi Groundbreaking Telkom Smart Office di IKN: Transformasi Digital Menuju Kota World-Class ICT
Al Nassr vs Al Hazm: Ronaldo Jadi Penonton, Pertandingan Berakhir 4-4
Polisi Tetapkan 13 Warga Sebagai Tersangka Penyerangan Personil Polres Jayapuara di Acara Ulang Tahun
Massa FRS-BEM AMIN Demo di Depan Gedung DPR, Lalu Lintas Gatot Subroto Macet
Mobil Listrik Citroen Direncanakan Mulai Perakitan di Indonesia Pada Juli Mendatang
Belasan Pembalap F1 Powetboat Lakukan Uji Coba Lintasan Mulia Raja Napitupulu Balige
Ribuan Warga Geruduk Gedung DPR RI, Tuntut Makzulkan Jokowi dan Turunkan Harga Sembako

supernews
Lonjakan Harga Pangan, Banyak Rumah Tangga di Indonesia Jatuh ke Garis Kemiskinan
Korup dan Berwatak Dinasti, Jokowi Terancam Dimakzulkan Dari Jabatan Presiden
Pembangunan IKN Ditargetkan Tuntas Akhir Tahun 2024, Meskipun Investor Asing Nol dan 30 Persen APBN Telah Terpakai
Mengenal Tumbuhan Kratom Bahan Herbal Yang Disebut Sebagai 'Narkotika Baru' dan Kontroversi di Indonesia
Index
Ratusan Emak-emak Demo di KPU Lampung: Pemilu Penuh Kecurangan
Polisi Ungkap Modus Pemalsuan Data Pemilih PPLN di Kuala Lumpur
MK Hapus Ambang Batas Parlemen, Begini Respons Mahfud
MK Hapus Ambang Batas Parlemen, Begini Respons Mahfud
Jumat, 1 Maret 2024 | 13:00:00 WIB
Jokowi: Upacara HUT RI ke-79 Digelar di IKN Nusantara
Jokowi: Upacara HUT RI ke-79 Digelar di IKN Nusantara
Jumat, 1 Maret 2024 | 12:00:00 WIB
MK Hapus Ambang Batas Parlemen, DPR Diminta Segera Bertindak
Ditanya Soal Rujuk dengan Prabowo, Titiek Soeharto: Kalau Kemauan Publik, Ya Balik ke Pribadi
Buruan Urus, Per Hari ini BPJS Kesehatan Jadi Syarat Untuk Mendapatkan SKCK
Sikap Pemerintah Terkait UU Pilkada Dipertanyakan, Firman Soebagyo : Jika Ingin Memajukan Pilkada Harus Segera
Kata Jokowi Pembangunan IKN Karena Indonesia Ingin Punya Istana Yang Bukan Peninggalan Kolonial
Jokowi: Saya Ingin Bangun Istana Baru, Bukan Pakai Warisan Kolonial
pemerintahan
Jokowi Groundbreaking Telkom Smart Office di IKN: Transformasi Digital Menuju Kota World-Class ICT
Mendagri Minta Percepatan Transpormasi Identitas Kependudukan Digital Seluruh Warga Indonesia
Bantah Terjadi Kenaikan Harga Beras, Jokowi Minta Wartawan Cek Sendiri Harga di Pasar
Tahun ini Pemerintah Akan Rekrut 2,3 juta CASN Baru, Formasi Guru Diberi Kuota Jumbo
Image Show
 
Pesawat Latih TNI AU Jatuh di Gunung Bromo
Kamis, 16 November 2023 | 23:42:18 WIB
Kabaharkam Bahas Netralitas Polri
Kamis, 16 November 2023 | 00:40:53 WIB
daerah
Kasus DBD Mulai Meningkat di Jakarta, Pemerintah Pastikan Seluruh Faskes Siap Melayani
Polisi Tetapkan 13 Warga Sebagai Tersangka Penyerangan Personil Polres Jayapuara di Acara Ulang Tahun
Polisi Amankan 31 Warga Pelaku Penyerangan Terhadap 1 Perwira dan 6 Personil Polri di Acara Ulang Tahun
45 Kepala Sekolah dan 1 Pengawas di Lingkungan Pemkab Sintang Dilantik
Politik
Jokowi: Saya Ingin Bangun Istana Baru, Bukan Pakai Warisan Kolonial
Belum Kembalikan KTA, PDIP Tak Bahas Status Jokowi dan Gibran
Data Terbaru Real Count Pileg 2024: PPP di Bawah Ambang Batas
TPDI dan Perekat Kirim Surat ke DPR: Dukung Hak Angket untuk Solusi Pemakzulan Jokowi

ekonomi
Mobil Listrik Citroen Direncanakan Mulai Perakitan di Indonesia Pada Juli Mendatang
Jadi Tujuan Investasi Baru, Pertumbuhan Ekonomi di Sumbar Semakin Membaik
Ingin Lebih Responsif dan Inovatif, Bank KB Bukopin Lakukan Transformasi Strategis
Bank Dunia Soroti Program Makan Siang Gratis Indonesia
Bank Dunia Soroti Program Makan Siang Gratis Indonesia
Rabu, 28 Februari 2024 | 11:03:01 WIB
Hukum
Kapolri : Sinergitas TNI-Polri Harga Mati yang Tidak Bisa Digoyahkan oleh Kelompok Manapun
Selama Menjadi Mentri Syahrul Yasin Limpo Didakwa Terima Rp44,5 Miliar Uang Hasil Korupsi
Keluarga Brigadir J Menggugat Ferdy Sambo Rp 7,5 Miliar
Keluarga Brigadir J Menggugat Ferdy Sambo Rp 7,5 Miliar

Rabu, 28 Februari 2024 | 10:39:02 WIB
KPK Segera Tetapkan Tersangka Korupsi Pengadaan Furnitur Rumah Dinas DPR
Nasional
Ada Demo Tandingan di Depan DPR RI, Pecah Suara Massa dan Tolak Hak Angket
Massa FRS-BEM AMIN Demo di Depan Gedung DPR, Lalu Lintas Gatot Subroto Macet
Ribuan Warga Geruduk Gedung DPR RI, Tuntut Makzulkan Jokowi dan Turunkan Harga Sembako
Ratusan Emak-emak Demo di KPU Lampung: Pemilu Penuh Kecurangan

internasional
Thailand Perketat Penggunaan Ganja Rekreasional hingga Akhir Tahun, Utamakan Untuk Medis
Hakim Illinois Larang Donald Trump Ikut Pemilu Pendahuluan Partai Republik
Biden Berharap Gencatan Senjata Israel-Hamas Dimulai Pekan Depan!
AS Kecam Pemukiman Baru Israel di Tepi Barat sebagai Pelanggaran Hukum Internasional
olahraga
Al Nassr vs Al Hazm: Ronaldo Jadi Penonton, Pertandingan Berakhir 4-4
Belasan Pembalap F1 Powetboat Lakukan Uji Coba Lintasan Mulia Raja Napitupulu Balige
Dani Alves Dihapus dari Daftar Legenda Barcelona
Dani Alves Dihapus dari Daftar Legenda Barcelona
Rabu, 28 Februari 2024 | 10:50:38 WIB
MotoGP 2024: Tiket Sudah Bisa Dipesan! Saksikan Aksi Seru di Sirkuit Mandalika


News Popular
Politik
Ekonomi
Hukum
Nasional
Super News
Daerah
CARI BERITA
Bermula Dari Masalah Kotoran Kucing, Seorang Anak Tega Penjarakan Ayahnya Yang Telah Berusia 70 Tahun
hukum | Kamis, 8 Februari 2024 | 09:58:00 WIB
Editor : Budi Harjo | Penulis : Yoyok
Ilustrasi Kakek 70 tahun ditahan
Pilihan Redaksi

Tegal, (Supernews)- KT (40) seorang anak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng), tega memenjarakan ayah kandungya sendiri yang telah berusia 70 tahun atas nama Zaenal Arifin. Lantaran sang ayah yang kesal oleh kotoran kucing milik KT, terlanjur menganiayanya.

Fery Junaedi selaku kuasa hukum KT mengungkapkan bahwa pihak keluarga telah berupaya menyelesaikan masalah ini secara damai namun tak kunjung mencapai kesepakatan. Hingga akhirnya ditempuh jalur hukum.

"Namun, tak pernah ada titik damai," katanya.

Lebih lanjut Fery mengungkap, berdasarkan pengakuan KT, penganiayaan dilakukan ayahnya tidak hanya sekali, namun sudah berulang kali. Karena itu, KT bersikeras memenjarakan ayahnya. Padahal ketiga kakak KT sudah berusaha mendamaikannya dengan Zaenal sejak laporan masih dalam proses penyidikan di Polres Tegal hingga di sidang perdana di pengadilan.

"Pada dasarnya, tidak ada niatan anak untuk melaporkan bapaknya atau memenjarakan ayahnya sendiri. Namun, karena keseringan (melakukan penganiayaan), maka anak itu melaporkan," jelas Fery.

Pada akhirnya, kasus ini naik ke pengadilan dengan perkara Nomor 2/Pid.Sus/2024/PN TGL dan telah memasuki sidang dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tegal, Senin (5/2/2024) lalu.

Pasal yang disangkakan adalah Pasal 44 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2024 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Meski demikian, KT justru tidak hadir dalam persidangan. Sedangkan Zaenal keluar dari ruang sidang dengan mengenakan rompi oranye dan dikawal oleh petugas kejaksaan.

"Meskipun laporannya tentang KDRT, tapi di dalam persidangan, KDRT nggak pernah diungkap. Latar belakang kalau yang terungkap di fakta persidangan itu lebih, karena cekcok karena kotoran kucing yang tidak dibersihkan," ungkap Penasihat Hukum Zaenal dari LBH Jalan Menuju Matahari, David Surya.

Menurut David, telah terjadi kriminalisasi dalam kasus kliennya. Karena itu, dia berharap aparat penegak hukum, baik dari Polres, Polda, Kejari, hingga Kejati dapat mencermati perkara dan menghentikan tuntutan.

"Kami sebagai penasehat hukum terdakwa dari LBH Jalan Menuju Matahari, meminta agar masyarakat tetap ikut memperhatikan perkembangan kasus ini. Kami menilai kasus seperti ini tidak seharusnya sampai di persidangan," tulisnya.**


Artikel Terbaru
Jumat, 1 Maret 2024 | 13:00:00 WIB
Jumat, 1 Maret 2024 | 12:00:00 WIB