24 Sya'ban 1445 H | Selasa, 5 Maret 2024
×
Megawati Ungkap 'Sisi Gelap Istana': Kekuasaan Itu Sangat Membius
nasional | Jumat, 9 Februari 2024 | 16:19:46 WIB
Editor : Alvin | Penulis : Alvin
Megawati mengungkapkan sisi gelap istana dan kekuasaan yang membius. (Foto: YouTube Kompas TV).

Jakarta, (Supernews) - Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 Republik Indonesia dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), mengungkapkan bahwa istana memiliki sisi gelap yang sering terlupakan oleh banyak orang. Meskipun istana sering terlihat gemerlap, namun ada juga sisi gelap yang perlu diperhatikan.

Megawati menjelaskan bahwa saat ia dibesarkan di Istana Kepresidenan, ia melihat banyak lampu yang menerangi setiap sudut istana.

Namun, ada juga lorong-lorong gelap yang tidak mendapat cahaya. Fakta ini menginspirasi Megawati untuk menciptakan istilah 'sisi gelap istana', yang merujuk pada aspek kekuasaan.

Menurut Megawati, seorang pemimpin harus kuat dan tahan banting, karena banyak orang yang memiliki niat buruk ingin mendekati kekuasaan. 

"Saya mengalami tinggal di Istana. Bukannya sombong, semua lahir di Istana, itulah kehidupan kami. Waktu itu saya melihat, oh ternyata kekuasaan sangat membius," ujar Megawati dalam wawancara eksklusif di program ROSI KOMPAS TV.

Megawati menambahkan bahwa saat tinggal di Istana, banyak orang yang ingin bertemu dengan ayahnya, Presiden Soekarno.

Namun, ketika Soekarno digulingkan dari jabatan presiden pada 20 Februari 1967, orang-orang yang sebelumnya mendukung Soekarno sebagai presiden seumur hidup tidak lagi muncul.

Megawati juga mengungkapkan pentingnya untuk tidak hanya melihat ke atas, tetapi juga ke bawah. Ia mengingatkan bahwa sisi gelap Istana akan terlihat jelas, terutama jika sistem pemerintahan tidak dijalankan dengan baik dan hanya memprioritaskan kekuasaan.

"Jangan lihat ke atas terus, tapi ke bawah. Itu saya rasakan dan saya lihat bagaimana bapak saya dibegitukan," kata Megawati.

Istilah 'sisi gelap Istana' ini pernah diungkapkan oleh Megawati saat memberikan arahan kepada para kader PDIP dalam penutupan Rakernas II di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Megawati menyebutkan bahwa sisi gelap Istana akan terlihat ketika sistem pemerintahan tidak berjalan dengan baik dan hanya fokus pada kekuasaan semata.

Dengan mengungkap 'sisi gelap istana', Megawati ingin memberikan pemahaman bahwa kekuasaan harus dijalankan dengan baik dan bertanggung jawab.

"Di situ juga ada sisi gelapnya. Kenapa? Ya kalau tidak dijalankan dengan baik sebuah pemerintahan itu karena intinya berkuasa saja," kata dia.


Index
Ada Nama Windy Idol, KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Hasbi Hasan Tersangka Pencucian Uang
Keras! Anggota DPR ini Teriak Desak Hak Angket Kecurangan Pemilu di Hadapan Anak Buah Prabowo
Prabowo Berjanji Dibawah Kepemimpinannya Kelak Akan Banyak Investasi Masuk ke Indonesia
Lima Prajurit TNI Pelaku Penyerangan Polres Jayawijaya Ditetapkan Sebagai Tersangka
Demo di Depan DPR Ribuan Massa Teriak 'Jokowi Mundur! Allahu Akbar!'
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Diduga Terlibat Korupsi Rumah Dinas, KPK Cegah Sekjen DPR Indra Iskandar dan 6 Orang Lainnya ke Luar Negeri
DPR Setujui Badan Legislasi Bahas RUU Daerah Khusus Jakarta
Polisi Periksa Rektor Universitas Pancasila Selama 3 Jam Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Stafnya

supernews
Lonjakan Harga Pangan, Banyak Rumah Tangga di Indonesia Jatuh ke Garis Kemiskinan
Korup dan Berwatak Dinasti, Jokowi Terancam Dimakzulkan Dari Jabatan Presiden
Pembangunan IKN Ditargetkan Tuntas Akhir Tahun 2024, Meskipun Investor Asing Nol dan 30 Persen APBN Telah Terpakai
Mengenal Tumbuhan Kratom Bahan Herbal Yang Disebut Sebagai 'Narkotika Baru' dan Kontroversi di Indonesia
Index
Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto Dinilai Mengurangi Mutu Pendidikan
Pangdam XVII/Cenderawasih: Pembebasan Sandera di Papua Masih Berproses
Sekalipun Tanpa PDI-Perjuangan, 21 Maret Mendatang Fraksi NasDem DPR RI Akan Usulkan Hak Angket
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Silaturahmi ke MUI, Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2024
Rapat Paripurna DPR RI Hanya Dihadiri 164 Anggota
Rapat Paripurna DPR RI Hanya Dihadiri 164 Anggota
Selasa, 5 Maret 2024 | 12:30:00 WIB
10 Anggota Gegana Dinyatakan Jadi Korban Ledakan di Mako Brimob Polda Jatim
Sidang Paripurna DPR, Dasco Bacakan Pidato Puan Soal Kenaikan Harga dan Gagalnya Food Estate
Pidato Puan Diwakili Dasco di Sidang Paripurna DPR RI, Singgung Etika Politik
Rapat Paripurna DPR RI, Dasco Pimpin Sidang, Puan Tak Hadir
Desakan Hak Angket Kian Menguat, Puan dan Cak Imin Tidak Hadir di Paripurna DPR Hari ini
pemerintahan
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Bahasa Indonesia Resmi Digunakan di  Sidang UNESCO, Nadiem Dorong Para Profesional Juga Menggunakannya
Jokowi Groundbreaking Telkom Smart Office di IKN: Transformasi Digital Menuju Kota World-Class ICT
Mendagri Minta Percepatan Transpormasi Identitas Kependudukan Digital Seluruh Warga Indonesia
Image Show
 
Pesawat Latih TNI AU Jatuh di Gunung Bromo
Kamis, 16 November 2023 | 23:42:18 WIB
Kabaharkam Bahas Netralitas Polri
Kamis, 16 November 2023 | 00:40:53 WIB
daerah
Lima Prajurit TNI Pelaku Penyerangan Polres Jayawijaya Ditetapkan Sebagai Tersangka
10 Anggota Gegana Dinyatakan Jadi Korban Ledakan di Mako Brimob Polda Jatim
Cegah Banjir Kembali Genangi Jakarta, Pemprov DKI Bentuk Satgas Sungai Ciliwung
Ledakan Hebat di Mako Brimob Polda Jatim Guncang Surabaya, Diduga Menyebabkan Korban
Politik
Demo di Depan DPR Ribuan Massa Teriak 'Jokowi Mundur! Allahu Akbar!'
Sekalipun Tanpa PDI-Perjuangan, 21 Maret Mendatang Fraksi NasDem DPR RI Akan Usulkan Hak Angket
Desakan Hak Angket Kian Menguat, Puan dan Cak Imin Tidak Hadir di Paripurna DPR Hari ini
Ambang Batas Parlemen 4% Dinilai Tak Adil untuk Partai Kecil

ekonomi
Prabowo Berjanji Dibawah Kepemimpinannya Kelak Akan Banyak Investasi Masuk ke Indonesia
Harga Eceran LPG 3Kg Dibandrol Rp 20 Ribu Hingga Rp 25 Ribu per Tabung,  Pertamina Jamin Stok Aman saat Ramadhan 2024
Program Mudik Gratis Bus Lebaran 2024 Resmi Dibuka: Daftar Kota Tujuan, Jadwal Pendaftaran, dan Syarat Terbaru
Badan Pangan Desak Para Kepala Daerah Terus Lakukan Gerakan Pangan Murah
Hukum
Ada Nama Windy Idol, KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Hasbi Hasan Tersangka Pencucian Uang
Diduga Terlibat Korupsi Rumah Dinas, KPK Cegah Sekjen DPR Indra Iskandar dan 6 Orang Lainnya ke Luar Negeri
Polisi Periksa Rektor Universitas Pancasila Selama 3 Jam Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Stafnya
Polisi Tangkap Mafia Beras Yang Jual 2.000 Ton Beras Bulog Dengan Dokumen Palsu
Nasional
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto Dinilai Mengurangi Mutu Pendidikan
Pangdam XVII/Cenderawasih: Pembebasan Sandera di Papua Masih Berproses
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Silaturahmi ke MUI, Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2024

internasional
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Paus Fransiskus Minta Perang Palestina Dihentikan, 'Tolong, Sudah Cukup'
Joe Biden: Militer AS Akan Mengirimkan Makanan dan Persediaan ke Gaza
Thailand Perketat Penggunaan Ganja Rekreasional hingga Akhir Tahun, Utamakan Untuk Medis
olahraga
Jelang Liga Champion Manchester City Vs FC Copenhagen: Dominasi City Tak Terkalahkan
Tapanuli Utara Berhasil Juarai Lomba Solu Bolon
Tapanuli Utara Berhasil Juarai Lomba Solu Bolon
Senin, 4 Maret 2024 | 05:18:00 WIB
Balapan final F1 Powerboat Danau Toba 2024 dimulai
Balapan final F1 Powerboat Danau Toba 2024 dimulai
Minggu, 3 Maret 2024 | 12:17:00 WIB
Al Nassr vs Al Hazm: Ronaldo Jadi Penonton, Pertandingan Berakhir 4-4


News Popular
Politik
Ekonomi
Hukum
Nasional
Super News
Daerah
CARI BERITA
Megawati Ungkap 'Sisi Gelap Istana': Kekuasaan Itu Sangat Membius
nasional | Jumat, 9 Februari 2024 | 16:19:46 WIB
Editor : Alvin | Penulis : Alvin
Megawati mengungkapkan sisi gelap istana dan kekuasaan yang membius. (Foto: YouTube Kompas TV).
Pilihan Redaksi

Jakarta, (Supernews) - Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 Republik Indonesia dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), mengungkapkan bahwa istana memiliki sisi gelap yang sering terlupakan oleh banyak orang. Meskipun istana sering terlihat gemerlap, namun ada juga sisi gelap yang perlu diperhatikan.

Megawati menjelaskan bahwa saat ia dibesarkan di Istana Kepresidenan, ia melihat banyak lampu yang menerangi setiap sudut istana.

Namun, ada juga lorong-lorong gelap yang tidak mendapat cahaya. Fakta ini menginspirasi Megawati untuk menciptakan istilah 'sisi gelap istana', yang merujuk pada aspek kekuasaan.

Menurut Megawati, seorang pemimpin harus kuat dan tahan banting, karena banyak orang yang memiliki niat buruk ingin mendekati kekuasaan. 

"Saya mengalami tinggal di Istana. Bukannya sombong, semua lahir di Istana, itulah kehidupan kami. Waktu itu saya melihat, oh ternyata kekuasaan sangat membius," ujar Megawati dalam wawancara eksklusif di program ROSI KOMPAS TV.

Megawati menambahkan bahwa saat tinggal di Istana, banyak orang yang ingin bertemu dengan ayahnya, Presiden Soekarno.

Namun, ketika Soekarno digulingkan dari jabatan presiden pada 20 Februari 1967, orang-orang yang sebelumnya mendukung Soekarno sebagai presiden seumur hidup tidak lagi muncul.

Megawati juga mengungkapkan pentingnya untuk tidak hanya melihat ke atas, tetapi juga ke bawah. Ia mengingatkan bahwa sisi gelap Istana akan terlihat jelas, terutama jika sistem pemerintahan tidak dijalankan dengan baik dan hanya memprioritaskan kekuasaan.

"Jangan lihat ke atas terus, tapi ke bawah. Itu saya rasakan dan saya lihat bagaimana bapak saya dibegitukan," kata Megawati.

Istilah 'sisi gelap Istana' ini pernah diungkapkan oleh Megawati saat memberikan arahan kepada para kader PDIP dalam penutupan Rakernas II di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Megawati menyebutkan bahwa sisi gelap Istana akan terlihat ketika sistem pemerintahan tidak berjalan dengan baik dan hanya fokus pada kekuasaan semata.

Dengan mengungkap 'sisi gelap istana', Megawati ingin memberikan pemahaman bahwa kekuasaan harus dijalankan dengan baik dan bertanggung jawab.

"Di situ juga ada sisi gelapnya. Kenapa? Ya kalau tidak dijalankan dengan baik sebuah pemerintahan itu karena intinya berkuasa saja," kata dia.


Artikel Terbaru
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Selasa, 5 Maret 2024 | 12:30:00 WIB