24 Sya'ban 1445 H | Selasa, 5 Maret 2024
×
Rizieq Shihab Minta Jemaah Tak Takut dengan Capres yang Punya Kekuatan Besar
politik | Jumat, 9 Februari 2024 | 16:51:50 WIB
Editor : Alvin | Penulis : Alvin
Habib Rizieq Shihab meminta jemaahnya tidak takut dengan capres lain yang disokong kekuatan besar. (Foto: istimewa)

Jakarta, (Supernews) - Eks Ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, menyebutkan nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam ceramahnya di acara Istighosah Kubro yang diadakan oleh PA 212 di Pademangan, Jakarta Utara, pada Jumat (9/2/2024) dini hari.

Hal tersebut terjadi ketika Rizieq menyatakan dukungannya untuk pasangan calon Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) serta meminta pendukungnya untuk tidak takut dalam memenangkan pasangan calon tersebut, meskipun tidak mendapat dukungan dari kekuatan elite politik dan ekonomi.

"Enggak usah takut kalau ada calon lain didukung oleh kekuatan ekonomi, kekuatan politik, kekuatan segala-gala yang mereka miliki, enggak usah takut," ujar Rizieq.

Rizieq kemudian mengingat pengalaman mereka saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta beberapa waktu yang lalu, di mana Anies dan Ahok saling bersaing.

Rizieq mengatakan bahwa pada saat itu, mereka merasa tidak memiliki modal apa pun dibandingkan dengan Ahok yang didukung oleh sejumlah kekuatan di tanah air.

"Di Jakarta waktu kita lawan Ahok kita punya apa sih? Ingat waktu Pilkada di Jakarta? Ahok didukung presiden, Kapolri, Panglima TNI, didukung semua media mainstream, partai-partai besar, didukung konglomerat, lembaga-lembaga survei, semua lembaga survei mengatakan Ahok menang satu putaran dia akan mendapat 70 persen suara," ucap Rizieq.

Rizieq melanjutkan bahwa Ahok pada saat itu diperkirakan akan menang karena memiliki semua kekuatan yang diperlukan untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Namun, kenyataannya berbeda. Ahok akhirnya kalah dan tidak dapat menjabat sebagai orang nomor satu di Ibu Kota negara.

"Ahok didukung oleh kekuatan luar negeri, saudara. Di atas kertas Ahok menang. Tapi apa yang terjadi setelah itu, Allah SWT tetap menghendaki Ahok lengser dan longsor umat Islam yang diberikan kemenangan saudara," jelasnya.

Menurut Rizieq, kegagalan Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta saat itu disebabkan oleh adanya kecurangan.

Selain itu, kekompakan dari pendukungnya juga menjadi faktor kekalahan Ahok dalam pertarungan kepemimpinan di daerah tersebut.

"Kita berjuang bersama, akhirnya saudara berhala yang satu ini dipuja-puji oleh kelompok-kelompok tertentu, kalah, lengser, longsor. Udah kalah masuk penjara lagi saudara. Alhamdulillah," ujar Rizieq.

Namun, Rizieq mengklaim bahwa pernyataannya tersebut bukanlah upaya untuk mengungkit luka lama yang terjadi pada saat itu. Ia menekankan bahwa itu hanya sebagai pengingat bagi pendukungnya agar tidak takut menghadapi musuh yang kuat.

"Saya bukan ingin membuka luka lama, hanya ingin menjadi pengingat kita agar tidak takut melihat kebesaran musuh," pungkasnya.


Index
Ada Nama Windy Idol, KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Hasbi Hasan Tersangka Pencucian Uang
Keras! Anggota DPR ini Teriak Desak Hak Angket Kecurangan Pemilu di Hadapan Anak Buah Prabowo
Prabowo Berjanji Dibawah Kepemimpinannya Kelak Akan Banyak Investasi Masuk ke Indonesia
Lima Prajurit TNI Pelaku Penyerangan Polres Jayawijaya Ditetapkan Sebagai Tersangka
Demo di Depan DPR Ribuan Massa Teriak 'Jokowi Mundur! Allahu Akbar!'
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Diduga Terlibat Korupsi Rumah Dinas, KPK Cegah Sekjen DPR Indra Iskandar dan 6 Orang Lainnya ke Luar Negeri
DPR Setujui Badan Legislasi Bahas RUU Daerah Khusus Jakarta
Polisi Periksa Rektor Universitas Pancasila Selama 3 Jam Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Stafnya

supernews
Lonjakan Harga Pangan, Banyak Rumah Tangga di Indonesia Jatuh ke Garis Kemiskinan
Korup dan Berwatak Dinasti, Jokowi Terancam Dimakzulkan Dari Jabatan Presiden
Pembangunan IKN Ditargetkan Tuntas Akhir Tahun 2024, Meskipun Investor Asing Nol dan 30 Persen APBN Telah Terpakai
Mengenal Tumbuhan Kratom Bahan Herbal Yang Disebut Sebagai 'Narkotika Baru' dan Kontroversi di Indonesia
Index
Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto Dinilai Mengurangi Mutu Pendidikan
Pangdam XVII/Cenderawasih: Pembebasan Sandera di Papua Masih Berproses
Sekalipun Tanpa PDI-Perjuangan, 21 Maret Mendatang Fraksi NasDem DPR RI Akan Usulkan Hak Angket
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Silaturahmi ke MUI, Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2024
Rapat Paripurna DPR RI Hanya Dihadiri 164 Anggota
Rapat Paripurna DPR RI Hanya Dihadiri 164 Anggota
Selasa, 5 Maret 2024 | 12:30:00 WIB
10 Anggota Gegana Dinyatakan Jadi Korban Ledakan di Mako Brimob Polda Jatim
Sidang Paripurna DPR, Dasco Bacakan Pidato Puan Soal Kenaikan Harga dan Gagalnya Food Estate
Pidato Puan Diwakili Dasco di Sidang Paripurna DPR RI, Singgung Etika Politik
Rapat Paripurna DPR RI, Dasco Pimpin Sidang, Puan Tak Hadir
Desakan Hak Angket Kian Menguat, Puan dan Cak Imin Tidak Hadir di Paripurna DPR Hari ini
pemerintahan
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Bahasa Indonesia Resmi Digunakan di  Sidang UNESCO, Nadiem Dorong Para Profesional Juga Menggunakannya
Jokowi Groundbreaking Telkom Smart Office di IKN: Transformasi Digital Menuju Kota World-Class ICT
Mendagri Minta Percepatan Transpormasi Identitas Kependudukan Digital Seluruh Warga Indonesia
Image Show
 
Pesawat Latih TNI AU Jatuh di Gunung Bromo
Kamis, 16 November 2023 | 23:42:18 WIB
Kabaharkam Bahas Netralitas Polri
Kamis, 16 November 2023 | 00:40:53 WIB
daerah
Lima Prajurit TNI Pelaku Penyerangan Polres Jayawijaya Ditetapkan Sebagai Tersangka
10 Anggota Gegana Dinyatakan Jadi Korban Ledakan di Mako Brimob Polda Jatim
Cegah Banjir Kembali Genangi Jakarta, Pemprov DKI Bentuk Satgas Sungai Ciliwung
Ledakan Hebat di Mako Brimob Polda Jatim Guncang Surabaya, Diduga Menyebabkan Korban
Politik
Demo di Depan DPR Ribuan Massa Teriak 'Jokowi Mundur! Allahu Akbar!'
Sekalipun Tanpa PDI-Perjuangan, 21 Maret Mendatang Fraksi NasDem DPR RI Akan Usulkan Hak Angket
Desakan Hak Angket Kian Menguat, Puan dan Cak Imin Tidak Hadir di Paripurna DPR Hari ini
Ambang Batas Parlemen 4% Dinilai Tak Adil untuk Partai Kecil

ekonomi
Prabowo Berjanji Dibawah Kepemimpinannya Kelak Akan Banyak Investasi Masuk ke Indonesia
Harga Eceran LPG 3Kg Dibandrol Rp 20 Ribu Hingga Rp 25 Ribu per Tabung,  Pertamina Jamin Stok Aman saat Ramadhan 2024
Program Mudik Gratis Bus Lebaran 2024 Resmi Dibuka: Daftar Kota Tujuan, Jadwal Pendaftaran, dan Syarat Terbaru
Badan Pangan Desak Para Kepala Daerah Terus Lakukan Gerakan Pangan Murah
Hukum
Ada Nama Windy Idol, KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Hasbi Hasan Tersangka Pencucian Uang
Diduga Terlibat Korupsi Rumah Dinas, KPK Cegah Sekjen DPR Indra Iskandar dan 6 Orang Lainnya ke Luar Negeri
Polisi Periksa Rektor Universitas Pancasila Selama 3 Jam Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Stafnya
Polisi Tangkap Mafia Beras Yang Jual 2.000 Ton Beras Bulog Dengan Dokumen Palsu
Nasional
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto Dinilai Mengurangi Mutu Pendidikan
Pangdam XVII/Cenderawasih: Pembebasan Sandera di Papua Masih Berproses
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Silaturahmi ke MUI, Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2024

internasional
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Paus Fransiskus Minta Perang Palestina Dihentikan, 'Tolong, Sudah Cukup'
Joe Biden: Militer AS Akan Mengirimkan Makanan dan Persediaan ke Gaza
Thailand Perketat Penggunaan Ganja Rekreasional hingga Akhir Tahun, Utamakan Untuk Medis
olahraga
Jelang Liga Champion Manchester City Vs FC Copenhagen: Dominasi City Tak Terkalahkan
Tapanuli Utara Berhasil Juarai Lomba Solu Bolon
Tapanuli Utara Berhasil Juarai Lomba Solu Bolon
Senin, 4 Maret 2024 | 05:18:00 WIB
Balapan final F1 Powerboat Danau Toba 2024 dimulai
Balapan final F1 Powerboat Danau Toba 2024 dimulai
Minggu, 3 Maret 2024 | 12:17:00 WIB
Al Nassr vs Al Hazm: Ronaldo Jadi Penonton, Pertandingan Berakhir 4-4


News Popular
Politik
Ekonomi
Hukum
Nasional
Super News
Daerah
CARI BERITA
Rizieq Shihab Minta Jemaah Tak Takut dengan Capres yang Punya Kekuatan Besar
politik | Jumat, 9 Februari 2024 | 16:51:50 WIB
Editor : Alvin | Penulis : Alvin
Habib Rizieq Shihab meminta jemaahnya tidak takut dengan capres lain yang disokong kekuatan besar. (Foto: istimewa)
Pilihan Redaksi

Jakarta, (Supernews) - Eks Ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, menyebutkan nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam ceramahnya di acara Istighosah Kubro yang diadakan oleh PA 212 di Pademangan, Jakarta Utara, pada Jumat (9/2/2024) dini hari.

Hal tersebut terjadi ketika Rizieq menyatakan dukungannya untuk pasangan calon Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) serta meminta pendukungnya untuk tidak takut dalam memenangkan pasangan calon tersebut, meskipun tidak mendapat dukungan dari kekuatan elite politik dan ekonomi.

"Enggak usah takut kalau ada calon lain didukung oleh kekuatan ekonomi, kekuatan politik, kekuatan segala-gala yang mereka miliki, enggak usah takut," ujar Rizieq.

Rizieq kemudian mengingat pengalaman mereka saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta beberapa waktu yang lalu, di mana Anies dan Ahok saling bersaing.

Rizieq mengatakan bahwa pada saat itu, mereka merasa tidak memiliki modal apa pun dibandingkan dengan Ahok yang didukung oleh sejumlah kekuatan di tanah air.

"Di Jakarta waktu kita lawan Ahok kita punya apa sih? Ingat waktu Pilkada di Jakarta? Ahok didukung presiden, Kapolri, Panglima TNI, didukung semua media mainstream, partai-partai besar, didukung konglomerat, lembaga-lembaga survei, semua lembaga survei mengatakan Ahok menang satu putaran dia akan mendapat 70 persen suara," ucap Rizieq.

Rizieq melanjutkan bahwa Ahok pada saat itu diperkirakan akan menang karena memiliki semua kekuatan yang diperlukan untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Namun, kenyataannya berbeda. Ahok akhirnya kalah dan tidak dapat menjabat sebagai orang nomor satu di Ibu Kota negara.

"Ahok didukung oleh kekuatan luar negeri, saudara. Di atas kertas Ahok menang. Tapi apa yang terjadi setelah itu, Allah SWT tetap menghendaki Ahok lengser dan longsor umat Islam yang diberikan kemenangan saudara," jelasnya.

Menurut Rizieq, kegagalan Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta saat itu disebabkan oleh adanya kecurangan.

Selain itu, kekompakan dari pendukungnya juga menjadi faktor kekalahan Ahok dalam pertarungan kepemimpinan di daerah tersebut.

"Kita berjuang bersama, akhirnya saudara berhala yang satu ini dipuja-puji oleh kelompok-kelompok tertentu, kalah, lengser, longsor. Udah kalah masuk penjara lagi saudara. Alhamdulillah," ujar Rizieq.

Namun, Rizieq mengklaim bahwa pernyataannya tersebut bukanlah upaya untuk mengungkit luka lama yang terjadi pada saat itu. Ia menekankan bahwa itu hanya sebagai pengingat bagi pendukungnya agar tidak takut menghadapi musuh yang kuat.

"Saya bukan ingin membuka luka lama, hanya ingin menjadi pengingat kita agar tidak takut melihat kebesaran musuh," pungkasnya.


Artikel Terbaru
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Selasa, 5 Maret 2024 | 12:30:00 WIB