20 Sya'ban 1445 H | Jumat, 1 Maret 2024
×
Kampanye Akbar di JIS, Anies: Sepertiga Ekonomi RI Dikuasai Segelintir Elite, Tidak Bisa Dibiarkan
politik | Sabtu, 10 Februari 2024 | 12:51:10 WIB
Editor : Alvin | Penulis : Alvin
Di kampanye akbar JIS, Anies menyinggung soal isu ketimpangan ekonomi di mana sepertiga ekonomi RI dikuasai segelintir elite.

Jakarta, (Supernews) - Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan, telah menyuarakan isu mengenai obrolan di ruang tertutup yang menyatakan bahwa beberapa orang menguasai sepertiga ekonomi Indonesia.

"Beberapa orang menguasai sepertiga ekonomi Indonesia, sementara 280 juta orang harus berebut sisa-sisanya. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan. Rakyat Indonesia harus memiliki kesempatan yang setara dan masa depan yang setara," ujar Anies saat kampanye akbar Pilpres 2024 di Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu (10/2).

Anies berharap bahwa kondisi yang memprihatinkan tersebut tidak boleh dibiarkan dan harus diubah melalui Pilpres 2024. Anies juga memberi peringatan bahwa jika Pilpres 2024 tidak dilaksanakan secara adil, dia siap untuk melawan.

"Karena itulah kita bergerak untuk melakukan perubahan dan kita sadar bahwa mereka di pihak lain tidak akan diam begitu saja. Namun, kita tidak akan menghadapi mereka dengan kemarahan. Kita akan menghadapinya dengan welas asih, kita akan menghadapinya dengan cinta sebagai warga negara Indonesia," kata Anies.

"Namun jika mereka berlaku curang dan tidak menjalankan yang adil, kita siap untuk melawan," katanya

Anies kembali mengingatkan bahwa kita tidak boleh membiarkan perlakuan yang tidak adil berlalu begitu saja tanpa tantangan. Dia juga meminta agar pesan ini disampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia.

"Kita ingin praktik demokrasi yang adil dan terbuka, serta tingginya penghormatan terhadap etika. Ketika etika diabaikan, ketika etika menjadi nomor kedua, kami hadir untuk membawa pesan bahwa kami akan melakukan perubahan. Mengembalikan etika adalah prioritas penting dalam menjalankan negara," ungkap Anies.


Index
Ahmad Doli Sebut Putusan MK Terkait Penghapusan Parliamentary Threshold Sejalan Dengan Semangat Komisi II DPR
Kasus DBD Mulai Meningkat di Jakarta, Pemerintah Pastikan Seluruh Faskes Siap Melayani
Jokowi Groundbreaking Telkom Smart Office di IKN: Transformasi Digital Menuju Kota World-Class ICT
Al Nassr vs Al Hazm: Ronaldo Jadi Penonton, Pertandingan Berakhir 4-4
Polisi Tetapkan 13 Warga Sebagai Tersangka Penyerangan Personil Polres Jayapuara di Acara Ulang Tahun
Massa FRS-BEM AMIN Demo di Depan Gedung DPR, Lalu Lintas Gatot Subroto Macet
Mobil Listrik Citroen Direncanakan Mulai Perakitan di Indonesia Pada Juli Mendatang
Belasan Pembalap F1 Powetboat Lakukan Uji Coba Lintasan Mulia Raja Napitupulu Balige
Ribuan Warga Geruduk Gedung DPR RI, Tuntut Makzulkan Jokowi dan Turunkan Harga Sembako
Ratusan Emak-emak Demo di KPU Lampung: Pemilu Penuh Kecurangan

supernews
Lonjakan Harga Pangan, Banyak Rumah Tangga di Indonesia Jatuh ke Garis Kemiskinan
Korup dan Berwatak Dinasti, Jokowi Terancam Dimakzulkan Dari Jabatan Presiden
Pembangunan IKN Ditargetkan Tuntas Akhir Tahun 2024, Meskipun Investor Asing Nol dan 30 Persen APBN Telah Terpakai
Mengenal Tumbuhan Kratom Bahan Herbal Yang Disebut Sebagai 'Narkotika Baru' dan Kontroversi di Indonesia
Index
Polisi Ungkap Modus Pemalsuan Data Pemilih PPLN di Kuala Lumpur
MK Hapus Ambang Batas Parlemen, Begini Respons Mahfud
MK Hapus Ambang Batas Parlemen, Begini Respons Mahfud
Jumat, 1 Maret 2024 | 13:00:00 WIB
Jokowi: Upacara HUT RI ke-79 Digelar di IKN Nusantara
Jokowi: Upacara HUT RI ke-79 Digelar di IKN Nusantara
Jumat, 1 Maret 2024 | 12:00:00 WIB
MK Hapus Ambang Batas Parlemen, DPR Diminta Segera Bertindak
Ditanya Soal Rujuk dengan Prabowo, Titiek Soeharto: Kalau Kemauan Publik, Ya Balik ke Pribadi
Buruan Urus, Per Hari ini BPJS Kesehatan Jadi Syarat Untuk Mendapatkan SKCK
Sikap Pemerintah Terkait UU Pilkada Dipertanyakan, Firman Soebagyo : Jika Ingin Memajukan Pilkada Harus Segera
Kata Jokowi Pembangunan IKN Karena Indonesia Ingin Punya Istana Yang Bukan Peninggalan Kolonial
Jokowi: Saya Ingin Bangun Istana Baru, Bukan Pakai Warisan Kolonial
Jadi Tujuan Investasi Baru, Pertumbuhan Ekonomi di Sumbar Semakin Membaik
pemerintahan
Jokowi Groundbreaking Telkom Smart Office di IKN: Transformasi Digital Menuju Kota World-Class ICT
Mendagri Minta Percepatan Transpormasi Identitas Kependudukan Digital Seluruh Warga Indonesia
Bantah Terjadi Kenaikan Harga Beras, Jokowi Minta Wartawan Cek Sendiri Harga di Pasar
Tahun ini Pemerintah Akan Rekrut 2,3 juta CASN Baru, Formasi Guru Diberi Kuota Jumbo
Image Show
 
Pesawat Latih TNI AU Jatuh di Gunung Bromo
Kamis, 16 November 2023 | 23:42:18 WIB
Kabaharkam Bahas Netralitas Polri
Kamis, 16 November 2023 | 00:40:53 WIB
daerah
Kasus DBD Mulai Meningkat di Jakarta, Pemerintah Pastikan Seluruh Faskes Siap Melayani
Polisi Tetapkan 13 Warga Sebagai Tersangka Penyerangan Personil Polres Jayapuara di Acara Ulang Tahun
Polisi Amankan 31 Warga Pelaku Penyerangan Terhadap 1 Perwira dan 6 Personil Polri di Acara Ulang Tahun
45 Kepala Sekolah dan 1 Pengawas di Lingkungan Pemkab Sintang Dilantik
Politik
Jokowi: Saya Ingin Bangun Istana Baru, Bukan Pakai Warisan Kolonial
Belum Kembalikan KTA, PDIP Tak Bahas Status Jokowi dan Gibran
Data Terbaru Real Count Pileg 2024: PPP di Bawah Ambang Batas
TPDI dan Perekat Kirim Surat ke DPR: Dukung Hak Angket untuk Solusi Pemakzulan Jokowi

ekonomi
Mobil Listrik Citroen Direncanakan Mulai Perakitan di Indonesia Pada Juli Mendatang
Jadi Tujuan Investasi Baru, Pertumbuhan Ekonomi di Sumbar Semakin Membaik
Ingin Lebih Responsif dan Inovatif, Bank KB Bukopin Lakukan Transformasi Strategis
Bank Dunia Soroti Program Makan Siang Gratis Indonesia
Bank Dunia Soroti Program Makan Siang Gratis Indonesia
Rabu, 28 Februari 2024 | 11:03:01 WIB
Hukum
Kapolri : Sinergitas TNI-Polri Harga Mati yang Tidak Bisa Digoyahkan oleh Kelompok Manapun
Selama Menjadi Mentri Syahrul Yasin Limpo Didakwa Terima Rp44,5 Miliar Uang Hasil Korupsi
Keluarga Brigadir J Menggugat Ferdy Sambo Rp 7,5 Miliar
Keluarga Brigadir J Menggugat Ferdy Sambo Rp 7,5 Miliar

Rabu, 28 Februari 2024 | 10:39:02 WIB
KPK Segera Tetapkan Tersangka Korupsi Pengadaan Furnitur Rumah Dinas DPR
Nasional
Massa FRS-BEM AMIN Demo di Depan Gedung DPR, Lalu Lintas Gatot Subroto Macet
Ribuan Warga Geruduk Gedung DPR RI, Tuntut Makzulkan Jokowi dan Turunkan Harga Sembako
Ratusan Emak-emak Demo di KPU Lampung: Pemilu Penuh Kecurangan
Polisi Ungkap Modus Pemalsuan Data Pemilih PPLN di Kuala Lumpur

internasional
Thailand Perketat Penggunaan Ganja Rekreasional hingga Akhir Tahun, Utamakan Untuk Medis
Hakim Illinois Larang Donald Trump Ikut Pemilu Pendahuluan Partai Republik
Biden Berharap Gencatan Senjata Israel-Hamas Dimulai Pekan Depan!
AS Kecam Pemukiman Baru Israel di Tepi Barat sebagai Pelanggaran Hukum Internasional
olahraga
Al Nassr vs Al Hazm: Ronaldo Jadi Penonton, Pertandingan Berakhir 4-4
Belasan Pembalap F1 Powetboat Lakukan Uji Coba Lintasan Mulia Raja Napitupulu Balige
Dani Alves Dihapus dari Daftar Legenda Barcelona
Dani Alves Dihapus dari Daftar Legenda Barcelona
Rabu, 28 Februari 2024 | 10:50:38 WIB
MotoGP 2024: Tiket Sudah Bisa Dipesan! Saksikan Aksi Seru di Sirkuit Mandalika


News Popular
Politik
Ekonomi
Hukum
Nasional
Super News
Daerah
CARI BERITA
Kampanye Akbar di JIS, Anies: Sepertiga Ekonomi RI Dikuasai Segelintir Elite, Tidak Bisa Dibiarkan
politik | Sabtu, 10 Februari 2024 | 12:51:10 WIB
Editor : Alvin | Penulis : Alvin
Di kampanye akbar JIS, Anies menyinggung soal isu ketimpangan ekonomi di mana sepertiga ekonomi RI dikuasai segelintir elite.
Pilihan Redaksi

Jakarta, (Supernews) - Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan, telah menyuarakan isu mengenai obrolan di ruang tertutup yang menyatakan bahwa beberapa orang menguasai sepertiga ekonomi Indonesia.

"Beberapa orang menguasai sepertiga ekonomi Indonesia, sementara 280 juta orang harus berebut sisa-sisanya. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan. Rakyat Indonesia harus memiliki kesempatan yang setara dan masa depan yang setara," ujar Anies saat kampanye akbar Pilpres 2024 di Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu (10/2).

Anies berharap bahwa kondisi yang memprihatinkan tersebut tidak boleh dibiarkan dan harus diubah melalui Pilpres 2024. Anies juga memberi peringatan bahwa jika Pilpres 2024 tidak dilaksanakan secara adil, dia siap untuk melawan.

"Karena itulah kita bergerak untuk melakukan perubahan dan kita sadar bahwa mereka di pihak lain tidak akan diam begitu saja. Namun, kita tidak akan menghadapi mereka dengan kemarahan. Kita akan menghadapinya dengan welas asih, kita akan menghadapinya dengan cinta sebagai warga negara Indonesia," kata Anies.

"Namun jika mereka berlaku curang dan tidak menjalankan yang adil, kita siap untuk melawan," katanya

Anies kembali mengingatkan bahwa kita tidak boleh membiarkan perlakuan yang tidak adil berlalu begitu saja tanpa tantangan. Dia juga meminta agar pesan ini disampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia.

"Kita ingin praktik demokrasi yang adil dan terbuka, serta tingginya penghormatan terhadap etika. Ketika etika diabaikan, ketika etika menjadi nomor kedua, kami hadir untuk membawa pesan bahwa kami akan melakukan perubahan. Mengembalikan etika adalah prioritas penting dalam menjalankan negara," ungkap Anies.


Artikel Terbaru
Jumat, 1 Maret 2024 | 13:00:00 WIB
Jumat, 1 Maret 2024 | 12:00:00 WIB