20 Sya'ban 1445 H | Jumat, 1 Maret 2024
×
Pratikno, Master of whisperers Jokowi Dengan Segala Lika Likunya
sosok | Sabtu, 10 Februari 2024 | 11:53:00 WIB
Editor : Budi Harjo | Penulis : Bachtiar RH Simanulang
Presiden Jokowi saat berbisik dengan Pratikno

Tenang, ramah dan selalu melempar senyum lebar kepada setiap orang yang ditemuinya, begitulah sosok kasat mata dari Menteri Sekretaris Negara Prof. Dr. Pratikno, M.Soc. Sc. Yah, sangat identik, begitulah kesimpulannya ketika kita harus menggambarkan sosok itu dengan  Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini, pasca pemilu 2014. Keduanya terlihat memiliki kemiripan yang sangat identik, Pratikno berhasil mengubah sosok seorang Jokowi, begitu pendapatnya.

Sebagai orang terbilang sangat dekat dengan Presiden Jokowi, Pratikno bukan orang sembarangan di atas meja percaturan politik, dengan background seorang Akademisi hingga  Dekan Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Gadjah Mada (UGM). Pratikno adalah seorang Profesor Poltik, dan saat ini bisa disebut sebagai Profesor politiknya Jokowi.

Dibalik kompleksitas politik Indonesia saat ini, Pratikno disebut-sebut oleh banyak pihak sebagai orang yang paling berpengaruh atas setiap keputusan polik Presiden Jokowi. Bahkan Pratikno juga disebut sebagai 'Master of whisperers' yang berarti sebagai 'Pembisik-nya' Jokowi.  Sejumlah peranan penting yang tak terlihat oleh publik disebut-sebut seringkali dimaikan oleh Pratikno, terbaru dirinya disebut sebagai orang yang membisikan nama Dito Ariotedjo untuk diangkat menjadi Mentri Pemuda dan Olahraga (Menpora) oleh Jokowi, hingga Jokowipun mengangkat Dito Ariotedjo.

Tidak hanya itu, kesuksesan Gibran Rakabuming Raka maju sebagai calon wakil Presiden dalam pemilu 2024 ini mendampingi Prabowo Subianto, santer juga disebut sebagai salah satu karya politik terbesar Pratikno di Indonesia.

Dibalik dari semua cerita itu, harus diakui Pratikno adalah bekas orang susah dan miskin yang berhasil mengubah hidupnya, hingga seperti sekarang ini.  Pratikno kecil  lahir di Bojonegoro pada 13 Februari 1962.

Di kampung halamannya, Pratikno menyebut tidak ada satu pun gedung sekolah dasar, dan ia bersama teman-temannya belajar di rumah seorang kepala desa. Dalam kondisi sederhana tersebut, Pratikno, yang berasal dari keluarga miskin, bahkan tidak menggunakan sepatu saat berangkat ke sekolah, namun dia terus berlari menelusuri hutan jati dan perkebunan tembakau menuju sekolahnya demi mengejar pendidikan dan mimpinya.

Pratikno merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara dari pasangan Kariman dan Kasminah yang berprofesi sebagai guru SDN di Dolokgede. Sang Ayah pernah menjabat Kepala Desa dan Kepala Sekolah SD di kampung halamannya.

Setelah lulus sekolah dasar, ia melanjutkan ke SMP 1 Padangan yang berjarak 20 kilometer dari kampungnya. Orangtuanya mengizinkannya indekos dekat sekolahnya demi melanjutkan pendidikan dan belajar hidup mandiri, di kosannya Pratikno emasak nasi sendiri dan membeli lauk serta sayurannya di warung setiap pagi.

Setelah lulus SMP, Pratikno melanjutkan SMA di Kota Bojonegero, Jawa Timur, sekitar 40 km dari rumahnya. Lulus dari sana, ia melanjutkan kuliah di jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas UGM, Yogyakarta. Meskipun cita-citanya awalnya ingin menjadi sekretaris daerah, nasib mempertemukannya dengan jalur akademis.

Sejak diterima sebagai dosen di almamaternya pada usia 23 tahun, Pratikno mengabdikan dirinya hampir tiga dekade di UGM. Kariernya mulai terbuka ketika ia terpilih menjadi Dekan FISIP UGM, ketika Pratikno dipercaya oleh KPU sebagai salah satu pemandu debat Capres tahun 2009. Sebagai Dekan FISIP UGM, ia mendapatkan kesempatan sebagai moderator dalam Debat Capres yang bertopik “NKRI, Demokrasi, dan Otonomi Daerah”. Selain itu, Pratikno juga ditunjuk menjadi tim seleksi anggota KPU dan Bawaslu. Ia kemudian terpilih menjadi rektor ke-14 Universitas Gadjah Mada dengan masa jabatan 2012–2017.

Keberhasilannya tidak hanya di dunia akademis, berhasil membawanya masuk kedalam politik. Pada tahun 2014, Pratikno dipercaya menjadi anggota tim sinkronisasi Tim Transisi Jokowi-Jusuf kalla. Ia bertugas menyatukan semua usulan kelompok kerja Tim Transisi dan menetapkan langkah prioritas pelaksanaannya sebagai masukan kepada presiden terpilih.

Sebagai anggota Tim Transisi, Pratikno memiliki kedekatan dengan Jokowi yang masih satu almamater di UGM. Kedekatan itu akhirnya membawa Pratikno menjadi Menteri Sekretaris Negara dalam Kabinet Kerja 2014–2019. Pada periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi, Pratikno kembali dipercaya menjabat Mensesneg dalam Kabinet Indonesia Maju 2019–2024.

Bahkan dipenghujung masa jabatan Presiden Jokowi mempin Indonesia saat ini, Pratikno kian terlihat mendominasi sejumlah permainana politk dari belakang layar, hingga ada guyonan yang menyebut "Jokowi Boleh Tinggalkan Istana, Tapi Tidak Untuk Pratikno."**


Index
Ahmad Doli Sebut Putusan MK Terkait Penghapusan Parliamentary Threshold Sejalan Dengan Semangat Komisi II DPR
Kasus DBD Mulai Meningkat di Jakarta, Pemerintah Pastikan Seluruh Faskes Siap Melayani
Jokowi Groundbreaking Telkom Smart Office di IKN: Transformasi Digital Menuju Kota World-Class ICT
Al Nassr vs Al Hazm: Ronaldo Jadi Penonton, Pertandingan Berakhir 4-4
Polisi Tetapkan 13 Warga Sebagai Tersangka Penyerangan Personil Polres Jayapuara di Acara Ulang Tahun
Massa FRS-BEM AMIN Demo di Depan Gedung DPR, Lalu Lintas Gatot Subroto Macet
Mobil Listrik Citroen Direncanakan Mulai Perakitan di Indonesia Pada Juli Mendatang
Belasan Pembalap F1 Powetboat Lakukan Uji Coba Lintasan Mulia Raja Napitupulu Balige
Ribuan Warga Geruduk Gedung DPR RI, Tuntut Makzulkan Jokowi dan Turunkan Harga Sembako
Ratusan Emak-emak Demo di KPU Lampung: Pemilu Penuh Kecurangan

supernews
Lonjakan Harga Pangan, Banyak Rumah Tangga di Indonesia Jatuh ke Garis Kemiskinan
Korup dan Berwatak Dinasti, Jokowi Terancam Dimakzulkan Dari Jabatan Presiden
Pembangunan IKN Ditargetkan Tuntas Akhir Tahun 2024, Meskipun Investor Asing Nol dan 30 Persen APBN Telah Terpakai
Mengenal Tumbuhan Kratom Bahan Herbal Yang Disebut Sebagai 'Narkotika Baru' dan Kontroversi di Indonesia
Index
Polisi Ungkap Modus Pemalsuan Data Pemilih PPLN di Kuala Lumpur
MK Hapus Ambang Batas Parlemen, Begini Respons Mahfud
MK Hapus Ambang Batas Parlemen, Begini Respons Mahfud
Jumat, 1 Maret 2024 | 13:00:00 WIB
Jokowi: Upacara HUT RI ke-79 Digelar di IKN Nusantara
Jokowi: Upacara HUT RI ke-79 Digelar di IKN Nusantara
Jumat, 1 Maret 2024 | 12:00:00 WIB
MK Hapus Ambang Batas Parlemen, DPR Diminta Segera Bertindak
Ditanya Soal Rujuk dengan Prabowo, Titiek Soeharto: Kalau Kemauan Publik, Ya Balik ke Pribadi
Buruan Urus, Per Hari ini BPJS Kesehatan Jadi Syarat Untuk Mendapatkan SKCK
Sikap Pemerintah Terkait UU Pilkada Dipertanyakan, Firman Soebagyo : Jika Ingin Memajukan Pilkada Harus Segera
Kata Jokowi Pembangunan IKN Karena Indonesia Ingin Punya Istana Yang Bukan Peninggalan Kolonial
Jokowi: Saya Ingin Bangun Istana Baru, Bukan Pakai Warisan Kolonial
Jadi Tujuan Investasi Baru, Pertumbuhan Ekonomi di Sumbar Semakin Membaik
pemerintahan
Jokowi Groundbreaking Telkom Smart Office di IKN: Transformasi Digital Menuju Kota World-Class ICT
Mendagri Minta Percepatan Transpormasi Identitas Kependudukan Digital Seluruh Warga Indonesia
Bantah Terjadi Kenaikan Harga Beras, Jokowi Minta Wartawan Cek Sendiri Harga di Pasar
Tahun ini Pemerintah Akan Rekrut 2,3 juta CASN Baru, Formasi Guru Diberi Kuota Jumbo
Image Show
 
Pesawat Latih TNI AU Jatuh di Gunung Bromo
Kamis, 16 November 2023 | 23:42:18 WIB
Kabaharkam Bahas Netralitas Polri
Kamis, 16 November 2023 | 00:40:53 WIB
daerah
Kasus DBD Mulai Meningkat di Jakarta, Pemerintah Pastikan Seluruh Faskes Siap Melayani
Polisi Tetapkan 13 Warga Sebagai Tersangka Penyerangan Personil Polres Jayapuara di Acara Ulang Tahun
Polisi Amankan 31 Warga Pelaku Penyerangan Terhadap 1 Perwira dan 6 Personil Polri di Acara Ulang Tahun
45 Kepala Sekolah dan 1 Pengawas di Lingkungan Pemkab Sintang Dilantik
Politik
Jokowi: Saya Ingin Bangun Istana Baru, Bukan Pakai Warisan Kolonial
Belum Kembalikan KTA, PDIP Tak Bahas Status Jokowi dan Gibran
Data Terbaru Real Count Pileg 2024: PPP di Bawah Ambang Batas
TPDI dan Perekat Kirim Surat ke DPR: Dukung Hak Angket untuk Solusi Pemakzulan Jokowi

ekonomi
Mobil Listrik Citroen Direncanakan Mulai Perakitan di Indonesia Pada Juli Mendatang
Jadi Tujuan Investasi Baru, Pertumbuhan Ekonomi di Sumbar Semakin Membaik
Ingin Lebih Responsif dan Inovatif, Bank KB Bukopin Lakukan Transformasi Strategis
Bank Dunia Soroti Program Makan Siang Gratis Indonesia
Bank Dunia Soroti Program Makan Siang Gratis Indonesia
Rabu, 28 Februari 2024 | 11:03:01 WIB
Hukum
Kapolri : Sinergitas TNI-Polri Harga Mati yang Tidak Bisa Digoyahkan oleh Kelompok Manapun
Selama Menjadi Mentri Syahrul Yasin Limpo Didakwa Terima Rp44,5 Miliar Uang Hasil Korupsi
Keluarga Brigadir J Menggugat Ferdy Sambo Rp 7,5 Miliar
Keluarga Brigadir J Menggugat Ferdy Sambo Rp 7,5 Miliar

Rabu, 28 Februari 2024 | 10:39:02 WIB
KPK Segera Tetapkan Tersangka Korupsi Pengadaan Furnitur Rumah Dinas DPR
Nasional
Massa FRS-BEM AMIN Demo di Depan Gedung DPR, Lalu Lintas Gatot Subroto Macet
Ribuan Warga Geruduk Gedung DPR RI, Tuntut Makzulkan Jokowi dan Turunkan Harga Sembako
Ratusan Emak-emak Demo di KPU Lampung: Pemilu Penuh Kecurangan
Polisi Ungkap Modus Pemalsuan Data Pemilih PPLN di Kuala Lumpur

internasional
Thailand Perketat Penggunaan Ganja Rekreasional hingga Akhir Tahun, Utamakan Untuk Medis
Hakim Illinois Larang Donald Trump Ikut Pemilu Pendahuluan Partai Republik
Biden Berharap Gencatan Senjata Israel-Hamas Dimulai Pekan Depan!
AS Kecam Pemukiman Baru Israel di Tepi Barat sebagai Pelanggaran Hukum Internasional
olahraga
Al Nassr vs Al Hazm: Ronaldo Jadi Penonton, Pertandingan Berakhir 4-4
Belasan Pembalap F1 Powetboat Lakukan Uji Coba Lintasan Mulia Raja Napitupulu Balige
Dani Alves Dihapus dari Daftar Legenda Barcelona
Dani Alves Dihapus dari Daftar Legenda Barcelona
Rabu, 28 Februari 2024 | 10:50:38 WIB
MotoGP 2024: Tiket Sudah Bisa Dipesan! Saksikan Aksi Seru di Sirkuit Mandalika


News Popular
Politik
Ekonomi
Hukum
Nasional
Super News
Daerah
CARI BERITA
Pratikno, Master of whisperers Jokowi Dengan Segala Lika Likunya
sosok | Sabtu, 10 Februari 2024 | 11:53:00 WIB
Editor : Budi Harjo | Penulis : Bachtiar RH Simanulang
Presiden Jokowi saat berbisik dengan Pratikno
Pilihan Redaksi

Tenang, ramah dan selalu melempar senyum lebar kepada setiap orang yang ditemuinya, begitulah sosok kasat mata dari Menteri Sekretaris Negara Prof. Dr. Pratikno, M.Soc. Sc. Yah, sangat identik, begitulah kesimpulannya ketika kita harus menggambarkan sosok itu dengan  Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini, pasca pemilu 2014. Keduanya terlihat memiliki kemiripan yang sangat identik, Pratikno berhasil mengubah sosok seorang Jokowi, begitu pendapatnya.

Sebagai orang terbilang sangat dekat dengan Presiden Jokowi, Pratikno bukan orang sembarangan di atas meja percaturan politik, dengan background seorang Akademisi hingga  Dekan Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Gadjah Mada (UGM). Pratikno adalah seorang Profesor Poltik, dan saat ini bisa disebut sebagai Profesor politiknya Jokowi.

Dibalik kompleksitas politik Indonesia saat ini, Pratikno disebut-sebut oleh banyak pihak sebagai orang yang paling berpengaruh atas setiap keputusan polik Presiden Jokowi. Bahkan Pratikno juga disebut sebagai 'Master of whisperers' yang berarti sebagai 'Pembisik-nya' Jokowi.  Sejumlah peranan penting yang tak terlihat oleh publik disebut-sebut seringkali dimaikan oleh Pratikno, terbaru dirinya disebut sebagai orang yang membisikan nama Dito Ariotedjo untuk diangkat menjadi Mentri Pemuda dan Olahraga (Menpora) oleh Jokowi, hingga Jokowipun mengangkat Dito Ariotedjo.

Tidak hanya itu, kesuksesan Gibran Rakabuming Raka maju sebagai calon wakil Presiden dalam pemilu 2024 ini mendampingi Prabowo Subianto, santer juga disebut sebagai salah satu karya politik terbesar Pratikno di Indonesia.

Dibalik dari semua cerita itu, harus diakui Pratikno adalah bekas orang susah dan miskin yang berhasil mengubah hidupnya, hingga seperti sekarang ini.  Pratikno kecil  lahir di Bojonegoro pada 13 Februari 1962.

Di kampung halamannya, Pratikno menyebut tidak ada satu pun gedung sekolah dasar, dan ia bersama teman-temannya belajar di rumah seorang kepala desa. Dalam kondisi sederhana tersebut, Pratikno, yang berasal dari keluarga miskin, bahkan tidak menggunakan sepatu saat berangkat ke sekolah, namun dia terus berlari menelusuri hutan jati dan perkebunan tembakau menuju sekolahnya demi mengejar pendidikan dan mimpinya.

Pratikno merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara dari pasangan Kariman dan Kasminah yang berprofesi sebagai guru SDN di Dolokgede. Sang Ayah pernah menjabat Kepala Desa dan Kepala Sekolah SD di kampung halamannya.

Setelah lulus sekolah dasar, ia melanjutkan ke SMP 1 Padangan yang berjarak 20 kilometer dari kampungnya. Orangtuanya mengizinkannya indekos dekat sekolahnya demi melanjutkan pendidikan dan belajar hidup mandiri, di kosannya Pratikno emasak nasi sendiri dan membeli lauk serta sayurannya di warung setiap pagi.

Setelah lulus SMP, Pratikno melanjutkan SMA di Kota Bojonegero, Jawa Timur, sekitar 40 km dari rumahnya. Lulus dari sana, ia melanjutkan kuliah di jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas UGM, Yogyakarta. Meskipun cita-citanya awalnya ingin menjadi sekretaris daerah, nasib mempertemukannya dengan jalur akademis.

Sejak diterima sebagai dosen di almamaternya pada usia 23 tahun, Pratikno mengabdikan dirinya hampir tiga dekade di UGM. Kariernya mulai terbuka ketika ia terpilih menjadi Dekan FISIP UGM, ketika Pratikno dipercaya oleh KPU sebagai salah satu pemandu debat Capres tahun 2009. Sebagai Dekan FISIP UGM, ia mendapatkan kesempatan sebagai moderator dalam Debat Capres yang bertopik “NKRI, Demokrasi, dan Otonomi Daerah”. Selain itu, Pratikno juga ditunjuk menjadi tim seleksi anggota KPU dan Bawaslu. Ia kemudian terpilih menjadi rektor ke-14 Universitas Gadjah Mada dengan masa jabatan 2012–2017.

Keberhasilannya tidak hanya di dunia akademis, berhasil membawanya masuk kedalam politik. Pada tahun 2014, Pratikno dipercaya menjadi anggota tim sinkronisasi Tim Transisi Jokowi-Jusuf kalla. Ia bertugas menyatukan semua usulan kelompok kerja Tim Transisi dan menetapkan langkah prioritas pelaksanaannya sebagai masukan kepada presiden terpilih.

Sebagai anggota Tim Transisi, Pratikno memiliki kedekatan dengan Jokowi yang masih satu almamater di UGM. Kedekatan itu akhirnya membawa Pratikno menjadi Menteri Sekretaris Negara dalam Kabinet Kerja 2014–2019. Pada periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi, Pratikno kembali dipercaya menjabat Mensesneg dalam Kabinet Indonesia Maju 2019–2024.

Bahkan dipenghujung masa jabatan Presiden Jokowi mempin Indonesia saat ini, Pratikno kian terlihat mendominasi sejumlah permainana politk dari belakang layar, hingga ada guyonan yang menyebut "Jokowi Boleh Tinggalkan Istana, Tapi Tidak Untuk Pratikno."**


Artikel Terbaru
Jumat, 1 Maret 2024 | 13:00:00 WIB
Jumat, 1 Maret 2024 | 12:00:00 WIB