24 Sya'ban 1445 H | Selasa, 5 Maret 2024
×
Pratikno, Master of whisperers Jokowi Dengan Segala Lika Likunya
sosok | Sabtu, 10 Februari 2024 | 11:53:00 WIB
Editor : Budi Harjo | Penulis : Bachtiar RH Simanulang
Presiden Jokowi saat berbisik dengan Pratikno

Tenang, ramah dan selalu melempar senyum lebar kepada setiap orang yang ditemuinya, begitulah sosok kasat mata dari Menteri Sekretaris Negara Prof. Dr. Pratikno, M.Soc. Sc. Yah, sangat identik, begitulah kesimpulannya ketika kita harus menggambarkan sosok itu dengan  Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini, pasca pemilu 2014. Keduanya terlihat memiliki kemiripan yang sangat identik, Pratikno berhasil mengubah sosok seorang Jokowi, begitu pendapatnya.

Sebagai orang terbilang sangat dekat dengan Presiden Jokowi, Pratikno bukan orang sembarangan di atas meja percaturan politik, dengan background seorang Akademisi hingga  Dekan Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Gadjah Mada (UGM). Pratikno adalah seorang Profesor Poltik, dan saat ini bisa disebut sebagai Profesor politiknya Jokowi.

Dibalik kompleksitas politik Indonesia saat ini, Pratikno disebut-sebut oleh banyak pihak sebagai orang yang paling berpengaruh atas setiap keputusan polik Presiden Jokowi. Bahkan Pratikno juga disebut sebagai 'Master of whisperers' yang berarti sebagai 'Pembisik-nya' Jokowi.  Sejumlah peranan penting yang tak terlihat oleh publik disebut-sebut seringkali dimaikan oleh Pratikno, terbaru dirinya disebut sebagai orang yang membisikan nama Dito Ariotedjo untuk diangkat menjadi Mentri Pemuda dan Olahraga (Menpora) oleh Jokowi, hingga Jokowipun mengangkat Dito Ariotedjo.

Tidak hanya itu, kesuksesan Gibran Rakabuming Raka maju sebagai calon wakil Presiden dalam pemilu 2024 ini mendampingi Prabowo Subianto, santer juga disebut sebagai salah satu karya politik terbesar Pratikno di Indonesia.

Dibalik dari semua cerita itu, harus diakui Pratikno adalah bekas orang susah dan miskin yang berhasil mengubah hidupnya, hingga seperti sekarang ini.  Pratikno kecil  lahir di Bojonegoro pada 13 Februari 1962.

Di kampung halamannya, Pratikno menyebut tidak ada satu pun gedung sekolah dasar, dan ia bersama teman-temannya belajar di rumah seorang kepala desa. Dalam kondisi sederhana tersebut, Pratikno, yang berasal dari keluarga miskin, bahkan tidak menggunakan sepatu saat berangkat ke sekolah, namun dia terus berlari menelusuri hutan jati dan perkebunan tembakau menuju sekolahnya demi mengejar pendidikan dan mimpinya.

Pratikno merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara dari pasangan Kariman dan Kasminah yang berprofesi sebagai guru SDN di Dolokgede. Sang Ayah pernah menjabat Kepala Desa dan Kepala Sekolah SD di kampung halamannya.

Setelah lulus sekolah dasar, ia melanjutkan ke SMP 1 Padangan yang berjarak 20 kilometer dari kampungnya. Orangtuanya mengizinkannya indekos dekat sekolahnya demi melanjutkan pendidikan dan belajar hidup mandiri, di kosannya Pratikno emasak nasi sendiri dan membeli lauk serta sayurannya di warung setiap pagi.

Setelah lulus SMP, Pratikno melanjutkan SMA di Kota Bojonegero, Jawa Timur, sekitar 40 km dari rumahnya. Lulus dari sana, ia melanjutkan kuliah di jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas UGM, Yogyakarta. Meskipun cita-citanya awalnya ingin menjadi sekretaris daerah, nasib mempertemukannya dengan jalur akademis.

Sejak diterima sebagai dosen di almamaternya pada usia 23 tahun, Pratikno mengabdikan dirinya hampir tiga dekade di UGM. Kariernya mulai terbuka ketika ia terpilih menjadi Dekan FISIP UGM, ketika Pratikno dipercaya oleh KPU sebagai salah satu pemandu debat Capres tahun 2009. Sebagai Dekan FISIP UGM, ia mendapatkan kesempatan sebagai moderator dalam Debat Capres yang bertopik “NKRI, Demokrasi, dan Otonomi Daerah”. Selain itu, Pratikno juga ditunjuk menjadi tim seleksi anggota KPU dan Bawaslu. Ia kemudian terpilih menjadi rektor ke-14 Universitas Gadjah Mada dengan masa jabatan 2012–2017.

Keberhasilannya tidak hanya di dunia akademis, berhasil membawanya masuk kedalam politik. Pada tahun 2014, Pratikno dipercaya menjadi anggota tim sinkronisasi Tim Transisi Jokowi-Jusuf kalla. Ia bertugas menyatukan semua usulan kelompok kerja Tim Transisi dan menetapkan langkah prioritas pelaksanaannya sebagai masukan kepada presiden terpilih.

Sebagai anggota Tim Transisi, Pratikno memiliki kedekatan dengan Jokowi yang masih satu almamater di UGM. Kedekatan itu akhirnya membawa Pratikno menjadi Menteri Sekretaris Negara dalam Kabinet Kerja 2014–2019. Pada periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi, Pratikno kembali dipercaya menjabat Mensesneg dalam Kabinet Indonesia Maju 2019–2024.

Bahkan dipenghujung masa jabatan Presiden Jokowi mempin Indonesia saat ini, Pratikno kian terlihat mendominasi sejumlah permainana politk dari belakang layar, hingga ada guyonan yang menyebut "Jokowi Boleh Tinggalkan Istana, Tapi Tidak Untuk Pratikno."**


Index
Ada Nama Windy Idol, KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Hasbi Hasan Tersangka Pencucian Uang
Prabowo Berjanji Dibawah Kepemimpinannya Kelak Akan Banyak Investasi Masuk ke Indonesia
Lima Prajurit TNI Pelaku Penyerangan Polres Jayawijaya Ditetapkan Sebagai Tersangka
Demo di Depan DPR Ribuan Massa Teriak 'Jokowi Mundur! Allahu Akbar!'
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Diduga Terlibat Korupsi Rumah Dinas, KPK Cegah Sekjen DPR Indra Iskandar dan 6 Orang Lainnya ke Luar Negeri
DPR Setujui Badan Legislasi Bahas RUU Daerah Khusus Jakarta
Polisi Periksa Rektor Universitas Pancasila Selama 3 Jam Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Stafnya
Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto Dinilai Mengurangi Mutu Pendidikan

supernews
Lonjakan Harga Pangan, Banyak Rumah Tangga di Indonesia Jatuh ke Garis Kemiskinan
Korup dan Berwatak Dinasti, Jokowi Terancam Dimakzulkan Dari Jabatan Presiden
Pembangunan IKN Ditargetkan Tuntas Akhir Tahun 2024, Meskipun Investor Asing Nol dan 30 Persen APBN Telah Terpakai
Mengenal Tumbuhan Kratom Bahan Herbal Yang Disebut Sebagai 'Narkotika Baru' dan Kontroversi di Indonesia
Index
Pangdam XVII/Cenderawasih: Pembebasan Sandera di Papua Masih Berproses
Sekalipun Tanpa PDI-Perjuangan, 21 Maret Mendatang Fraksi NasDem DPR RI Akan Usulkan Hak Angket
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Silaturahmi ke MUI, Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2024
Rapat Paripurna DPR RI Hanya Dihadiri 164 Anggota
Rapat Paripurna DPR RI Hanya Dihadiri 164 Anggota
Selasa, 5 Maret 2024 | 12:30:00 WIB
10 Anggota Gegana Dinyatakan Jadi Korban Ledakan di Mako Brimob Polda Jatim
Sidang Paripurna DPR, Dasco Bacakan Pidato Puan Soal Kenaikan Harga dan Gagalnya Food Estate
Pidato Puan Diwakili Dasco di Sidang Paripurna DPR RI, Singgung Etika Politik
Rapat Paripurna DPR RI, Dasco Pimpin Sidang, Puan Tak Hadir
Desakan Hak Angket Kian Menguat, Puan dan Cak Imin Tidak Hadir di Paripurna DPR Hari ini
DPR Desak KPK Periksa Bahlil Yang Jadikan Satgas Penataan Lahan Sebagai Mesin Pencetak Uang
pemerintahan
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Bahasa Indonesia Resmi Digunakan di  Sidang UNESCO, Nadiem Dorong Para Profesional Juga Menggunakannya
Jokowi Groundbreaking Telkom Smart Office di IKN: Transformasi Digital Menuju Kota World-Class ICT
Mendagri Minta Percepatan Transpormasi Identitas Kependudukan Digital Seluruh Warga Indonesia
Image Show
 
Pesawat Latih TNI AU Jatuh di Gunung Bromo
Kamis, 16 November 2023 | 23:42:18 WIB
Kabaharkam Bahas Netralitas Polri
Kamis, 16 November 2023 | 00:40:53 WIB
daerah
Lima Prajurit TNI Pelaku Penyerangan Polres Jayawijaya Ditetapkan Sebagai Tersangka
10 Anggota Gegana Dinyatakan Jadi Korban Ledakan di Mako Brimob Polda Jatim
Cegah Banjir Kembali Genangi Jakarta, Pemprov DKI Bentuk Satgas Sungai Ciliwung
Ledakan Hebat di Mako Brimob Polda Jatim Guncang Surabaya, Diduga Menyebabkan Korban
Politik
Demo di Depan DPR Ribuan Massa Teriak 'Jokowi Mundur! Allahu Akbar!'
Sekalipun Tanpa PDI-Perjuangan, 21 Maret Mendatang Fraksi NasDem DPR RI Akan Usulkan Hak Angket
Desakan Hak Angket Kian Menguat, Puan dan Cak Imin Tidak Hadir di Paripurna DPR Hari ini
Ambang Batas Parlemen 4% Dinilai Tak Adil untuk Partai Kecil

ekonomi
Prabowo Berjanji Dibawah Kepemimpinannya Kelak Akan Banyak Investasi Masuk ke Indonesia
Harga Eceran LPG 3Kg Dibandrol Rp 20 Ribu Hingga Rp 25 Ribu per Tabung,  Pertamina Jamin Stok Aman saat Ramadhan 2024
Program Mudik Gratis Bus Lebaran 2024 Resmi Dibuka: Daftar Kota Tujuan, Jadwal Pendaftaran, dan Syarat Terbaru
Badan Pangan Desak Para Kepala Daerah Terus Lakukan Gerakan Pangan Murah
Hukum
Ada Nama Windy Idol, KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Hasbi Hasan Tersangka Pencucian Uang
Diduga Terlibat Korupsi Rumah Dinas, KPK Cegah Sekjen DPR Indra Iskandar dan 6 Orang Lainnya ke Luar Negeri
Polisi Periksa Rektor Universitas Pancasila Selama 3 Jam Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Stafnya
Polisi Tangkap Mafia Beras Yang Jual 2.000 Ton Beras Bulog Dengan Dokumen Palsu
Nasional
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto Dinilai Mengurangi Mutu Pendidikan
Pangdam XVII/Cenderawasih: Pembebasan Sandera di Papua Masih Berproses
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Silaturahmi ke MUI, Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2024

internasional
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Paus Fransiskus Minta Perang Palestina Dihentikan, 'Tolong, Sudah Cukup'
Joe Biden: Militer AS Akan Mengirimkan Makanan dan Persediaan ke Gaza
Thailand Perketat Penggunaan Ganja Rekreasional hingga Akhir Tahun, Utamakan Untuk Medis
olahraga
Jelang Liga Champion Manchester City Vs FC Copenhagen: Dominasi City Tak Terkalahkan
Tapanuli Utara Berhasil Juarai Lomba Solu Bolon
Tapanuli Utara Berhasil Juarai Lomba Solu Bolon
Senin, 4 Maret 2024 | 05:18:00 WIB
Balapan final F1 Powerboat Danau Toba 2024 dimulai
Balapan final F1 Powerboat Danau Toba 2024 dimulai
Minggu, 3 Maret 2024 | 12:17:00 WIB
Al Nassr vs Al Hazm: Ronaldo Jadi Penonton, Pertandingan Berakhir 4-4


News Popular
Politik
Ekonomi
Hukum
Nasional
Super News
Daerah
CARI BERITA
Pratikno, Master of whisperers Jokowi Dengan Segala Lika Likunya
sosok | Sabtu, 10 Februari 2024 | 11:53:00 WIB
Editor : Budi Harjo | Penulis : Bachtiar RH Simanulang
Presiden Jokowi saat berbisik dengan Pratikno
Pilihan Redaksi

Tenang, ramah dan selalu melempar senyum lebar kepada setiap orang yang ditemuinya, begitulah sosok kasat mata dari Menteri Sekretaris Negara Prof. Dr. Pratikno, M.Soc. Sc. Yah, sangat identik, begitulah kesimpulannya ketika kita harus menggambarkan sosok itu dengan  Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini, pasca pemilu 2014. Keduanya terlihat memiliki kemiripan yang sangat identik, Pratikno berhasil mengubah sosok seorang Jokowi, begitu pendapatnya.

Sebagai orang terbilang sangat dekat dengan Presiden Jokowi, Pratikno bukan orang sembarangan di atas meja percaturan politik, dengan background seorang Akademisi hingga  Dekan Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Gadjah Mada (UGM). Pratikno adalah seorang Profesor Poltik, dan saat ini bisa disebut sebagai Profesor politiknya Jokowi.

Dibalik kompleksitas politik Indonesia saat ini, Pratikno disebut-sebut oleh banyak pihak sebagai orang yang paling berpengaruh atas setiap keputusan polik Presiden Jokowi. Bahkan Pratikno juga disebut sebagai 'Master of whisperers' yang berarti sebagai 'Pembisik-nya' Jokowi.  Sejumlah peranan penting yang tak terlihat oleh publik disebut-sebut seringkali dimaikan oleh Pratikno, terbaru dirinya disebut sebagai orang yang membisikan nama Dito Ariotedjo untuk diangkat menjadi Mentri Pemuda dan Olahraga (Menpora) oleh Jokowi, hingga Jokowipun mengangkat Dito Ariotedjo.

Tidak hanya itu, kesuksesan Gibran Rakabuming Raka maju sebagai calon wakil Presiden dalam pemilu 2024 ini mendampingi Prabowo Subianto, santer juga disebut sebagai salah satu karya politik terbesar Pratikno di Indonesia.

Dibalik dari semua cerita itu, harus diakui Pratikno adalah bekas orang susah dan miskin yang berhasil mengubah hidupnya, hingga seperti sekarang ini.  Pratikno kecil  lahir di Bojonegoro pada 13 Februari 1962.

Di kampung halamannya, Pratikno menyebut tidak ada satu pun gedung sekolah dasar, dan ia bersama teman-temannya belajar di rumah seorang kepala desa. Dalam kondisi sederhana tersebut, Pratikno, yang berasal dari keluarga miskin, bahkan tidak menggunakan sepatu saat berangkat ke sekolah, namun dia terus berlari menelusuri hutan jati dan perkebunan tembakau menuju sekolahnya demi mengejar pendidikan dan mimpinya.

Pratikno merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara dari pasangan Kariman dan Kasminah yang berprofesi sebagai guru SDN di Dolokgede. Sang Ayah pernah menjabat Kepala Desa dan Kepala Sekolah SD di kampung halamannya.

Setelah lulus sekolah dasar, ia melanjutkan ke SMP 1 Padangan yang berjarak 20 kilometer dari kampungnya. Orangtuanya mengizinkannya indekos dekat sekolahnya demi melanjutkan pendidikan dan belajar hidup mandiri, di kosannya Pratikno emasak nasi sendiri dan membeli lauk serta sayurannya di warung setiap pagi.

Setelah lulus SMP, Pratikno melanjutkan SMA di Kota Bojonegero, Jawa Timur, sekitar 40 km dari rumahnya. Lulus dari sana, ia melanjutkan kuliah di jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas UGM, Yogyakarta. Meskipun cita-citanya awalnya ingin menjadi sekretaris daerah, nasib mempertemukannya dengan jalur akademis.

Sejak diterima sebagai dosen di almamaternya pada usia 23 tahun, Pratikno mengabdikan dirinya hampir tiga dekade di UGM. Kariernya mulai terbuka ketika ia terpilih menjadi Dekan FISIP UGM, ketika Pratikno dipercaya oleh KPU sebagai salah satu pemandu debat Capres tahun 2009. Sebagai Dekan FISIP UGM, ia mendapatkan kesempatan sebagai moderator dalam Debat Capres yang bertopik “NKRI, Demokrasi, dan Otonomi Daerah”. Selain itu, Pratikno juga ditunjuk menjadi tim seleksi anggota KPU dan Bawaslu. Ia kemudian terpilih menjadi rektor ke-14 Universitas Gadjah Mada dengan masa jabatan 2012–2017.

Keberhasilannya tidak hanya di dunia akademis, berhasil membawanya masuk kedalam politik. Pada tahun 2014, Pratikno dipercaya menjadi anggota tim sinkronisasi Tim Transisi Jokowi-Jusuf kalla. Ia bertugas menyatukan semua usulan kelompok kerja Tim Transisi dan menetapkan langkah prioritas pelaksanaannya sebagai masukan kepada presiden terpilih.

Sebagai anggota Tim Transisi, Pratikno memiliki kedekatan dengan Jokowi yang masih satu almamater di UGM. Kedekatan itu akhirnya membawa Pratikno menjadi Menteri Sekretaris Negara dalam Kabinet Kerja 2014–2019. Pada periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi, Pratikno kembali dipercaya menjabat Mensesneg dalam Kabinet Indonesia Maju 2019–2024.

Bahkan dipenghujung masa jabatan Presiden Jokowi mempin Indonesia saat ini, Pratikno kian terlihat mendominasi sejumlah permainana politk dari belakang layar, hingga ada guyonan yang menyebut "Jokowi Boleh Tinggalkan Istana, Tapi Tidak Untuk Pratikno."**


Artikel Terbaru
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Selasa, 5 Maret 2024 | 12:30:00 WIB