24 Sya'ban 1445 H | Selasa, 5 Maret 2024
×
Hotman Paris Dampingi 'Crazy Rich Surabaya' Ajukan Praperadilan Lawan Kejagung
hukum | Minggu, 11 Februari 2024 | 13:31:15 WIB
Editor : Bachtiar | Penulis : Nita Endang
Hotman Paris Hutapea (Foto: Dok. Instagram @hotmanparisofficial)

Jakarta, Supernews - Crazy Rich Surabaya, Budi Said (BS), yang sebelumnya menggugat PT Antam dan dijadikan tersangka dalam kasus rekayasa jual beli emas oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), kini mengajukan praperadilan. Pengumuman ini disampaikan oleh kuasa hukum Budi, Hotman Paris Hutapea, melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu (10/2).

"BS akan mengajukan permohonan praperadilan, Senin 12 Februari 2024, terhadap Kejagung CQ Jampidsus di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan," tulis Hotman.

Hotman menekankan bahwa emas yang dianggap menyebabkan kerugian negara belum diterima oleh pembeli Budi Said. Selain itu, proses penggeledahan dan penyitaan dianggap tidak sah tanpa adanya surat izin dari ketua pengadilan negeri setempat.

"Sebab emas yang dituduhkan menyebabkan kerugian negara belum diterima oleh pembeli Budi Said serta penggeledahan dan penyitaan yang tidak sah tanpa adanya surat izin dari ketua pengadilan negeri setempat," tulis Hotman.

Sebelumnya, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Kuntadi, menjelaskan bahwa penetapan tersangka terhadap BS dilakukan setelah pemeriksaan intensif dan gelar perkara pada 18 Januari.

"Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan secara intensif dikaitkan dengan alat bukti lain yang telah ditemukan penyidik, pada hari ini status yang bersangkutan kita naikan menjadi tersangka," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (18/1).

Dalam kasus ini, Budi diketahui melakukan pemufakatan jahat dengan pihak lain untuk menyalahgunakan kewenangan penjualan emas atau logam mulia dari Butik Surabaya 1 Antam. Rekayasa dilakukan dengan menjual emas di bawah harga yang ditetapkan PT Antam, disamarkan dengan dalih pemberian diskon.

Kuntadi menjelaskan bahwa rekayasa transaksi dilakukan pada periode Maret hingga November 2018 oleh Butik Surabaya 1 bersama EA dan tiga pegawai Antam. Mereka membuat transaksi offline untuk mengaburkan kontrol PT Antam terhadap jumlah emas yang keluar dengan nilai transaksi yang masuk.

"Sehingga oknum pegawai PT Antam dapat menyerahkan logam mulia kepada tersangka melebihi dari jumlah uang yang dibayarkan," ungkapnya.

Dalam upaya menyamarkan rekayasa, para pelaku juga membuat surat ketentuan jual beli emas palsu. Surat palsu ini digunakan untuk membuat PT Antam terlihat masih memiliki tanggungan emas yang belum diserahkan kepada Budi Said.

"Berdasarkan surat palsu tersebut, seolah-olah PT Antam masih memiliki kewajiban menyerahkan logam mulia kepada tersangka. Bahkan atas dasar surat tersebut, tersangka mengajukan gugatan perdata," jelasnya.

Dugaan kerugian yang dialami PT Antam akibat perbuatan rekayasa tersebut mencapai 1.136 Kg emas logam mulia atau setara dengan Rp1,266 triliun. Budi Said diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Budi sebelumnya telah memenangkan gugatan di Mahkamah Agung terhadap Antam pada tahun 2022, yang menghukum Antam membayar ganti rugi sebesar 1.136 kilogram emas batangan 24 karat.


Index
Ada Nama Windy Idol, KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Hasbi Hasan Tersangka Pencucian Uang
Keras! Anggota DPR ini Teriak Desak Hak Angket Kecurangan Pemilu di Hadapan Anak Buah Prabowo
Prabowo Berjanji Dibawah Kepemimpinannya Kelak Akan Banyak Investasi Masuk ke Indonesia
Lima Prajurit TNI Pelaku Penyerangan Polres Jayawijaya Ditetapkan Sebagai Tersangka
Demo di Depan DPR Ribuan Massa Teriak 'Jokowi Mundur! Allahu Akbar!'
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Diduga Terlibat Korupsi Rumah Dinas, KPK Cegah Sekjen DPR Indra Iskandar dan 6 Orang Lainnya ke Luar Negeri
DPR Setujui Badan Legislasi Bahas RUU Daerah Khusus Jakarta
Polisi Periksa Rektor Universitas Pancasila Selama 3 Jam Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Stafnya

supernews
Lonjakan Harga Pangan, Banyak Rumah Tangga di Indonesia Jatuh ke Garis Kemiskinan
Korup dan Berwatak Dinasti, Jokowi Terancam Dimakzulkan Dari Jabatan Presiden
Pembangunan IKN Ditargetkan Tuntas Akhir Tahun 2024, Meskipun Investor Asing Nol dan 30 Persen APBN Telah Terpakai
Mengenal Tumbuhan Kratom Bahan Herbal Yang Disebut Sebagai 'Narkotika Baru' dan Kontroversi di Indonesia
Index
Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto Dinilai Mengurangi Mutu Pendidikan
Pangdam XVII/Cenderawasih: Pembebasan Sandera di Papua Masih Berproses
Sekalipun Tanpa PDI-Perjuangan, 21 Maret Mendatang Fraksi NasDem DPR RI Akan Usulkan Hak Angket
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Silaturahmi ke MUI, Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2024
Rapat Paripurna DPR RI Hanya Dihadiri 164 Anggota
Rapat Paripurna DPR RI Hanya Dihadiri 164 Anggota
Selasa, 5 Maret 2024 | 12:30:00 WIB
10 Anggota Gegana Dinyatakan Jadi Korban Ledakan di Mako Brimob Polda Jatim
Sidang Paripurna DPR, Dasco Bacakan Pidato Puan Soal Kenaikan Harga dan Gagalnya Food Estate
Pidato Puan Diwakili Dasco di Sidang Paripurna DPR RI, Singgung Etika Politik
Rapat Paripurna DPR RI, Dasco Pimpin Sidang, Puan Tak Hadir
Desakan Hak Angket Kian Menguat, Puan dan Cak Imin Tidak Hadir di Paripurna DPR Hari ini
pemerintahan
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Bahasa Indonesia Resmi Digunakan di  Sidang UNESCO, Nadiem Dorong Para Profesional Juga Menggunakannya
Jokowi Groundbreaking Telkom Smart Office di IKN: Transformasi Digital Menuju Kota World-Class ICT
Mendagri Minta Percepatan Transpormasi Identitas Kependudukan Digital Seluruh Warga Indonesia
Image Show
 
Pesawat Latih TNI AU Jatuh di Gunung Bromo
Kamis, 16 November 2023 | 23:42:18 WIB
Kabaharkam Bahas Netralitas Polri
Kamis, 16 November 2023 | 00:40:53 WIB
daerah
Lima Prajurit TNI Pelaku Penyerangan Polres Jayawijaya Ditetapkan Sebagai Tersangka
10 Anggota Gegana Dinyatakan Jadi Korban Ledakan di Mako Brimob Polda Jatim
Cegah Banjir Kembali Genangi Jakarta, Pemprov DKI Bentuk Satgas Sungai Ciliwung
Ledakan Hebat di Mako Brimob Polda Jatim Guncang Surabaya, Diduga Menyebabkan Korban
Politik
Demo di Depan DPR Ribuan Massa Teriak 'Jokowi Mundur! Allahu Akbar!'
Sekalipun Tanpa PDI-Perjuangan, 21 Maret Mendatang Fraksi NasDem DPR RI Akan Usulkan Hak Angket
Desakan Hak Angket Kian Menguat, Puan dan Cak Imin Tidak Hadir di Paripurna DPR Hari ini
Ambang Batas Parlemen 4% Dinilai Tak Adil untuk Partai Kecil

ekonomi
Prabowo Berjanji Dibawah Kepemimpinannya Kelak Akan Banyak Investasi Masuk ke Indonesia
Harga Eceran LPG 3Kg Dibandrol Rp 20 Ribu Hingga Rp 25 Ribu per Tabung,  Pertamina Jamin Stok Aman saat Ramadhan 2024
Program Mudik Gratis Bus Lebaran 2024 Resmi Dibuka: Daftar Kota Tujuan, Jadwal Pendaftaran, dan Syarat Terbaru
Badan Pangan Desak Para Kepala Daerah Terus Lakukan Gerakan Pangan Murah
Hukum
Ada Nama Windy Idol, KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Hasbi Hasan Tersangka Pencucian Uang
Diduga Terlibat Korupsi Rumah Dinas, KPK Cegah Sekjen DPR Indra Iskandar dan 6 Orang Lainnya ke Luar Negeri
Polisi Periksa Rektor Universitas Pancasila Selama 3 Jam Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Stafnya
Polisi Tangkap Mafia Beras Yang Jual 2.000 Ton Beras Bulog Dengan Dokumen Palsu
Nasional
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto Dinilai Mengurangi Mutu Pendidikan
Pangdam XVII/Cenderawasih: Pembebasan Sandera di Papua Masih Berproses
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Silaturahmi ke MUI, Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2024

internasional
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Paus Fransiskus Minta Perang Palestina Dihentikan, 'Tolong, Sudah Cukup'
Joe Biden: Militer AS Akan Mengirimkan Makanan dan Persediaan ke Gaza
Thailand Perketat Penggunaan Ganja Rekreasional hingga Akhir Tahun, Utamakan Untuk Medis
olahraga
Jelang Liga Champion Manchester City Vs FC Copenhagen: Dominasi City Tak Terkalahkan
Tapanuli Utara Berhasil Juarai Lomba Solu Bolon
Tapanuli Utara Berhasil Juarai Lomba Solu Bolon
Senin, 4 Maret 2024 | 05:18:00 WIB
Balapan final F1 Powerboat Danau Toba 2024 dimulai
Balapan final F1 Powerboat Danau Toba 2024 dimulai
Minggu, 3 Maret 2024 | 12:17:00 WIB
Al Nassr vs Al Hazm: Ronaldo Jadi Penonton, Pertandingan Berakhir 4-4


News Popular
Politik
Ekonomi
Hukum
Nasional
Super News
Daerah
CARI BERITA
Hotman Paris Dampingi 'Crazy Rich Surabaya' Ajukan Praperadilan Lawan Kejagung
hukum | Minggu, 11 Februari 2024 | 13:31:15 WIB
Editor : Bachtiar | Penulis : Nita Endang
Hotman Paris Hutapea (Foto: Dok. Instagram @hotmanparisofficial)
Pilihan Redaksi

Jakarta, Supernews - Crazy Rich Surabaya, Budi Said (BS), yang sebelumnya menggugat PT Antam dan dijadikan tersangka dalam kasus rekayasa jual beli emas oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), kini mengajukan praperadilan. Pengumuman ini disampaikan oleh kuasa hukum Budi, Hotman Paris Hutapea, melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu (10/2).

"BS akan mengajukan permohonan praperadilan, Senin 12 Februari 2024, terhadap Kejagung CQ Jampidsus di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan," tulis Hotman.

Hotman menekankan bahwa emas yang dianggap menyebabkan kerugian negara belum diterima oleh pembeli Budi Said. Selain itu, proses penggeledahan dan penyitaan dianggap tidak sah tanpa adanya surat izin dari ketua pengadilan negeri setempat.

"Sebab emas yang dituduhkan menyebabkan kerugian negara belum diterima oleh pembeli Budi Said serta penggeledahan dan penyitaan yang tidak sah tanpa adanya surat izin dari ketua pengadilan negeri setempat," tulis Hotman.

Sebelumnya, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Kuntadi, menjelaskan bahwa penetapan tersangka terhadap BS dilakukan setelah pemeriksaan intensif dan gelar perkara pada 18 Januari.

"Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan secara intensif dikaitkan dengan alat bukti lain yang telah ditemukan penyidik, pada hari ini status yang bersangkutan kita naikan menjadi tersangka," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (18/1).

Dalam kasus ini, Budi diketahui melakukan pemufakatan jahat dengan pihak lain untuk menyalahgunakan kewenangan penjualan emas atau logam mulia dari Butik Surabaya 1 Antam. Rekayasa dilakukan dengan menjual emas di bawah harga yang ditetapkan PT Antam, disamarkan dengan dalih pemberian diskon.

Kuntadi menjelaskan bahwa rekayasa transaksi dilakukan pada periode Maret hingga November 2018 oleh Butik Surabaya 1 bersama EA dan tiga pegawai Antam. Mereka membuat transaksi offline untuk mengaburkan kontrol PT Antam terhadap jumlah emas yang keluar dengan nilai transaksi yang masuk.

"Sehingga oknum pegawai PT Antam dapat menyerahkan logam mulia kepada tersangka melebihi dari jumlah uang yang dibayarkan," ungkapnya.

Dalam upaya menyamarkan rekayasa, para pelaku juga membuat surat ketentuan jual beli emas palsu. Surat palsu ini digunakan untuk membuat PT Antam terlihat masih memiliki tanggungan emas yang belum diserahkan kepada Budi Said.

"Berdasarkan surat palsu tersebut, seolah-olah PT Antam masih memiliki kewajiban menyerahkan logam mulia kepada tersangka. Bahkan atas dasar surat tersebut, tersangka mengajukan gugatan perdata," jelasnya.

Dugaan kerugian yang dialami PT Antam akibat perbuatan rekayasa tersebut mencapai 1.136 Kg emas logam mulia atau setara dengan Rp1,266 triliun. Budi Said diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Budi sebelumnya telah memenangkan gugatan di Mahkamah Agung terhadap Antam pada tahun 2022, yang menghukum Antam membayar ganti rugi sebesar 1.136 kilogram emas batangan 24 karat.


Artikel Terbaru
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Selasa, 5 Maret 2024 | 12:30:00 WIB