24 Sya'ban 1445 H | Selasa, 5 Maret 2024
×
Ribuan Massa di Yogyakarta Pecahkan Kendi, Pertanda Hancurnya Kezaliman dan Keserakahan Jokowi
nasional | Senin, 12 Februari 2024 | 19:11:57 WIB
Editor : Budi Harjo | Penulis : Budi Harjo
Akasi unjukrasa massa yang tergabung dalam gerakan Gejayan Yogyakarta

Sleman, (Supernews)- Ribuan massa yang terdiri dari perwakilan Mahasiswa dan para Sivitas akademika dari berbagai kampus di Daerah Istimewa Yogyakarta, hari ini Senin (12/2/2024). Menggelar aksi protes terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam aksi yang berlangsung di Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman itu terlihat sejumlah kendi bertuliskan sejumlah penyimpangan demokrasi di masa Presiden Joko Widodo, seperti politik dinasti, pelanggar HAM, perusak reformasi, dan pelemahan KPK. Dihempaskan secara bersama-sama hingga pecah berkeping-keping.

"Ini sebagai tanda hancurnya kezaliman dan keserakahan Jokowi. Siapa yang menjadi penyintas rezim Jokowi? Jangan diam! Lawan!" kata orator sembari diikuti gerakan penghempasan kendi-kendi itu, dengan iringan bunyi kentongan bertalu-talu, Senin (12/2/2024).

Demonstrasi tersebut digelar mahasiswa dan civitas akademika lintas kampus di Yogyakarta sebagai bagian gerakan Gejayan Memanggil Kembali untuk mengecam situasi demokrasi jelang Pemilu 2024.

Mahasiswa perwakilan dari UGM, UII, UMY, UAD, Universitas Sanata Darma, UIN Sunan Kalijaga, dan UNY serta kampus lain berkumpul di Bundaran UGM, Senin siang. Dari arah kampus UII di Jalan Cik Di Tiro menyusul sejumlah dosen, sivitas akademika, dan aktivis pro demokrasi yang mengatasnamakan Forum Cik Di Tiro.

Mereka membawa poster-poster yang mengkritik berbagai kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo, seperti keputusan MK yang meloloskan anak Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, di pilpres, pelanggaran HAM, UU Cipta Kerja, hingga eksploitasi alam di Wadas, Purworejo.

Mahasiswa dan para aktivis kemudian melakukan konvoi menuju perempatan Jalan Gejayan, Sleman, sambil terus berorasi dan mengangkat poster protes.

Koordinator Forum Cik Di Tiro, Masduki, menyatakan gerakan ini digelar di masa tenang jelang pemilu untuk memberi asupan data tentang kondisi demokrasi dan kelakuan para elite ke masyarakat.

Asupan data ini berlaku semua calon presiden dan partai politik sehingga aksi ini dijamin non-partisan.

 "Kita berikan asupan data dan warning ke elit dan parpol jangan bermain-main dengan nurani publik," ujar dia di sela aksi.

Ia menyebut, gerakan moral dari mahasiswa ini menghentikan laju musim gugur demokrasi yang ditandai ketakutan publik hingga akademisi untuk berbicara dan menyatakan pendapat. Tujuannya bukan hanya untuk penyadaran publik di pemilu dua hari lagi, tapi dalam jangka panjang bagi penyelamatan demokrasi.

"Kalau musim gugur ini dibiarkan akan terjadi musim dingin demokrasi yang panjang dan terjadi kebekuan nurani. Itu bahaya," ujar dosen Universitas Islam Indonesia (UII) ini.**


Index
Ada Nama Windy Idol, KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Hasbi Hasan Tersangka Pencucian Uang
Keras! Anggota DPR ini Teriak Desak Hak Angket Kecurangan Pemilu di Hadapan Anak Buah Prabowo
Prabowo Berjanji Dibawah Kepemimpinannya Kelak Akan Banyak Investasi Masuk ke Indonesia
Lima Prajurit TNI Pelaku Penyerangan Polres Jayawijaya Ditetapkan Sebagai Tersangka
Demo di Depan DPR Ribuan Massa Teriak 'Jokowi Mundur! Allahu Akbar!'
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Diduga Terlibat Korupsi Rumah Dinas, KPK Cegah Sekjen DPR Indra Iskandar dan 6 Orang Lainnya ke Luar Negeri
DPR Setujui Badan Legislasi Bahas RUU Daerah Khusus Jakarta
Polisi Periksa Rektor Universitas Pancasila Selama 3 Jam Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Stafnya

supernews
Lonjakan Harga Pangan, Banyak Rumah Tangga di Indonesia Jatuh ke Garis Kemiskinan
Korup dan Berwatak Dinasti, Jokowi Terancam Dimakzulkan Dari Jabatan Presiden
Pembangunan IKN Ditargetkan Tuntas Akhir Tahun 2024, Meskipun Investor Asing Nol dan 30 Persen APBN Telah Terpakai
Mengenal Tumbuhan Kratom Bahan Herbal Yang Disebut Sebagai 'Narkotika Baru' dan Kontroversi di Indonesia
Index
Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto Dinilai Mengurangi Mutu Pendidikan
Pangdam XVII/Cenderawasih: Pembebasan Sandera di Papua Masih Berproses
Sekalipun Tanpa PDI-Perjuangan, 21 Maret Mendatang Fraksi NasDem DPR RI Akan Usulkan Hak Angket
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Silaturahmi ke MUI, Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2024
Rapat Paripurna DPR RI Hanya Dihadiri 164 Anggota
Rapat Paripurna DPR RI Hanya Dihadiri 164 Anggota
Selasa, 5 Maret 2024 | 12:30:00 WIB
10 Anggota Gegana Dinyatakan Jadi Korban Ledakan di Mako Brimob Polda Jatim
Sidang Paripurna DPR, Dasco Bacakan Pidato Puan Soal Kenaikan Harga dan Gagalnya Food Estate
Pidato Puan Diwakili Dasco di Sidang Paripurna DPR RI, Singgung Etika Politik
Rapat Paripurna DPR RI, Dasco Pimpin Sidang, Puan Tak Hadir
Desakan Hak Angket Kian Menguat, Puan dan Cak Imin Tidak Hadir di Paripurna DPR Hari ini
pemerintahan
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Jokowi Bahas Tiga Hal Penting ini Bersama PM Kamboja
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Bahasa Indonesia Resmi Digunakan di  Sidang UNESCO, Nadiem Dorong Para Profesional Juga Menggunakannya
Jokowi Groundbreaking Telkom Smart Office di IKN: Transformasi Digital Menuju Kota World-Class ICT
Mendagri Minta Percepatan Transpormasi Identitas Kependudukan Digital Seluruh Warga Indonesia
Image Show
 
Pesawat Latih TNI AU Jatuh di Gunung Bromo
Kamis, 16 November 2023 | 23:42:18 WIB
Kabaharkam Bahas Netralitas Polri
Kamis, 16 November 2023 | 00:40:53 WIB
daerah
Lima Prajurit TNI Pelaku Penyerangan Polres Jayawijaya Ditetapkan Sebagai Tersangka
10 Anggota Gegana Dinyatakan Jadi Korban Ledakan di Mako Brimob Polda Jatim
Cegah Banjir Kembali Genangi Jakarta, Pemprov DKI Bentuk Satgas Sungai Ciliwung
Ledakan Hebat di Mako Brimob Polda Jatim Guncang Surabaya, Diduga Menyebabkan Korban
Politik
Demo di Depan DPR Ribuan Massa Teriak 'Jokowi Mundur! Allahu Akbar!'
Sekalipun Tanpa PDI-Perjuangan, 21 Maret Mendatang Fraksi NasDem DPR RI Akan Usulkan Hak Angket
Desakan Hak Angket Kian Menguat, Puan dan Cak Imin Tidak Hadir di Paripurna DPR Hari ini
Ambang Batas Parlemen 4% Dinilai Tak Adil untuk Partai Kecil

ekonomi
Prabowo Berjanji Dibawah Kepemimpinannya Kelak Akan Banyak Investasi Masuk ke Indonesia
Harga Eceran LPG 3Kg Dibandrol Rp 20 Ribu Hingga Rp 25 Ribu per Tabung,  Pertamina Jamin Stok Aman saat Ramadhan 2024
Program Mudik Gratis Bus Lebaran 2024 Resmi Dibuka: Daftar Kota Tujuan, Jadwal Pendaftaran, dan Syarat Terbaru
Badan Pangan Desak Para Kepala Daerah Terus Lakukan Gerakan Pangan Murah
Hukum
Ada Nama Windy Idol, KPK Tetapkan Mantan Sekretaris MA Hasbi Hasan Tersangka Pencucian Uang
Diduga Terlibat Korupsi Rumah Dinas, KPK Cegah Sekjen DPR Indra Iskandar dan 6 Orang Lainnya ke Luar Negeri
Polisi Periksa Rektor Universitas Pancasila Selama 3 Jam Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Stafnya
Polisi Tangkap Mafia Beras Yang Jual 2.000 Ton Beras Bulog Dengan Dokumen Palsu
Nasional
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto Dinilai Mengurangi Mutu Pendidikan
Pangdam XVII/Cenderawasih: Pembebasan Sandera di Papua Masih Berproses
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Silaturahmi ke MUI, Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2024

internasional
Pemerintah Uni Eropa Denda Apple Rp31,4 Triliun, Spotify Dituding Jadi Biang Keroknya
Paus Fransiskus Minta Perang Palestina Dihentikan, 'Tolong, Sudah Cukup'
Joe Biden: Militer AS Akan Mengirimkan Makanan dan Persediaan ke Gaza
Thailand Perketat Penggunaan Ganja Rekreasional hingga Akhir Tahun, Utamakan Untuk Medis
olahraga
Jelang Liga Champion Manchester City Vs FC Copenhagen: Dominasi City Tak Terkalahkan
Tapanuli Utara Berhasil Juarai Lomba Solu Bolon
Tapanuli Utara Berhasil Juarai Lomba Solu Bolon
Senin, 4 Maret 2024 | 05:18:00 WIB
Balapan final F1 Powerboat Danau Toba 2024 dimulai
Balapan final F1 Powerboat Danau Toba 2024 dimulai
Minggu, 3 Maret 2024 | 12:17:00 WIB
Al Nassr vs Al Hazm: Ronaldo Jadi Penonton, Pertandingan Berakhir 4-4


News Popular
Politik
Ekonomi
Hukum
Nasional
Super News
Daerah
CARI BERITA
Ribuan Massa di Yogyakarta Pecahkan Kendi, Pertanda Hancurnya Kezaliman dan Keserakahan Jokowi
nasional | Senin, 12 Februari 2024 | 19:11:57 WIB
Editor : Budi Harjo | Penulis : Budi Harjo
Akasi unjukrasa massa yang tergabung dalam gerakan Gejayan Yogyakarta
Pilihan Redaksi

Sleman, (Supernews)- Ribuan massa yang terdiri dari perwakilan Mahasiswa dan para Sivitas akademika dari berbagai kampus di Daerah Istimewa Yogyakarta, hari ini Senin (12/2/2024). Menggelar aksi protes terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam aksi yang berlangsung di Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman itu terlihat sejumlah kendi bertuliskan sejumlah penyimpangan demokrasi di masa Presiden Joko Widodo, seperti politik dinasti, pelanggar HAM, perusak reformasi, dan pelemahan KPK. Dihempaskan secara bersama-sama hingga pecah berkeping-keping.

"Ini sebagai tanda hancurnya kezaliman dan keserakahan Jokowi. Siapa yang menjadi penyintas rezim Jokowi? Jangan diam! Lawan!" kata orator sembari diikuti gerakan penghempasan kendi-kendi itu, dengan iringan bunyi kentongan bertalu-talu, Senin (12/2/2024).

Demonstrasi tersebut digelar mahasiswa dan civitas akademika lintas kampus di Yogyakarta sebagai bagian gerakan Gejayan Memanggil Kembali untuk mengecam situasi demokrasi jelang Pemilu 2024.

Mahasiswa perwakilan dari UGM, UII, UMY, UAD, Universitas Sanata Darma, UIN Sunan Kalijaga, dan UNY serta kampus lain berkumpul di Bundaran UGM, Senin siang. Dari arah kampus UII di Jalan Cik Di Tiro menyusul sejumlah dosen, sivitas akademika, dan aktivis pro demokrasi yang mengatasnamakan Forum Cik Di Tiro.

Mereka membawa poster-poster yang mengkritik berbagai kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo, seperti keputusan MK yang meloloskan anak Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, di pilpres, pelanggaran HAM, UU Cipta Kerja, hingga eksploitasi alam di Wadas, Purworejo.

Mahasiswa dan para aktivis kemudian melakukan konvoi menuju perempatan Jalan Gejayan, Sleman, sambil terus berorasi dan mengangkat poster protes.

Koordinator Forum Cik Di Tiro, Masduki, menyatakan gerakan ini digelar di masa tenang jelang pemilu untuk memberi asupan data tentang kondisi demokrasi dan kelakuan para elite ke masyarakat.

Asupan data ini berlaku semua calon presiden dan partai politik sehingga aksi ini dijamin non-partisan.

 "Kita berikan asupan data dan warning ke elit dan parpol jangan bermain-main dengan nurani publik," ujar dia di sela aksi.

Ia menyebut, gerakan moral dari mahasiswa ini menghentikan laju musim gugur demokrasi yang ditandai ketakutan publik hingga akademisi untuk berbicara dan menyatakan pendapat. Tujuannya bukan hanya untuk penyadaran publik di pemilu dua hari lagi, tapi dalam jangka panjang bagi penyelamatan demokrasi.

"Kalau musim gugur ini dibiarkan akan terjadi musim dingin demokrasi yang panjang dan terjadi kebekuan nurani. Itu bahaya," ujar dosen Universitas Islam Indonesia (UII) ini.**


Artikel Terbaru
Selasa, 5 Maret 2024 | 15:20:00 WIB
Selasa, 5 Maret 2024 | 12:30:00 WIB