20 Sya'ban 1445 H | Jumat, 1 Maret 2024
×
Kemhan Bantah Isu Korupsi Pesawat Mirage 2000-5, Ancam Tindak Pihak Penyebar Hoax
nasional | Senin, 12 Februari 2024 | 20:38:33 WIB
Editor : Alvin | Penulis : Alvin
Pengacara Hotman Paris Hutapea (dua kiri) menunjukkan layar gawainya yang menampilkan hoaks suap pembelian pesawat tempur bekas Mirage 2000-5 saat jumpa pers di Kantor Kemhan RI, Jakarta, Senin (12/2/2024). (Foto: Antara).

Jakarta, (Supernews) - Kementerian Pertahanan (Kemhan) membantah isu yang beredar di media sosial dan situs-situs online yang menyebut adanya praktik korupsi dalam proses pembelian pesawat tempur Mirage 2000-5 dari Qatar sebagai informasi sesat dan hoaks.

Informasi yang menyebut PT TMI berada di balik pembelian alutsista oleh Kemhan juga dibantah.

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Muhammad Herindra menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan tindakan hukum terhadap pihak-pihak yang telah menyebarkan isu ini.

Herindra menyatakan bahwa informasi sesat ini, jika terus dikembangkan, akan melemahkan pertahanan Indonesia.

"Jika informasi-informasi ini terus dikembangkan, maka akan melemahkan upaya Kementerian Pertahanan dalam merancang sistem kekuatan pertahanan Indonesia," kata Herindra dalam konferensi pers di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Senin (12/2/2024).

Ia mengungkapkan bahwa seringkali informasi sesat ini dikembangkan oleh pihak-pihak tertentu dalam proses diplomasi pengadaan alutsista.

Herindra menyayangkan fitnah yang ditujukan ke Kemhan dan mengimbau semua pihak untuk tidak menyebarkan hoax demi kepentingan politik sesaat.

"Kami di Kemhan, menyayangkan adanya fitnah dan pelemahan tersebut. Kami mengimbau kepada semua pihak untuk tidak mengorbankan kepentingan nasional hanya demi kepentingan politik sesaat. Hentikan penyebaran informasi sesat, fitnah, dan hoax," ujarnya.

Herindra menjelaskan bahwa pembelian pesawat tempur Mirage 2000-5 belum terlaksana karena keterbatasan ruang fiskal.

"Dalam upaya menjaga wilayah udara Indonesia, Kemhan tetap fokus berusaha untuk mencari pesawat tempur terbaik. Salah satunya adalah pemilihan pesawat tempur Rafale dari Prancis yang akan segera hadir secara bertahap di Indonesia," ujarnya.

Herindra menegaskan bahwa tidak ada kontrak pengadaan alutsista antara Kemhan dan PT TMI.

"Menyangkut semua informasi hoax dan fitnah serta mendegrasi upaya penguatan pertahanan Indonesia serta merugikan Kemhan dan telah disebarkan secara masif oleh berbagai pihak, baik melalui sosial media dan situs-situs online dengan berbagai tuduhan yang tidak berdasar, maka Kemhan akan melakukan langkah hukum terhadap penyebaran fitnah dan hoax yang menyangkut Kemhan," ujarnya.

Juru Bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, juga menegaskan bahwa tidak ada proses jual beli Mirage karena sudah dibatalkan.

"Seperti yang disampaikan Wamenhan, tidak ada pembelian, Mirage sudah dibatalkan dan kontraknya tidak efektif. Karena ada keterbatasan fiskal, kita tidak memiliki kemampuan, akhirnya kontraknya tidak efektif dan syaratnya tidak dipenuhi. Jadi tidak mungkin ada suap karena tidak ada transaksi," ujar Dahnil.

Baru-baru ini muncul isu yang menyebut The Group of States against Corruption (GRECO) dari Uni Eropa sedang melakukan penyelidikan terhadap Prabowo Subianto atas dugaan korupsi terkait rencana pembelian 12 jet tempur Mirage.

Diisukan bahwa Prabowo Subianto telah menerima 20 juta USD (sekira Rp312,3 miliar) dari total cashback 7 persen.


Index
Ahmad Doli Sebut Putusan MK Terkait Penghapusan Parliamentary Threshold Sejalan Dengan Semangat Komisi II DPR
Kasus DBD Mulai Meningkat di Jakarta, Pemerintah Pastikan Seluruh Faskes Siap Melayani
Jokowi Groundbreaking Telkom Smart Office di IKN: Transformasi Digital Menuju Kota World-Class ICT
Al Nassr vs Al Hazm: Ronaldo Jadi Penonton, Pertandingan Berakhir 4-4
Polisi Tetapkan 13 Warga Sebagai Tersangka Penyerangan Personil Polres Jayapuara di Acara Ulang Tahun
Massa FRS-BEM AMIN Demo di Depan Gedung DPR, Lalu Lintas Gatot Subroto Macet
Mobil Listrik Citroen Direncanakan Mulai Perakitan di Indonesia Pada Juli Mendatang
Belasan Pembalap F1 Powetboat Lakukan Uji Coba Lintasan Mulia Raja Napitupulu Balige
Ribuan Warga Geruduk Gedung DPR RI, Tuntut Makzulkan Jokowi dan Turunkan Harga Sembako
Ratusan Emak-emak Demo di KPU Lampung: Pemilu Penuh Kecurangan

supernews
Lonjakan Harga Pangan, Banyak Rumah Tangga di Indonesia Jatuh ke Garis Kemiskinan
Korup dan Berwatak Dinasti, Jokowi Terancam Dimakzulkan Dari Jabatan Presiden
Pembangunan IKN Ditargetkan Tuntas Akhir Tahun 2024, Meskipun Investor Asing Nol dan 30 Persen APBN Telah Terpakai
Mengenal Tumbuhan Kratom Bahan Herbal Yang Disebut Sebagai 'Narkotika Baru' dan Kontroversi di Indonesia
Index
Polisi Ungkap Modus Pemalsuan Data Pemilih PPLN di Kuala Lumpur
MK Hapus Ambang Batas Parlemen, Begini Respons Mahfud
MK Hapus Ambang Batas Parlemen, Begini Respons Mahfud
Jumat, 1 Maret 2024 | 13:00:00 WIB
Jokowi: Upacara HUT RI ke-79 Digelar di IKN Nusantara
Jokowi: Upacara HUT RI ke-79 Digelar di IKN Nusantara
Jumat, 1 Maret 2024 | 12:00:00 WIB
MK Hapus Ambang Batas Parlemen, DPR Diminta Segera Bertindak
Ditanya Soal Rujuk dengan Prabowo, Titiek Soeharto: Kalau Kemauan Publik, Ya Balik ke Pribadi
Buruan Urus, Per Hari ini BPJS Kesehatan Jadi Syarat Untuk Mendapatkan SKCK
Sikap Pemerintah Terkait UU Pilkada Dipertanyakan, Firman Soebagyo : Jika Ingin Memajukan Pilkada Harus Segera
Kata Jokowi Pembangunan IKN Karena Indonesia Ingin Punya Istana Yang Bukan Peninggalan Kolonial
Jokowi: Saya Ingin Bangun Istana Baru, Bukan Pakai Warisan Kolonial
Jadi Tujuan Investasi Baru, Pertumbuhan Ekonomi di Sumbar Semakin Membaik
pemerintahan
Jokowi Groundbreaking Telkom Smart Office di IKN: Transformasi Digital Menuju Kota World-Class ICT
Mendagri Minta Percepatan Transpormasi Identitas Kependudukan Digital Seluruh Warga Indonesia
Bantah Terjadi Kenaikan Harga Beras, Jokowi Minta Wartawan Cek Sendiri Harga di Pasar
Tahun ini Pemerintah Akan Rekrut 2,3 juta CASN Baru, Formasi Guru Diberi Kuota Jumbo
Image Show
 
Pesawat Latih TNI AU Jatuh di Gunung Bromo
Kamis, 16 November 2023 | 23:42:18 WIB
Kabaharkam Bahas Netralitas Polri
Kamis, 16 November 2023 | 00:40:53 WIB
daerah
Kasus DBD Mulai Meningkat di Jakarta, Pemerintah Pastikan Seluruh Faskes Siap Melayani
Polisi Tetapkan 13 Warga Sebagai Tersangka Penyerangan Personil Polres Jayapuara di Acara Ulang Tahun
Polisi Amankan 31 Warga Pelaku Penyerangan Terhadap 1 Perwira dan 6 Personil Polri di Acara Ulang Tahun
45 Kepala Sekolah dan 1 Pengawas di Lingkungan Pemkab Sintang Dilantik
Politik
Jokowi: Saya Ingin Bangun Istana Baru, Bukan Pakai Warisan Kolonial
Belum Kembalikan KTA, PDIP Tak Bahas Status Jokowi dan Gibran
Data Terbaru Real Count Pileg 2024: PPP di Bawah Ambang Batas
TPDI dan Perekat Kirim Surat ke DPR: Dukung Hak Angket untuk Solusi Pemakzulan Jokowi

ekonomi
Mobil Listrik Citroen Direncanakan Mulai Perakitan di Indonesia Pada Juli Mendatang
Jadi Tujuan Investasi Baru, Pertumbuhan Ekonomi di Sumbar Semakin Membaik
Ingin Lebih Responsif dan Inovatif, Bank KB Bukopin Lakukan Transformasi Strategis
Bank Dunia Soroti Program Makan Siang Gratis Indonesia
Bank Dunia Soroti Program Makan Siang Gratis Indonesia
Rabu, 28 Februari 2024 | 11:03:01 WIB
Hukum
Kapolri : Sinergitas TNI-Polri Harga Mati yang Tidak Bisa Digoyahkan oleh Kelompok Manapun
Selama Menjadi Mentri Syahrul Yasin Limpo Didakwa Terima Rp44,5 Miliar Uang Hasil Korupsi
Keluarga Brigadir J Menggugat Ferdy Sambo Rp 7,5 Miliar
Keluarga Brigadir J Menggugat Ferdy Sambo Rp 7,5 Miliar

Rabu, 28 Februari 2024 | 10:39:02 WIB
KPK Segera Tetapkan Tersangka Korupsi Pengadaan Furnitur Rumah Dinas DPR
Nasional
Massa FRS-BEM AMIN Demo di Depan Gedung DPR, Lalu Lintas Gatot Subroto Macet
Ribuan Warga Geruduk Gedung DPR RI, Tuntut Makzulkan Jokowi dan Turunkan Harga Sembako
Ratusan Emak-emak Demo di KPU Lampung: Pemilu Penuh Kecurangan
Polisi Ungkap Modus Pemalsuan Data Pemilih PPLN di Kuala Lumpur

internasional
Thailand Perketat Penggunaan Ganja Rekreasional hingga Akhir Tahun, Utamakan Untuk Medis
Hakim Illinois Larang Donald Trump Ikut Pemilu Pendahuluan Partai Republik
Biden Berharap Gencatan Senjata Israel-Hamas Dimulai Pekan Depan!
AS Kecam Pemukiman Baru Israel di Tepi Barat sebagai Pelanggaran Hukum Internasional
olahraga
Al Nassr vs Al Hazm: Ronaldo Jadi Penonton, Pertandingan Berakhir 4-4
Belasan Pembalap F1 Powetboat Lakukan Uji Coba Lintasan Mulia Raja Napitupulu Balige
Dani Alves Dihapus dari Daftar Legenda Barcelona
Dani Alves Dihapus dari Daftar Legenda Barcelona
Rabu, 28 Februari 2024 | 10:50:38 WIB
MotoGP 2024: Tiket Sudah Bisa Dipesan! Saksikan Aksi Seru di Sirkuit Mandalika


News Popular
Politik
Ekonomi
Hukum
Nasional
Super News
Daerah
CARI BERITA
Kemhan Bantah Isu Korupsi Pesawat Mirage 2000-5, Ancam Tindak Pihak Penyebar Hoax
nasional | Senin, 12 Februari 2024 | 20:38:33 WIB
Editor : Alvin | Penulis : Alvin
Pengacara Hotman Paris Hutapea (dua kiri) menunjukkan layar gawainya yang menampilkan hoaks suap pembelian pesawat tempur bekas Mirage 2000-5 saat jumpa pers di Kantor Kemhan RI, Jakarta, Senin (12/2/2024). (Foto: Antara).
Pilihan Redaksi

Jakarta, (Supernews) - Kementerian Pertahanan (Kemhan) membantah isu yang beredar di media sosial dan situs-situs online yang menyebut adanya praktik korupsi dalam proses pembelian pesawat tempur Mirage 2000-5 dari Qatar sebagai informasi sesat dan hoaks.

Informasi yang menyebut PT TMI berada di balik pembelian alutsista oleh Kemhan juga dibantah.

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Muhammad Herindra menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan tindakan hukum terhadap pihak-pihak yang telah menyebarkan isu ini.

Herindra menyatakan bahwa informasi sesat ini, jika terus dikembangkan, akan melemahkan pertahanan Indonesia.

"Jika informasi-informasi ini terus dikembangkan, maka akan melemahkan upaya Kementerian Pertahanan dalam merancang sistem kekuatan pertahanan Indonesia," kata Herindra dalam konferensi pers di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Senin (12/2/2024).

Ia mengungkapkan bahwa seringkali informasi sesat ini dikembangkan oleh pihak-pihak tertentu dalam proses diplomasi pengadaan alutsista.

Herindra menyayangkan fitnah yang ditujukan ke Kemhan dan mengimbau semua pihak untuk tidak menyebarkan hoax demi kepentingan politik sesaat.

"Kami di Kemhan, menyayangkan adanya fitnah dan pelemahan tersebut. Kami mengimbau kepada semua pihak untuk tidak mengorbankan kepentingan nasional hanya demi kepentingan politik sesaat. Hentikan penyebaran informasi sesat, fitnah, dan hoax," ujarnya.

Herindra menjelaskan bahwa pembelian pesawat tempur Mirage 2000-5 belum terlaksana karena keterbatasan ruang fiskal.

"Dalam upaya menjaga wilayah udara Indonesia, Kemhan tetap fokus berusaha untuk mencari pesawat tempur terbaik. Salah satunya adalah pemilihan pesawat tempur Rafale dari Prancis yang akan segera hadir secara bertahap di Indonesia," ujarnya.

Herindra menegaskan bahwa tidak ada kontrak pengadaan alutsista antara Kemhan dan PT TMI.

"Menyangkut semua informasi hoax dan fitnah serta mendegrasi upaya penguatan pertahanan Indonesia serta merugikan Kemhan dan telah disebarkan secara masif oleh berbagai pihak, baik melalui sosial media dan situs-situs online dengan berbagai tuduhan yang tidak berdasar, maka Kemhan akan melakukan langkah hukum terhadap penyebaran fitnah dan hoax yang menyangkut Kemhan," ujarnya.

Juru Bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, juga menegaskan bahwa tidak ada proses jual beli Mirage karena sudah dibatalkan.

"Seperti yang disampaikan Wamenhan, tidak ada pembelian, Mirage sudah dibatalkan dan kontraknya tidak efektif. Karena ada keterbatasan fiskal, kita tidak memiliki kemampuan, akhirnya kontraknya tidak efektif dan syaratnya tidak dipenuhi. Jadi tidak mungkin ada suap karena tidak ada transaksi," ujar Dahnil.

Baru-baru ini muncul isu yang menyebut The Group of States against Corruption (GRECO) dari Uni Eropa sedang melakukan penyelidikan terhadap Prabowo Subianto atas dugaan korupsi terkait rencana pembelian 12 jet tempur Mirage.

Diisukan bahwa Prabowo Subianto telah menerima 20 juta USD (sekira Rp312,3 miliar) dari total cashback 7 persen.


Artikel Terbaru
Jumat, 1 Maret 2024 | 13:00:00 WIB
Jumat, 1 Maret 2024 | 12:00:00 WIB